
Beberapa menit telah berlalu jalanan yang sedikit ramai membuat Yusuf harus bersabar untuk melintasi jalan ke arah kantor nya. Hingga akhirnya kini ia telah sampai karena macet yang ia alami tidak parah mungkin karena saling beradu kendaraan yang juga hendak pergi di jam-jam waktu kerja.
Yusuf memarkirkan mobilnya dengan dengan rapih ia turun dari dalam mobil yang ia kendarai dan kembali merapikan pakaian yang ia kenakan sebelum akhirnya ia hendak masuk ke dalam bangunan yang sudah sejak lama ia tinggalkan.
Yusuf menatap bangunan itu sudah beberapa bulan ia memberikan semua tanggung jawabnya pada adik nya dengan penuh karena ia sendiri kembali fokus pada pondok yang menjadi pusat utama nya.
''Selamat pagi pak.'' Seorang penjaga pintu itu membungkukkan badan nya memberi salam dengan hormat kepada sang pemilik perusahaan.
''Pagi mas.'' Ucap Yusuf menjawab salam dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya dan segera masuk ke dalam.
Terlihat beberapa pegawainya yang melihat ke arah Yusuf dengan hormat mereka memberikan salam nya hingga Yusuf dengan langkah kaki panjang nya segera berjalan ke arah lift yang akan membawanya pada ruangan keberaran nya.
Banyak terdengar suara karyawan yang memuji pemuda itu dengan kagum sosok Yusuf mampu membuat para karyawan nya mengagumi karena selain paras yang memang ganteng ia juga baik terlebih mereka yakin jika Yusuf memang berhati baik bayangkan saja ia tidak khawatir jika perusahaan nya di tangani langsung oleh adik nya. Meski Adi juga adalah pemimpin yang baik tak jauh berbeda dari Yusuf tapi Yusuf mendapat nilai lebih apalagi mereka tahu jika Yusuf adalah seorang Ustadz sudah di pastikan ia sangat sempurna.
Para pegawai nya saja harus mengenakan pakaian tertutup bahkan karena aturan yang Yusuf buat tidak sedikit dari para karyawan nya memutuskan berhijab sepenuh nya bukan hanya saat mereka bekerja.
Lift yang mengangkut tubuh Yusuf kini telah berhenti dan terbuka membuat Yusuf segera keluar dan beranjak pergi ke ruangan nya karena Adi sudah menunggu dirinya.
''Assalamualaikum.'' Salam Yusuf ketika ia masuk ruangan nya karena Adi tetap berada satu tuangan bersamanya kala itu.
''Waalaikumsalam, aku kira kakak gak akan ke kantor hari ini karena sudah siang.'' Ucap Adi karena biasanya Yusuf akan pagi ke kantor atau berangkat bersama dirinya.
''Jadi lah tadi sedikit ada kendala. Oh ya bagaimana dengan kontrak kerja yang kemarin?'' tanya Yusuf karena ia tidak bisa menghadiri saat hari kemarin karena urusan yang mendadak.
''Sudah kak bahkan sudah aku berikan seperti yang kakak inginkan.'' Ucap Adi dengan tetap fokus pada benda lipat di hadapan nya.
''Oke bagus.'' Yusuf mendudukkan dirinya di sofa ia merasa sedikit lega. Akhir-akhir ini Yusuf merasa lebih nyaman ketika ia berada di kantor karena ia merasa kurang nyaman ketika ia berada di pondok apalagi ketika ia harus bertemu dengan Arumi membuat ia merasa sangat canggung.
__ADS_1
Yusuf sendiri sudah menerima dengan baik bahkan Arumi tapi karena sikap ummi ingin segera ia menikah membuat Arumi kadang-kadang sering membuat Arumi ke rumah nya hanya sekedar membantu ummi di rumah membuat ia sering bertemu jika dk berada si rumah.
Yusuf sudah pernah berbicara hal itu pada ummi ia bukan nya tidak ingin tapi jika ia harus sering bertemu tidak baik juga untuk mereka karena belum sah. Dan perkataan itu malah membuat ummi semakin berusaha agar dirinya segera menikahi Arumi agar ummi bisa selalu bersama Yusuf karena ummi takut jika kejadian nya sama seperti Syifa dulu.
