Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 83 - Final Piala Slowakia (1)


__ADS_3

Memberi kebebasan pada seorang pemain adalah salah satu hal yang menyimpang pada dunia kepelatihan. Pemain seharusnya tidak akan begitu bebas menyangkut masalah tim.


Para pemain harus ingat, mereka akan dilatih oleh seorang pelatih dan itu mutlak. Tanpa pelatih, maka pemain itu akan sulit berkembang karena menu latihan yang tak sesuai kemampuan dan bakat kita.


Kita kiper, tetapi berlatih untuk melakukan dribble, hal itu lebih baik disimpan dan latihlah refleks, kekuatan lompatan dan pengamatan arah bola.


Namun, untuk Reza adalah hal yang tidak memungkinkan untuk tidak mempelajari masalah dribble. Dia, kiper yang terbilang serba bisa. Dia bisa mencetak gol, dia bisa menjaga gawangnya dan … kemampuan yang harus ada pada penyerang juga ada padanya.


Berjalannya waktu, para pemain AS Trenčín terus berlatih untuk menghadapi Spartak Trnava untuk final Piala Slowakia pada Kamis, 16 Maret 2023 nantinya. Mungkin untuk tim Spartak Trnava, ini adalah sebuah balas dendam liga.


Namun, untuk AS Trenčín adalah sebuah hal yang memang harus mereka raih, entah siapa lawan mereka. Satu kalimat, bertarunglah sekeras mungkin hingga lawan-lawanmu mengalami kekalahan.


Di lapangan latihan AS Trenčín, mereka sedang melakukan dribble bola melewati kerucut dan juga tiang lunak. Beberapa di antaranya berlatih mengumpan dalam kecepatan tinggi, sejenis umpan satu-dua.


Reza sendiri, dia bersama Vozinha dan Kukucka sedang duduk membentuk lingkaran. Pembahasan mereka adalah masalah seorang kiper.


“Reza dan Kukucka, ingat! Saya kiper senior seperti ini, tak lama lagi gantung sarung tangan. Dan … kalian sebagai penerus generasi kiper harus pandai menaiki tangga karir agar tak tertahan seperti saya.


“Saya tahu. Kalian berdua pasti merasa klub ini hanya menjadi batu loncatan dalam berkarir. Jadi … pilihlah takdir sebaik yang kalian pikirkan.”


Hal yang sama dirasakan oleh kedua kiper muda ini. Terutama Reza, memang menurutnya klub AS Trenčín adalah sebuah batu loncatan dalam memilih karir yang lebih tinggi lagi. Namun, satu hal yang harus diketahuinya, dia akan mengingat perjuangan klub ini dalam membuat namanya bersinar.


“Ya,” lirih Reza.


Hari itu, Senin, 13 Maret 2023, ketiga kiper ini saling bertukar pengalaman. Yang di mana Reza memiliki pengalaman yang cukup sedikit, dari kiper SMP yang lemah, bangkit menjadi kiper SMA yang menakjubkan dan membuat orang terpukau.


Sebagai klub Eropa yang semestinya jelas tak akan mengetahui sebagus apa Reza, mereka beruntung ada Witan yang memperjelas segalanya tentang kemampuan Reza.


Menuju pertarungan akhir Piala Slowakia, tim AS Trenčín akan bertarung sekuat tenaga. Setelahnya, pertarungan kembali terjadi lagi pada babak play-off liga untuk memperebutkan satu tiket menuju babak Kualifikasi UEFA Champions League.


***


Kamis, 16 Maret 2023.


Di stadion netral, atau bisa dibilang tak ada istilah kandang-tandang di sini. Kedua tim akan bertarung dalam perebutan gelar yang memang cukup bergengsi dalam domestik, yaitu Piala Slowakia.

__ADS_1


Melakukan pemanasan di lapangan stadion, kedua tim tak jarang saling melirik. Terutama pemain Spartak Trnava yang terus menatap tajam kiper muda AS Trenčín, Reza Kusuma.


Seusai pemanasan, kedua tim akan mempersiapkan segalanya di ruang ganti masing-masing.


Sorak-sorai sekitar lima ribu penonton mendukung masing-masing tim kesayangannya. Mereka jelas akan melihat hasil puncak dari sebuah pertarungan babak akhir Piala Slowakia.


Di ruang ganti Spartak Trnava.


Mereka saat ini sedang membahas taktik yang semestinya dapat membuat lini pertahanan AS Trenčín kocar-kacir, terutama kiper yang terlalu sulit ditembus itu. Bahkan belum pernah dapat ditembus untuk saat ini selama setengah musim terakhir.


