Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 47 - Malaysia (2)


__ADS_3

Nabil Asyura mendapatkan bola dari Arkhan. Dia pun segera langsung melakukan overlapping tanpa membuat pemain Malaysia siap.


Nabil menyusuri sisi kanan penyerangan. Dia dengan lihai mencoba mengelabui seorang pemain Malaysia yang mendekat.


Afiq, pemain Malaysia mencoba menjaga Nabil dalam pergerakannya yang berbahaya. Nabil kemudian melirik ke kiri depan, dia pun segera melambungkan umpan diagonal. Di sana sudah ada Gilang yang berlari tanpa penjagaan.


Gilang mencoba mengontrol bola, sentuhan pertamanya membuat bola semakin bergulir ke depan. Karena kehilangan kontrol bola, seorang pemain bertahan Malaysia, Zainurhakim langsung menendang bola dengan keras keluar lapangan.


Lemparan ke dalam dilakukan oleh Gilang dengan cepat. Dia memberikan bola pada Kafiatur yang mendekat. Kafiatur kemudian mulai mengolah bola dengan lihai.


Para pemain Indonesia U-17 juga semakin maju untuk membantu penyerangan.


Ketika para pemain Indonesia U-17 mulai memasuki kotak penalti, Kafiatur pun melakukan umpan silang langsung ke dalam kotak penalti. Di sana ada Arkhan yang langsung melompat dan berduel udara dengan bek tengah Malaysia, Adib.


Keduanya melompat secara bersamaan, tetapi tolakan dari Arkhan membuatnya beberapa centimeter lebih tinggi dari Adib. Alhasil Arkhan mendapatkan momentum dan langsung menyundul bola ke arah gawang.


Kiper Malaysia, Farish pun langsung memetik bola di udara. Kekuatan sundulan Arkhan sangat lemah sehingga dengan mudah diamankan oleh Farish.


Farish pun dengan berlari langsung melambungkan bola jauh ke depan. Di depan, para pemain Malaysia mencoba berduel dengan pemain Indonesia U-17.


Ketika Iskandar mendapatkan bola, dia dengan segera menggiring bola di sisi kanan penyerangan atau sisi kiri pertahanan Indonesia.


Andre yang harus mengganti posisi Abdillah pun dengan tegas mengawal pergerakan Iskandar. Tanpa kompromi ketika ada celah, Andre melakukan sliding tekel dan tepat mengenai bola. Bola keluar lapangan.


Lemparan ke dalam dilakukan, Iskandar melempar kepada Anjasmirza di depan kotak penalti. Lemparan yang cukup jauh langsung dikontrol oleh Anjasmirza.


Anjasmirza menatap gawang sejenak. Iqbal dan Sulthan Zaky pun mendekati Anjasmirza yang berbahaya.


Ketika ancang-ancang menendang, kedua pemain bertahan Indonesia langsung memasang posisi menghadang jalur bola. Namun, mereka benar-benar terkecoh. Anjasmirza malah menggeser bola ke kiri dan langsung maju ke arah gawang.

__ADS_1


Anjasmirza saat ini tanpa pengawalan dengan mudahnya mendekati gawang yanb dikawal Reza.


Reza tak ingin gawangnya kebobolan. Dia segera mengambil keputusan untuk tetap di areanya sambil terus waspada. Anjasmirza sendiri semakin maju, dia langsung menendang bola menggunakan kaki kanannya sebelum Iqbal dari belakang melakukan sliding tekel.


Bola sudah melesat. Iqbal hanya menekel rumput. Bola bagai torpedo menyusuri tanah menuju sisi kanan gawang. Reza pun melompat dan langsung menepis bola yang hendak masuk dengan sukses.


Bola keluar lapangan. Anjasmirza begitu kesal. Peluangnya berhadapan dengan kiper dan mencetak gol benar-benar besar, tetapi masih ada kiper yang tak kebobolan sejauh ini.


Tendangan sudut pun dilancarkan. Bola melambung ke arah tiang jauh. Di sana sudah ada Anjasmirza menunggu bola. Reza juga mencoba meninju bola. Anjasmirza terganggu akibat serangan Reza.


Sehingga bola melenceng dan menuju Sulthan Zaky. Namun, kejadian fatal dan memalukan pun terjadi. Sulthan Zaky yang kaget mendapatkan bola di depan mulut gawang malah menyontek bola itu hingga masuk ke gawang tanpa pengawalan.


Para pemain Malaysia pun melakukan selebrasi. Sementara itu, Reza langsung mendorong Sulthan Zaky dengan kesal.


“Bodoh! Kenapa harus gol? Kenapa tidak kau tendang jauhkan ke atas kah?!”