''Kak harusnya kakak segera cari pekerja yang cocok aja buat sekretaris biar kakak istirahat aja di rumah. Kakak sudah terlalu banyak beban biar Adi yang handel semua urusan kantor kakak pikiran pernikahan kakak aja.'' Sahut Adi bersuara.
Namun perkataan itu membuat Yusuf terasa pening lagi bukan nya ia hilang pikiran nya malah di buat runyam lagi. Yusuf hanya ingin menikah di saat Arumi sudah lulus hanya itu saja.
''Kamu malah makin cerewet kayak ummi aja di.'' Ucap Yusuf yang kini memejamkan matanya.
''Iya gak ada salah nya kan kak, aku sudah punya rekomendasi untuk jadi skertaris.'' Adi mengusulkan.
''Ya nanti aja, lagian kakak belum butuh.'' Jawab Yusuf santai.
Yusuf berjalan ke arah balkon ia memandangi langit yang kini terlihat mulai menampakkan sinar matahari karena sudah siang. Cuaca yang terbilang panas membuat Yusuf segera duduk di kursi luar dan memainkan ponsel nya dan membiarkan Adi yang bekerja.
Dering ponsel kini menyadarkan Yusuf dari lamunan nya membuat Yusuf segera mengangkat panggilan tersebut.
''Waalaikumsalam.'' Jawab Yusuf menerima salam dari sebrang telepon.
''Oh ya terima kasih. Baik nanti saya ke sana.'' Yusuf kembali menutup panggilan nya.
Ada rasa senang yang kini ia rasakan entah perasaan apa namun kini ia benar-benar merasakan hal itu mungkin hal seperti itu juga yang Hanif rasakan ketika ia benar-benar telah sah melamar wanita yang dulu ia cintai.
Yusuf segera bangun dari duduk nya dan kembali masuk ke dalam ruangan nya.
''Aku harus pergi dulu.'' Ucap Yusuf pada sang adik yang masih sibuk dengan laptop nya.
__ADS_1
''Iya.'' Jawab Adi tanpa sedikit pun menoleh.
Memang seperti itu lah mereka karena Adi memang jarang berbicara orang nya namun membuat hak itu membuat sedikit keuntungan untuk Yusuf karena ia tidak menjadi pusing ketika harus satu ruangan dengan adik nya. Tapi sekali Adi berbicara ia seolah seperti ummi memang sikap nya tidak terlalu jauh berbeda hanya jika ummi memang lebih banyak berbicara.
Yusuf melangkahkan kaki nya ke lift dan segera memencet tombol lantai dasar.
Tak berselang lama akhirnya ia telah sampai dan berjalan ke luar untuk segera pergi ke mobilnya.
Kini ia telah sampai ia segera menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaan miliknya dan beralih ke jalanan.
Hanya tiga puluh menit saja ia akan sampai ke tempat tujuan nya.
Hatinya kembali merasakan hal aneh bahkan kini bibirnya mulai melengkung menampilkan senyum di bibir nya.
Tiga puluh menit telah berlalu kini ia telah sampai tujuan dan memarkirkan mobilnya di depan toko perhiasan yang hendak ia datangi.
''Siang pak. Mau ambil pesanan ya.'' Sahut pelayan itu karena ia sudah mengetahui kedatangan nya.
''Iya mbak.'' Jawab Yusuf mengiyakan.
Pelayan itu segera mengambil satu kotak perhiasan yang berada di bawah ia memberikan pada Yusuf untuk ia lebih dulu.
Yusuf menerima kotak perhiasan itu terlihat sangat indah kalung yang memperlihatkan model yang simpel membuat semakin indah.
Yusuf segera membayar nya dan memasukan perhiasan itu ke dalam saki jas nya dan segera masuk ke dalam mobilnya.
Ada perasaan bahagia ketika ia menerima perhiasan itu pada tangan nya. Ia merasa ingin segera memberikan perhiasan itu pada wanita yang telah menerima lamaran nya.
__ADS_1
......................