Pelatih Michal Gasparik, dia menunjuk setiap titik pada papan taktik. Di mana para pemain harus bergerak aktif di sana, membangun serangan sehingga mampu menembus pertahanan AS Trenčín.


Sementara itu, di ruang ganti AS Trenčín, situasi tak kalah menegangkan terjadi. Pelatih Marian Zimen menjelaskan formasi apa yang akan mereka gunakan, yaitu 4-3-3 Menyerang.


Benar-benar akan melakukan serangan penghabisan. Namun, formasi ini untuk mengelabui Spartak Trnava, rencana Pelatih Marian Zimen adalah drama adu penalti.


Untuk isi formasi itu, cukup tak banyak berubah. Bek masih diisi oleh Kozlovsky di sisi kiri, pada tengah ada Pires dan Stojsavljevic kemudian di sisi kanan ada Micuda.


Mungkin hanya posisi mereka saja yang lebih maju.


Lini depan, di sini adalah perubahan yang cukup banyak. Demitra di sisi kiri, kemudian tengah adalah Letenay dan sisi kanan masih dengan Witan.


“Oke … semangat!” teriak Stojsavljevic yang saat itu memegang peran sebagai kapten.


***


Bola dimulai dari kaki para pemain Spartak Trnava, melalui sisi sayap, mereka lebih gencar menyerang. Tanpa curiga, para pemain AS Trenčín hanya mencoba mengawal sebisa mungkin.


Hingga ketika Spartak Trnava menggeser posisi serangan ke tengah yang agak kosong, di sana seorang penyerang Spartak Trnava, Taiwo melepaskan tendangan spekulasi mengarah tepat pada sisi kiri atas gawang Reza.


Reza jelas harus merespon tendangan itu, tetapi dia sedikit melihat pergerakan seorang pemain Spartak Trnava, Ivan yang mencoba membuat bola bergeser arah jalur bolanya.


Beruntungnya Reza menyadarinya dan masih tetap pada tempatnya. Setelah Ivan menyentuh sedikit bola, arah bola berubah dan membuat Reza langsung bergerak kembali.


Reza mampu menangkap bola yang menyasar sisi kanan atas gawang.

__ADS_1


“Ya, percobaan yang bagus!” ucap Reza, mencoba menggoda para pemain Spartak Trnava.


Pertandingan terus berlangsung. Namun, kedua tim seperti saling menahan dan tak begitu menyerang hingga mendekati babak pertama usai.


Pada menit ketiga puluh sembilan, kiper Spartak Trnava, Takac melakukan blunder fatal.


Di depan kotak penalti mengendalikan bola, dia melupakan Witan yang mendekatinya dan langsung merebut bola. Tentu saja Witan langsung berlari ke arah gawang, dan dengan cukup terburu-buru segera menendang bola.


Satu hal yang sangat disayangkan, bola itu bukannya masuk di dalam gawang, bola itu malah membentur tiang dan keluar lapangan. Padahal sudah sangat kosong, tetapi peluang yang bisa dibilang 99% gol itu malah tak bisa mencetaknya.


Witan jelas merasa kecewa sendiri dengan keputusannya dan menendang sangat kesal rumput yang membuat banyak rumput tercabut.


Peluang emas, malah menjadi hasil yang begitu buruk.


Beberapa menit kemudian, babak pertama pun berakhir imbang tanpa gol.


Di ruang ganti AS Trenčín, Pelatih Marian Zimen menyayangkan Witan yang tak bisa mencetak gol disaat-saat seperti itu. Dia hanya bisa menghela napas panjang.


Setelahnya, pengarahan kepada pemainnya untuk menahan Spartak Trnava tanpa gol hingga babak adu penalti.


***


Babak kedua pun dimulai kembali, kali ini AS Trenčín lebih bermain terbuka. Namun, mau bermain terbuka bagaimana pun, mereka juga kesulitan menembus pertahanan berlapis kuat dari Spartak Trnava. Sepertinya Spartak Trnava sudah memperbaiki pertahanannya sejak liga pekan kedua puluh satu.


Berjalannya laga, tetapi tak satupun dari kedua tim mencetak skor hingga babak kedua berakhir.


Dan … babak adu penalti pun terjadi.


Berkumpul di pinggir lapangan, Pelatih Marian Zimen memilih hingga sepuluh penendang. Setelah membahas beberapa hal, giliran Reza yang diberi wejangan dari kedua kiper cadangan dan juga Pelatih Kiper Maros Ferenc.


Reza diharuskan tenang dalam posisinya. Walaupun tak diberitahu, Reza juga sudah memahaminya.


“Wah … pelatih sengaja sih,” gumam Reza.


Akhirnya dia akan mengangkat beban berat dari pemberian Pelatih Marian Zimen.

__ADS_1


__ADS_2