Amarah Reza meledak-ledak. Rekan-rekannya cukup takut untuk melerai kedua pemain ini hingga wasit meredam amarah Reza dengan memberikan sedikit perkataan menenangkan. Reza kemudian hanya kembali ke area kekuasaannya sambil menunggu para pemain Malaysia menuju formasi mereka.


Reza sudah susah payah menjaga gawangnya dari kebobolan lawan, malah gawangnya harus robek oleh rekan sendiri. Benar-benar membuat Reza marah dan menyalahkan sepenuhnya pada Sulthan Zaky.


Pelatih Bima dipinggir lapangan pun hanya menyeru untuk kembali fokus. Dia awalnya juga cukup kesal pada Sulthan Zaky, tetapi mau dibuat apapun, istilahnya nasi sudah menjadi bubur. Itu tak akan pernah berubah ke asalnya.


Pertandingan kembali dilanjutkan. Para pemain Indonesia melakukan umpan-umpan pendek di area sendiri. Mereka mulai merancang serangan dari bawah.


Reza bahkan ikut membantu serangan. Dia mulai menunjukkan kemampuannya dalam mengolah dan menggiring bola selihai mungkin.


Bahkan Reza semakin mendekati garis tengah lapangan. Para suporter Indonesia semakin antusias. Para pemain Malaysia juga semakin waspada akan solo run Reza.


Mereka takut bencana memalukan bagi Palestina terjadi kepada mereka. Mereka tidak ingin aksi solo run Reza mampu membahayakan gawang mereka.

__ADS_1


Hingga tiga pemain sekaligus langsung mengawal setiap pergerakan Reza. Namun, Reza yang kembali mundur membuat mereka melepas penjagaan dan tetap waspada akan serangan Indonesia U-17.


Nabil saat ini memegang kendali bola. Dia melirik ke tengah. Di sana ada Arkhan yang cukup bebas berdiri tanpa pengawalan.


Hanif kemudian langsung berlari dan mendapatkan atensi dari Nabil. Hanif menunjuk ke depan sambil berlari menuju Arkhan.


Nabil pun inisiatif langsung memberikan umpan datar ke arah Arkhan. Hanif juga melewati Arkhan dari sisi kiri tanpa ragu. Para pemain Malaysia mulai menaruh curiga pada pergerakan Hanif yang tiba-tiba.


Alhasil ketika Arkhan mendapatkan bola, dia mencungkil bola ke atas dan langsung mengarah kepada Hanif yang berlari. Hanif benar-benar mendekati kotak penalti. Namun, pergerakan Hanif pun langsung dihentikan pemain bertahan Malaysia dengan menarik jersey Hanif.


Hanif terjatuh seiring wasit meniup tanda bahwa itu pelanggaran. Titik pelanggaran berada sejauh 21 meter dari mulut gawang.


Dekat dengan busur lingkaran di depan kotak penalti. Hanif juga segera berdiri setelah wasit meniup peluit. Keputusan itu membuat para pemain Malaysia hanya menunduk lemah.


Itu jelas pelanggaran dan mereka dalam bahaya karena Reza maju menuju titik pelanggaran.


“Nampaknya Reza saat ini yang akan mengeksekusi tendangan bebas. Apakah tercipta gol indah darinya? Mari kita tunggu!” ucap Bung Rendra dari Komentator.


Reza bersiap di belakang bola. Dia sendirian. Rekan-rekannya bersiap di kotak penalti, sementara itu pagar pemain Malaysia juga telah siap.


Setelah semuanya siap. Wasit meletakkan peluit di mulutnya dan segera ditiup. Para pemain di kotak penalti mulai bergerak setelah Reza juga berlari kecil menuju bola.


Kali ini kaki kanannya yang akan dia gunakan sebagai kaki eksekusinya. Berbeda dari sebelumnya, Reza ingin mencoba kaki kanannya.


Kaki kiri sebagai tumpuan tubuh berada di dekat bola, kaki kanan diayunkan sekuat mungkin hingga sisi dalam menyentuh bola. Tubuh yang cenderung condong ke depan juga benar-benar siap.


Bola melesat menuju mulut gawang. Kali ini tak ada istilah bola menukik jatuh atau kurva indah. Kali ini bagai peluru, bola melesat lurus ke sudut kanan atas gawang.


Farish sebagai kiper pun hanya mati langkah melihat tendangan lurus bagai peluru itu menghujam jala gawangnya.

__ADS_1


Setelah gol tercipta pun, semua pemain melakukan selebrasi ke sudut lapangan. Reza kembali dengan selebrasi ikoniknya. Dia juga memberi gerakan tambahan dengan mengusap-usap kaki kanannya seraya memberikan raut wajah menyombongkan diri.


Dia menyindir Sulthan Zaky juga menunjukkan bahwa kaki kanannya juga tak kalah kuat dari kaki kiri. Sulthan yang merasa tersinggung hanya tersenyum tipis dengan raut wajah pasrah.


__ADS_2