
12 menit telah berjalan pertandingan. Terlihat sengit, tetapi disatu sisi AS Trenčín masih begitu kokoh menghadapi gempuran Barca yang diperkuat Fati, hingga Lewa.
Meski begitu, Reza belum memakai kemampuannya untuk melakukan solo run, dia ingin memberi sedikit kejutan kepada dunia yang mana sekelas Barca bisa dipecundangi oleh tim ‘Anak bawang’ Liga Champions.
Membuat kejutan adalah salah satu keahlian Reza, dia ingin memberikan kesan tersendiri kepada dirinya pribadi dari khalayak ramai. Dia ingin dirinya dikenal sebagai kiper kokoh asal Indonesia sekaligus mesin gol!
“Di sana! Bergerak tiga langkah ke samping kiri, blok tendangannya!” seru Reza kepada Stojsavljevic.
Stojsavljevic mencoba mengikuti arahan Reza, bergerak ke sisi kiri sebanyak tiga langkah, sebuah bola menghantam kakinya. Stojsavljevic secara spontan menggerakkan kakinya mengikuti pantulan bola.
Bola berhasil diintersep.
“Holly! Ambil itu, di belakangmu!”
Bola hasil pantulan didapatkan oleh Holly, lantas dia mencoba melakukan overlap dari tengah lapangan.
Namun, Gavi berhasil mencuri bola yang langsung dilambungkannya ke sisi kanan penyerangan yang mana ada Dembele sedang bergerak tanpa bola.
“Ayo! Di sana, dia akan melakukan stepover dan cut inside!” teriak Reza yang langsung direspon positif oleh Kozlovsky.
Kozlovsky berhadapan dengan Dembele, dengan gerakan kecil, Kozlovsky berhasil mencuri bola sesaat Dembele hendak melakukan gerakan stepover.
Kozlovsky melirik sejenak Reza sebelum melambung bola. Ada perasaan aneh yang dirasakan Kozlovsky, sebuah perasaan bahwa Reza akan mengarahkan mereka seperti yang telah dilakukannya pada tujuh pertandingan liga.
“Apa … Dia akan segera bergerak?” gumam Kozlovsky.
Bola yang dilambungkan olehnya didapatkan oleh Gajdos yang saat itu berhadapan dengan Frenkie.
Nyatanya, Frenkie dengan mudahnya merebut bola Gajdos.
Namun, sebuah bayangan tiba-tiba melintas dari arah sampingnya. Ketika melihat ke bawah, bola yang dicuri olehnya telah menghilang.
“Di sana! Kipernya maju!” teriak pelatih kepala Barca, Xavi dari pinggir lapangan begitu kesal.
Reza, yang tanpa disadari beberapa pemain telah maju hingga tengah lapangan dan merebut bola yang dikontrol oleh Frenkie.
Frenkie yang terkejut hanya bisa terdiam untuk beberapa saat. Pemain profesional sekelas dia, secara mengejutkan mampu dipecundangi.
__ADS_1
Reza saat ini masih terus membawa bola di kakinya, Gavi yang berhadapan dengannya mencoba menghalau.
Reza dengan kemampuan miliknya, membuat gerakan Marseille Turn, yaitu gerakan yang dapat dilakukan dengan menghentikan dribbling bola secara tiba-tiba, kemudian memutar tubuh untuk mengecoh lawan yang datang dari arah depan.
Gerakannya begitu halus, tanpa stagnasi. Sontak gerakannya membuat para penonton berdecak kagum.
Reza berhasil melewati Gavi, tetapi ada dua pemain lagi yang datang.
Christensen dan Kounde datang secara bersamaan dengan tubuh kuat mereka dalam melakukan duel fisik. Reza yang mendapati sedang dihadang, dia sejenak melihat beberapa detik ke depan apa yang terjadi jika melakukan suatu pergerakan.
Cara kerja kemampuannya sendiri ialah, pikirkan gerakan apa yang hendak dilakukan olehnya, maka hasil masa depan akan menunjukkan gerakan selanjutnya. Banyak kemungkinan, banyak juga kesempatan untuk bergerak leluasa.
Ketika membuat kemungkinan untuk melakukan Rainbow Flick, yaitu suatu trik untuk mengangkat bola dengan tumit, melewati kepala pemain lawan secara melengkung.
Memiliki kesempatan besar untuk lolos dari hadangan dua pemain ini, Reza pun bergerak sedikit dan langsung melakukan teknik tersebut. Teknik yang dia kembangkan dari kemampuan skill mumpuni milik Messi.
Meski nyaris tak pernah melihat melakukan trik ini, Reza masih bisa melakukannya dengan mengkombinasikan skill mumpuni Messi dan terciptalah Rainbow Flick ala miliknya.
Ketika Reza telah melakukan itu semua, kedua pemain sontak terenyak dan hanya sempat melirik bola yang melewati atas kepala mereka berdua, Reza pun melewati celah di antara keduanya.
Bola melesat kencang, membentuk jalur peluru keras, bentuk parabola terlihat sepintas, Stegen mencoba untuk meraih bola itu dengan segenap tenaga.
