Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 27 - Laga Kedua!


__ADS_3

Reza sudah berada di lapangan dan bersiap-siap mendengarkan apapun yang diberitahu oleh para pelatih. Dia juga telah siap melakukan latihan kecil dalam waktu sejam tersebut hingga kembali masuk kelas.


Matahari terik benar-benar menusuk kulit. Reza pun berteduh sementara sambil menunggu beberapa rekannya mulai berdatangan. Para pelatih juga sudah memerintahkan untuk semua anggota segera ke ruang taktik.


Reza dan rekan-rekannya pun pergi ke ruang taktik. Saat sampai di ruang taktik, suasana dingin langsung membuat mereka merasa sejuk. Ruangan yang ber-AC tersebut benar-benar nyaman.


Ruang taktik sendiri terdiri dari kursi panjang untuk anggota klub, kemudian ada beberapa lemari yang berjejer di sisi kanan dan kiri. Papan taktik berukuran besar tepat di depan semua orang.


Di sana pelatih Sofyan sedang mengatur pin magnet pada papan taktik. Di bawah pin tersebut terdapat nama.


Semuanya duduk, sementara menunggu pelatih Sofyan terus merangkai pin magnet hingga terjalinnya formasi 3-4-3.


“Baiklah, untuk pertama-tama seperti biasa. Taktik yang akan gunakan adalah umpan-umpan pendek. Formasi ini mendukung melakukan itu.


Kemudian … ada beberapa perubahan pergantian pemain. Seperti Amin diganti Adi Satria. Ada juga di lini tengah Jaka digantikan oleh Angga Pratama yang sebagai gelandang box-to-box!


Nah … kita mencoba merotasi pemain. Jadi saya ingin melihat pemahaman taktik kalian sampai mana ketika rekan kalian sebelumnya tidak ada dan digantikan. Oh iya, Bagus digantikan oleh David Maulana!


Untuk sisanya masih sama seperti saat laga persahabatan melawan SMKN 2!


Dimengerti?!”


“Dimengerti, coach!”


Pelatih Sofyan menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Dia melihat satu demi satu anak asuhnya dengan tatapan tajam.


Dia pun berjalan ke arah Reza. Di sana, seluruh pasang mata sedang menatap keduanya. Pelatih Sofyan yang begitu tinggi terlihat jelas oleh Reza saat duduk.


Reza pun berdiri dan mencoba menatap langsung ke mata pelatih Sofyan tanpa gentar.


“Kau akan saya jadikan eksekutor tendangan bebas!”


Pelatih Sofyan benar-benar memercayai betapa ajaibnya tendangan bebas milik Reza. Meski dia belum terlalu bisa melihat keajaiban itu, tetapi bayangan pada masa depannya terlihat jelas.

__ADS_1


Kiper yang mampu menjaga gawang dari kebobolan, kemudian kiper yang akan menjadi momok menakutkan saat terjadi tendangan bebas!


“Siap, coach!” Reza dengan lantang menyuarakannya.


“Bagus, tapi jangan lupa! Kau juga harus menjaga gawangmu.”


Pelatih kemudian kembali ke depan, dia berdiri di samping papan taktik. Dia kembali mencoba menjelaskan segala tentang taktik formasi 3-4-3 tersebut.


Pergerakan yang harus dilakukan agar begitu kreatif. Tak lupa pula beberapa hal tidak dia beritahu dan anak asuhnya lah yang akan mencari jawabannya.


Setengah jam berlalu, semuanya bubar dan kembali ke kelas. Latihan di lapangan diundur nanti sore.


***


Hari demi hari Reza dan rekan-rekannya berlatih. Mereka masih meneruskan latihan di gym untuk memperkuat tubuh. Reza sendiri adalah orang yang paling merasakan dampak besar.


Dalam seminggu, tubuhnya naik 2 centimeter. Kemudian beberapa lekukan di bagian tubuhnya mulai terisi dengan otot yang kencang, meskipun belum terlalu terlihat oleh mata, tetapi apa yang dirasakan oleh Reza pada tubuhnya berbeda. Reza merasa tubuhnya semakin kuat.


Hari pertandingan kedua Youth Tournament pun datang. Tim SMA Harapan yang berada pada posisi ketiga harus tandang ke SMAN 1.


SMAN 1 sendiri memenangkan pertandingan perdana dengan memasukkan 2 gol tanpa balas saat itu.


