
Kini Hanif sedang berjalan kembali untuk segera pulang karena sudah sangat larut apalagi mengingat dirinya akan pergi ke Bandung.
''Om Hanif.'' Raja berteriak dari pintu kamarnya.
Seketika Hanif berhenti. Hanif tersenyum karena anak kecil itu terlihat berlari menghampiri dirinya.
''Om ini untuk aunty Syifa.'' Raja memberikan secarik kertas yang entah apa isinya namun membuat Hanif seketika tersenyum.
''Baiklah. Kalau begitu om akan kembali, kembalilah ke kamar om akan sampaikan ini untuk aunty Syifa.'' Hanif tersenyum menatap Raja yang hanya menganggukkan kepalanya.
Hanif mengusap puncak kepala Raja dan ia pun kembali dengan bahagia.
Hanif melangkahkan kakinya kembali menuju mobil ia sudah sangat tidak sabar untuk segera bertemu dengan istrinya.
Senyum yang sejak dulu jarang ia perlihatkan kini kembali lagi karena Syifa yang selalu membuat harinya berwarna. Hanif segera melajukan mobilnya meninggalkan panti asuhan nusa dan beralih ke jalanan.
Ia menjalankan mobil dengan kecepatan sedang karena kini jalanan tidak terlalu banyak pengendara menjadi dengan leluasa ia menjalankan. Ia akan kembali ke rumah sebelum ia akan pergi ke Bandung. Bagaimana pun ia tidak ingin membuat ummi nya merasa khawatir.
Dua jam perjalan kini Hanif telah sampai di pintu gerbang pesantren dengan cepat mang Ali segera membukakan pintu nya.
''Terima kasih mang.''
''Sama-sama den.''
Ia memarkirkan mobilnya di depan rumah dan segera turun. Hanif berjalan ke arah rumah dengan cepat karena kini sudah memasuki isya.
''Assalamu'alaikum ummi.'' Salam Hanif pada ummi namun tak adab jawaban mungkin ummi sedang shalat membuat Hanif beralih ke dapur untuk segera mengganjal perutnya karena rasa lapar yang sejak tadi ia rasakan.
''Kamu dari mana han?'' tanya ummi pada putranya. Ummi menatap Hanif yang kini sedang melahap makanan di depannya.
''Ummi, tadi aku ke panti dulu sebentar. Oh ya nanti sebelum subuh aku akan berangkat pergi ke Bandung ummi.'' Hanif memberitahu ummi karena ia tidak ingin kepergiannya tidak diketahui ummi dan juga abi.
''Kenapa mendadak sih, mungkin ummi akan menemani kamu dan juga abi.''Tutur ummi karena ia sendiri sangat merindukan menantunya itu.
''Gak apa-apa ummi kita bisa kembali mengunjungi Syifa jika ummi mau.'' Tutur Hanif berkata
''hmmm.'' Ummi hanya menjawab dengan gumaman ia pun akhirnya duduk dan menemani putra nya makan.
''Han abi ada undangan pengajian, bagaimana jika kamu antar abah soalnya lumayan jauh.'' Abah berkata dari balik ruangan abah baru saja pulang dari masjid ia pun segera bergabung dengan anak dan juga istrinya.
''Duduklah abi kita makan dulu.'' Ummi segera menyiapkan makan untuk suaminya.
__ADS_1
''Baik abi,'' Hanif hanya menjawab tanpa banyak bertanya karena ia merasa sangat lapar.
''Abi, Hanif akan pergi ke Bandung. Bagaimana jika Abi di antara oleh Ustadz Musa saja?'' Ummi menyarankan karena mengingat Hanif akan berangkat ke Bandung esok dini hari sekali. Ummi hanya khawatir jika Hanif di sibukkan dengan bepergian ia kurang istirahat.
''Tidak apa-apa ummi lagian aku hanya akan mengantar saja.'' Jawab Hanif karena ia tidak ingin jika abi malah akan pergi sendiri.
''Kenapa kamu tidak bilang han, mungkin kita bisa bersama berangkat.''
''Tidak apa-apa abi lagian aku juga mendadak mungkin abi dan ummi juga butuh persiapan.''
Mereka pun makan kembali setelah abi memutuskan untuk berangkat bersama ustadz Musa karena memang ia sendiri tidak ingin jika Hanif merasa lelah.
.
.
