
5 Juli 2026, Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko.
Stadion berkapasitas kurang lebih 50.000 penonton itu telah dipenuhi oleh lautan merah dan juga lautan biru, menggema melantangkan teriakan bersemangat.
Pertandingan ini adalah suatu yang penting bagi Italia, tetapi bagi Indonesia, tak terlalu penting karena Indonesia telah memastikan tiketnya untuk lolos hingga fase gugur babak enam belas besar.
Meski begitu, pertandingan antara Indonesia melawan Italia di Piala Dunia 2026 berlangsung cukup menegangkan. Kiper Indonesia, Reza Kusuma, memperlihatkan kehebatannya dengan melakukan beberapa penyelamatan yang luar biasa sehingga Italia kesulitan untuk mencetak gol.
Padahal, Italia benar-benar sangat membutuhkan sebuah gol untuk memastikan kemenangan. Satu gol, akan mengubah segalanya, tetapi hal ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami, begitu sulit membobol gawang Reza.
Namun, Italia tidak menyerah begitu saja. Mereka terus menekan pertahanan Indonesia dengan serangan-serangan yang teratur. Pertahanan Indonesia yang dipimpin oleh Ferrari, Kakang, dan Haikal sangat solid dan mampu mengantisipasi serangan Italia dengan baik.
Di lini tengah, Marselino memperlihatkan kreativitasnya dengan melakukan beberapa operan yang akurat ke lini depan. Robi memperlihatkan ketangguhannya dalam bertahan dan Todd Ferre bermain dengan kecepatan dan skill yang luar biasa di sisi kiri.
Di sisi kanan, Kwateh menampilkan kecepatan dan teknik yang mumpuni, membuat pemain Italia kesulitan menghentikannya. Sedangkan di lini depan, Egy, Sananta, dan Witan bermain dengan penuh semangat untuk mencetak gol ke gawang Italia.
Pada menit ke-30, Sananta memperoleh bola di tengah lapangan dan melakukan umpan ke Witan yang berlari di sisi kanan. Witan dengan cepat mengoper bola ke Egy yang berada di sisi kiri. Egy kemudian melepaskan tendangan kaki kirinya yang melesat ke sudut atas gawang Italia dan tak bisa dijangkau oleh kiper Italia, Donnarumma.
"GOOOOOOALLL!!!" teriakan penonton stadion bergemuruh. Tim Indonesia berhasil mencetak gol pertama di pertandingan ini dan memimpin skor 1-0, membuat harapan bagi Italia terasa benar-benar pupus.
Italia mencoba membalas dengan serangan-serangan mereka. Namun, pertahanan Indonesia tetap solid dan Reza Kusuma berhasil mengamankan gawangnya hingga peluit tanda berakhir babak pertama dibunyikan.
Pertandingan yang seharusnya berjalan 45 menit penuh ini terasa sangat singkat karena kedua tim begitu panas untuk mencetak gol, Indonesia yang seharusnya tak terlalu perlu memenangi ini, mereka saja tetap fokus untuk mencetak gol demi sebuah kemenangan.
“Kita berhasil mendahului mereka di babak pertama!” kata Marselino dengan senyum lebar di wajahnya.
“Kita harus terus melakukan itu pada babak kedua nanti!” ujar Todd Ferre sambil memberikan high-five pada teman-temannya.
Reza Kusuma, kiper muda yang menjadi bintang di pertandingan ini pada babak pertama yang menyelamatkan banyak tendangan dari Italia, terlihat sangat bahagia dengan penampilannya. “Saya tidak peduli sudah memastikan tiket, kemenangan sangat perlu untuk kesempurnaan dalam berlaga!” serunya.
__ADS_1
Pertandingan yang dramatis dan menegangkan pada babak pertama berakhir dengan keunggulan Indonesia 1-0 atas Italia. Tim Indonesia berhasil menunjukkan kekuatan dan semangat mereka dan siap melanjutkan kembali babak kedua dengan segala macam rencana yang akan mereka buat.
“Kalian sudah sangat bagus, turunkan saja intensitas serangan, fokus kepada pertahanan!” seru Pelatih Tae-yong.
“Baik, Pelatih!” Serentak seluruh pemain di ruang ganti berseru, mereka menunjukkan raut wajah yang cukup bahagia.
Meski diperintahkan untuk menurunkan intensitas permainan dan berfokus pada pertahanan, nampakny mereka menjadi pembangkang dan haus akan gol.
Pelatih Tae-yong di pinggir lapangan hanya menggelengkan kepalanya dengan pasrah sambil bergumam, “Kalian begitu bersemangat, awas saja jika enam belas besar melemah!”
Menilik dari apa yang para pemain Indonesia lakukan, mereka berniat ingin meraih gol kedua lagi, rasa puas belum mereka rasakan.