Sekarang, demi naik ke posisi puncak klasemen, SMA Harapan harus menang. Tidak, memang mereka diharuskan menang dan melibas semua pertandingan dengan kemenangan. Target pelatih Sofyan yang begitu besar pun diikuti oleh anak asuhnya dengan semangat.


Kembali kepada SMA Harapan yang akan bertamu ke markas SMAN 1 Palu. Setelah perjalanan dengan bus klub selama 15 menit, Reza dan kawan-kawannya pun sampai di sana.


Stadion kecil yang berkapasitas 1.000 orang mulai dipadati beberapa ratus penonton. Meski seperti terlihat hanya pertandingan antar sekolah, tetapi itulah gengsi di setiap penonton.


“Baiklah, waktu sebelum kick-off masih ada 30 menit. Kalian bersiap dan lakukan pemanasan!” Pelatih Sofyan yang masih di dalam bus berucap kepada anak asuhnya.


Lantas setelah pelatih Sofyan turun dari bus, seluruh anak asuhnya mulai satu persatu turun. Mereka juga langsung melihat di lapangan, lawan mereka sedang melakukan pemanasan dan persiapan lebih awal sebab itu keuntungan tim kandang.


Reza dan kawan-kawannya pun menuju ruang ganti untuk melakukan pergantian seragam. Di sana, seragam away milik mereka digunakan. Sebelumnya seragam home yang berwarna merah dengan garis-garis emas diagonal di depan dada, sekarang seragam away memiliki warna emas dengan garis-garis merah vertikal memenuhi bagian depan.

__ADS_1


Reza sendiri memakai seragam away kiper yang berwarna merah dengan pola belah ketupat warna kuning di bagian bawah baju. Sekarang dia untuk pertandingan away dijuluki Laba-laba Merah.


Menit demi menit, pemanasan selesai dilakukan, taktik kembali dijelaskan agar tak dilupakan. Dan pertandingan kedua pada Youth Tournament akan segera dimulai.


Kedua kesebelasan memasuki lapangan didampingi 3 orang wasit yang akan mengawal jalannya pertandingan.


Mereka berbaris dan tepukan tangan dari semua orang terdengar. Setelah berbaris, mereka diharuskan saling bersalaman sebelum pertandingan.


Wasit utama pun memanggil kapten dari kedua tim. Di tim SMA Harapan ada kapten baru, Reza! Dia dipercayakan sebagai pemimpin rekan-rekannya.


Sedangkan dari tim SMAN 1 ada seorang pemuda yang bertubuh besar. Wajahnya terlihat garang diusia yang begitu muda.


Pemain ini memiliki nomor punggung 4 dan berposisi sebagai bek. Dia bernama Adrian.


Sosok tembok besar dari SMAN 1! Dia adalah pemain senior, sebab dia berada di kelas 12 dan tahun depan adalah hari kelulusannya.


“Baik, kamu sisi warna biru dengan lambang Youth Tournament, kemudian kamu sisi warna kuning dengan lambang OSIS!” Wasit menunjuk Reza sebagai sisi biru dan Adrian sisi kuning.


Koin tos dilakukan, koin berputar di udara beberapa saat sebelum sang wasit membiarkan koin itu terjatuh di atas rumput. Reza dan Adrian melihat, sisi berwarna kuning yang muncul berada di atas.


Sontak si wasit mengambil koin itu dan menanyai Adrian.


“Sisi lapangan mana?”


Adrian menunjuk sisi lapangan kanan. Akhirnya tim yang melakukan kick off terlebih dahulu adalah SMA Harapan dikarenakan pilihan dari Adrian yang mengambil sisi lapangan kanan.


Reza dan Adrian berfoto bersama dengan wasit terlebih dahulu. Kemudian mereka langsung menuju ke posisi masing-masing.


Bola sekarang ada di tengah lapangan, di sana David sudah bersiap melakukan kick off.


Wasit melihat jam di tangannya, peluit telah siap di mulutnya. Beberapa saat kemudian, si wasit meniup peluitnya tanda kick off segera dimulai.


David pun langsung mengumpan ke belakang. Di sana, ada Teguh yang menerimanya seraya terus melakukan pemindaian lapangan yang harus dia lakukan sebagai seorang playmaker.

__ADS_1


Laga kedua SMA Harapan di Youth Tournament pun dimulai.


__ADS_2