Tangan kanannya hendak meraih bola, tetapi sayangnya dia tak mampu menyelamatkan gawangnya.
“Sudah jelas gol sih,” gumam Reza. “Karena sudah terprediksi,” lanjutnya sambil berlari ke sudut lapangan demi melakukan selebrasi ikoniknya.
Dia langsung berlari ke sudut lapangan bersama rekan-rekannya, seluruh tribun bergemuruh hebat ketika gol Reza tercipta. Mereka sudah menunggu, sudah cukup sabar menunggu selama 16 menit demi melihat gol solo run lagi dari Reza.
“Sejak kau pulang dari kejuaraan Asia, kau menjadi seperti ini, sangat, sangat berbeda!” seru Stojsavljevic sambil mengusap-usap rambut Reza.
Perayaan itu menjadikan kesan tersendiri bagi Reza, sejak musim 2023/2024 dimulai, dia sudah mencetak dua belas gol, satu di antaranya adalah gol pertama di Liga Champions!
Sebuah keajaiban, sebuah hal yang memang mengejutkan banyak pihak. Nyaris klub-klub besar di Eropa mulai melakukan riset kepada Reza Kusuma, mereka akan melakukan pertarungan nanti transfer musim dingin depan.
Kembali ke posisi awal, Reza menatap sarung tangannya. Sarung tangan berwarna merah dengan merek terkenal, Reza sudah memiliki kontrak bersama salah satu brand ternama dengan bantuan Agen Bryan.
“Sponsor … Lumayanlah,” gumam Reza. “Bahan yang kuminta lebih ringan, tetapi tak mengurangi esensi dari kemampuan sarung tangan kiper itu sendiri,” lanjutnya.
__ADS_1
Melakukan gerakan manuver dengan sarung tangan barunya membuatnya lebih nyaman. Beberapa kali sebelumnya saat melakukan manuver, dia merasa tak nyaman dengan beban sarung tangan itu.
Pertandingan kembali dilanjutkan, menit pertandingan yang masih menyentuh 20 membuat Barca masih terus gencar dalam melakukan serangan.
Segala macam cara mereka coba, tetapi nyatanya Reza seperti sedang membuat tembok tebal yang menutupi mulut gawang. Tak akan ada yang bisa membobolnya, untuk sementara waktu.
Dari luar kotak penalti, Lewa mencoba menendang, sayangnya Reza langsung menempati posisi arah jalur bola. Dia memeluk erat bola.
“Ayolah! Arahanku sudah jelas, sudah sakit tenggorokan. Masa pertahanan masih agak bocor!” keluh Reza.
Meski begitu, dia ingin rekan-rekannya bisa belajar banyak mulai hari ini, jikalau dia akan pindah klub, maka rekan-rekannya ini bisa tetap bersaing bersama tim-tim kuat dengan pengetahuan dan beberapa hal yang telah diberikan oleh Reza.
Berpikir akan hal itu, Reza merasa harus bertanggung jawab ketika dia pindah klub nantinya. Jangan superioritas klub saat ini menjadi jatuh setelah Reza pergi, dia ingin membuat rekan-rekannya ini menjaga superioritas itu.
“Di sana! Bergerak! Sisi kiri kosong!” Serentak, Pelatih Marian dan Reza.
Hal ini membuat keduanya terdiam karena sempat mendengar sayup-sayup masing-masing suara keduanya di antara riuhnya stadion.
“Ahaha! Begitu, ya? Kau mencoba memberi arahan lebih untuk saat ini.” Pelatih Marian memahaminya.
Menit pertandingan telah menyentuh angka 39, Barca masih kesulitan menembus benteng terakhir AS Trenčín, yaitu Reza.
Meski berapa kali pun telah ditembusnya para bek, tetapi mereka harus takluk dihadapan Reza yang superior.
“Om Lewa pasti frustasi, hihihi~” celetuk Reza dengan tawa jahilnya.
Dia baru saja menangkap bola hasil tendangan Lewa, tenaga tendangan itu terlihat nampak putus asa, tenaga yang dikeluarkan antara kekuatan dan teknik tak seimbang yang membuat bola cenderung melemah dalam interval jalur tertentu.
“Yaaa … Bentar lagi habis babak pertama,” gumam Reza seraya melempar jauh hingga melewati tengah lapangan.
Omong-omong lemparan jauh Reza sudah didaftarkan sebagai Rekor Dunia Lemparan Kiper Terjauh.
Reza sudah menyalip dan memimpin jauh dari kiper asal Iran, Alireza yang mengukuhkan jarak lemparan sejauh 61 meter 26 milimeter.
Jarak itu jauh di bawah Reza yang mengukuhkan jarak sejauh 70 meter 40 centimeter dalam pertandingan kompetitif, saat diukur oleh tim Rekor Dunia, Reza berhasil mencatatkan rekor baru lagi yaitu sejauh 70 meter 50 centimeter.
“Yaa … Kurangi beberapa persen agar tidak kejauhan,” gumam Reza.
__ADS_1