“Reza, ke sini, saya kosong!” seru Marselino.
Reza yang berdiri di luar kotak penalti, sedang mengendalikan bola pun segera memberikan umpan terobosan melewati Zaniolo.
Bola itu bergulir secara cepat kepada Marselino, dalam sepersekian detik kemudian, Marselino menggeser bola ke sisi kirinya yang mana Todd Ferre sedang bergerak tanpa bola di sana.
Penyerangan ini bertepatan pada menit ke-75, sudah begitu terkoordinir sangat rapi, hingga para pemain Italia sendiri mulai ketar-ketir mencoba menangani serangan Indonesia.
Dengan umpan satu dua yang dipertontonkan, khas yang disebut tiki-taka, yaitu gaya bermain bola dengan operan-operan pendek antarpemain dan dikondisikan dengan aliran bola secara acak tapi tetap bergerak dengan target mendekati gawang lawan.
Ini adalah tiki-taka ala Garuda, dengan umpan cepat mengandalkan kecepatan dan kelincahan, umpan memutari lawan hingga mampu menembus pertahanan.
Italia, benar-benar kelimpungan mengatasi taktik ini, meski begitu, dengan susah payah juga mencoba untuk melakukan segala cara hingga pelanggaran fatal terjadi tepat di depan kotak penalti.
Reza yang saat itu melakukan umpan satu-dua bersama Witan, langsung ditarik begitu saja tanpa kompromi oleh Bastoni agar Reza tidak semakin merangsak masuk ke dalam kotak penalti.
“Bodoh! Kalian membuat skor akan berubah menjadi 2-0!!!” teriak pelatih dari Timnas Italia, Mancini.
__ADS_1
“Huh?!! Astaga, saya melupakan eksekutornya!” seru Bastoni sambil berlutut menyesali perbuatannya.
“Heh, begitu, ya?” gumam Reza.
Reza berdiri di belakang bola, menatap gawang yang dikawal Donnarumma, tersenyum begitu misterius, ini adalah aksi Reza yang kesekkian kalinya dalam mengeksekusi tendangan bebas.
Ketika wasit meniup peluit, beberapa pemain mulai bergerak, sementara itu, Reza juga melangkah dengan cepat, tubuhnya condong ke depan dengan ancang-ancang terbaiknya.
Kaki kiri diayunkan, bagian punggung kaki benar-benar mengenai dengan keras permukaan bola, membuat bola terhempas melewati pagar pemain. Tak berhenti sampai disitu, bola berputar aneh, ini adalah teknik knuckle shoot yang legendaris.
Reza mampu mempertontonkan tendangannya itu sekali lagi, Donnarumma yang menjaga gawang tak berkutik dan hanya menatap bola memasuki gawang yang dikawalnya.
“GOOOAAALL!!!” Stadion meledak dengan teriakannya yang sangat mengganggu pendengaran.
Gol yang sangat sial bagi Italia, dengan ini mereka hanya bisa tertunduk lesu sambil menendang bola dengan kesal. Mata mereka menatap nanar ke seluruh penjuru stadion, para pendukung Italia hanya terduduk lesu.
Italia, tidak akan bisa masuk ke fase gugur, dengan ini, kemungkinan kecil mereka mengejar akan sangat sulit, apalagi dengan Reza yang menjadi kiper di bawah mistar gawang.
Dua kekalahan dan satu kali imbang, benar-benar memalukan, padahal Italia baru saja masuk ke piala dunia sejak 2014, mulai dari 2018 dan 2022, mereka tak masuk karena kalah di babak kualifikasi.
Ini adalah kehadiran yang bagai hiburan saja, sungguh memilukan membuat mereka di sisa-sisa menit pertandingan hanya tertatih-tatih tak memiliki harapan lagi.
“Yap … Baru saja hadir, tapi mereka langsung jatuh, saya agak kasihan. Namun, Indonesia, baru hadir langsung membawa kejutan!” gumam Reza.
Pertandingan antara Indonesia menghadapi Italia pun berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi Indonesia dan dengan ini mereka menyempurnakan fase grup tanpa kekalahan ataupun imbang.
Kebobolan hanya satu sepanjang tiga pertandingan ini, tim paling sedikit kebobolan, rata-rata tim di grup lain, mereka ada yang kebobolan dua hingga lebih gol dari total tiga pertandingan.
“Persiapkan diri kalian, Indonesia menghadapi Spanyol 11 Juli nanti, mereka diperkuat para pemain muda terbaik juga!” jelas Pelatih Tae-yong.
__ADS_1
“Spanyol! Kita kalahkan penjajah!” seru Reza dengan nada candaan.
Dengan ini, grup B menyelesaikan pertandingannya, Argentina menghadapi Jerman, dimenangi Argentina dengan skor 3-1, sehingga tim Tango melaju ke babak enam belas besar.