Abi dan ummi kini berangkat ke acara pengajian yang biasa mereka hadiri bersama Ustadz Musa. Hanif yang sejak tadi ingin mengantar abi dan ummi nya kini hanya bisa pasrah memang ia sendiri merasa lelah apalagi esok ia akan pergi menemui istrinya.
Hanif melangkahkan kakinya ke tangga yang menghubungkan dengan kamarnya. Ia berjalan perlahan dan segera memasuki kamarnya.
Hanif segera merebahkan badannya di atas kasur ia memejamkan matanya yang sejak tadi merasa kantuk yang ia tahan. Untung saja ummi dan abi berangkat dengan Ustadz Musa karena kalau tidak sudah dipastikan ia akan sangat mengantuk.
.
.
Syifa dan ke tiga sahabatnya kini mereka akan kembali ke kamarnya setelah mereka selesai mengaji.
Mereka berjalan bersama hingga pintu kamar mereka kini telah di depan mata mereka.
''Aku mau langsung ke kamar ya aku ngantuk banget.'' Ucap Syifa karena ia sendiri merasa sangat ngantuk entah karena ia selalu menangis hingga kini matanya terasa lelah berbeda dengan hari-hati biasanya.
Syifa berjalan masuk ke dalam kamarnya meninggal kan ke tiga sahabatnya yang masih berada di luar menikmati udara malam dengan langit yang sangat indah dengan taburan bintang di atas sana.
''Yah gak asik dong.'' Arin berkata sedikit protes karena ia ingin mengobrol bersama.
''Udah lah biarin.'' Ucap Desi tidak ambil pusing karena kasihan juga Syifa mungkin masih membutuhkan istirahat,
.
.
__ADS_1
Malam telah berlalu kini menunjukan pukul tiga dini hari.
Syifa merasa baru saja tidur kini ia sudah terbangun lagi karena memang kebiasaan dirinya akan melaksanakan shalat tahajud.
Syifa berjalan perlahan ke arah kamar mandi untuk memasuki wajahnya dan segera berwudhu.
Syifa kini kembali mengingat kebersamaan ia bersama Hanif. Sangat indah sekali ketika ia bangun sedangkan suaminya sudah lebih dulu bangun dan menantinya untuk shalat tahajud bersama.
''Aku rindu mas.'' Lirih Syifa pelan
Kini ia telah selesai melaksanakan wudhu dan segera berjalan kembali ke kamar nya. Terlihat ke tiga sahabatnya masih tertidur pulas membuat Syifa kembali berjalan perlahan ke arah sajadah nya yang lebih dulu ia gelar.
.
.
Hanif baru saja selesai shalat sunnah yang selalu ia kerjakan ia segera berganti pakaian dengan pakaian santai nya tidak lupa ia mengenakan jaket untuk menghangatkan tubuhnya.
Lima belas menit berlalu ia telah siap untuk berangkat Hanif berjalan menuruni tangga terlihat ruangan yang masih sangat sepi biasanya terdengar suara ummi atau abi yang hendak pergi ke masjid tapi kini mereka masih belum terlihat membuat Hanif harus pergi ke kamarnya untuk berpamitan.
''Kamu jadi berangkat nak?'' tanya ummi karena ia melihat putranya sudah terlihat rapih.
''Iya ummi, aku kira ummi dan abi masih tertidur karena lelah.''
Ummi hanya tersenyum ia sebenarnya ingin sekali ikut pada putra nya untuk menemui Syifa tapi kini ia mengurungkan niatnya mengingat jika Hanif mengingat mungkin Hanif ingin waktu hanya berdua bersama Syifa.
''Kenapa ummi senyum-senyum?''
tanya Hanif karena ia merasa curiga.
''Enggak ummi hanya berharap jika kalian segera dapat bersama kembali, ummi ingin sekali segera menimang cucu.''
''Ummi yang Sabar. Hanif akan segera menjemput Syifa kembali setelah Syifa selesai bersekolah. Kalau begitu Hanif pamit ummi, abi.''
Hanif menyalami ke dua orang tuanya setelah abi datang menghampirinya. Ia berjalan dan melangkahkan kaki nya ke arah dimana mobilnya ia parkiran dan segera masuk.
Ada rasa bahagia yang kini ia rasakan. Rasa rindu yang sudah sejak lama ia tahan untuk bertemu dengan istri tercintanya.
''Semoga kita akan segera bersama kembali.'' Ucap Hanif dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
......................
__ADS_1