Ustadz Impian

Ustadz Impian
Bab 93


__ADS_3

Aku akan panggil kan dulu Andrian dulu ya saya permisi.


Rosa membalikan tubuhnya untuk memanggil putra dan menantunya namun saat ia membalikan tubuhnya ia merasa terkejut karena mereka telah berada di sana.


''Andrian, Nadia.'' Ucap Rosa terhenti ia takut jika Nadia mendengar perkataan temannya itu dan menjadi salah paham.


Andrian mengedipkan matanya memberi kode pada sang mama kalau semuanya akan baik-baik saja.


Andrian sendiri ia merasa terkejut karena teman mama nya itu berbicara seperti itu padahal sudah jelas jika dirinya sudah menikah. Tapi ia juga tidak ingin membuat keributan karena masalah sepele biar saja orang di hadapannya itu berkata apa pun ia kini tidak peduli.


''Ayo sayang, kita makan.'' Rosa mengajak menantunya untuk segera bergabung di meja makan.


Rosa bahkan menuntun Nadia dengan lembut ia menunjukan jika dirinya setuju dengan pernikahan putranya.


''Iya mam.'' Jawab Nadia pelan.


Nadia memang sedikit kesal karena ucapan tamu sang mama mertuanya tapi ia bersyukur karena mama mertuanya ternyata menyayangi dirinya dan tidak menghiraukan ucapan temannya.


Nadia dan Andrian pun ikut bergabung dan mendudukkan dirinya di samping sang mama mertua.


''Andrian, selamat ya atas pernikahan kalian. Tante ikut senang.'' Ucap tamu itu setelah ia melihat Andrian dan menyalami anak dari temannya tanpa berniat menyalami Nadia yang sama baru saja bergabung.


Sontak perbuatannya itu menjadi pusat perhatian.


Semua orang yang berada di sana seakan terlihat kesal namun teman dari mami nya Andrian seolah ia tidak melakukan hal yang salah dan tetap bersikap biasa saja.


Terima kasih tante.'' Ucap Andrian dengan senyum di wajahnya meski hatinya sedikit kesal karena tingkah teman mami nya.


Ummi Nur kini menatap putrinya dengan lembut ia tahu jika kini putrinya merasa tidak nyaman.


''Ayo sebaiknya kita mulai saja makannya.''Ucap Atif yang lebih dulu menyantap hidangan di depan dirinya. Tak lama mereka pun makan bersama menikmati hidangan sepesial untuk mereka.


Mereka makan dengan dengan tenang namun terkadang ada obrolan terselip di antara keluarga mereka. Bahkan Nadia sendiri ia ikut dalam obrolan yang kini melibatkan dirinya.

__ADS_1


''Oh jadi kamu itu hanya seorang guru pengajar di pondok, sayang sekali Andrian padahal banyak wanita yang mengejar cinta kamu bahkan tak jarang yang ingin menjadi istrimu.''


Andrian sudah tak tahan dengan segala omongan yang kini ia dengar apalagi di saat ia mendengar seseorang merendahkan istrinya.


Mira merasa sangat malu karena dia adalah teman baik nya dan baru kali ini ia mendengar ucapan yang sangat tidak berkenan di hatinya.


''Tante, tante bisa kan tidak merendahkan istri saya.'' Ucap Andrian tegas ia menyimpan kembali sendok yang kini ia pegang Andria bahkan kini selera makannya terasa hilang begitu saja.


''Oh maaf Andrian bukan maksud tante begitu, hanya saja tante mengutarakan yang sebenarnya.''


''Jeng sudah aku mohon kita makan lagi aja.'' Ucap Rosa meski hatinya ingin sekali mengusir wanita yang kini berada di samping nya.


''Nadia tante minta maaf ya karena omongan tante memang suka gak ke kontrol tapi bukan maksud tante menyakiti perasaan kamu.'' Tutur ibu itu. Nadia hanya diam bahkan ia tidak menanggapi nya ia menang sakit hati dengan perkataan yang keluar dari mulut nya.


''Aku ijin ke kamar ya mam,'' Ucap Andrian pada mamanya dan ia mengajak Nadia tanpa berkata apapun.


Iya menarik lengan Nadia dan Nadia menerima nya mereka pun berdiri meninggal kan orang-orang yang masih berkumpul di sana.


''Aku minta maaf Nad, jika kehadiran tamu mama membuat kamu menjadi tidak nyaman.'' Andrian memberikan pengertian ia tidak tahu apa yang harus ia katakan meski ia tidak berbuat salah tapi bagaimana pun wanita yang tadi berkata menyakiti istrinya adalah tamu mamanya.


''Aku tidak apa-apa ko mas, lagian kamu tidak perlu minta maaf sama aku karena itu bukan kesalahan kamu.'' Pinta Nadia karena Andrian sama sekali tidak menyakiti nya.


Acara makan-makan kini telah selesai bahkan tamu mamanya kini telah kembali pulang.


''Saya minta maaf ummi, abi bagaimana pun wanita yang tadi datang adalah teman baik aku.'' Ucap mama Rosa meminta maaf kepada keluarga Nadia.


''Tidak apa, itu semua bukan salah mu.'' Ucap Abi pada mama rosa.


Mama Rosa merasa sangat tidak enak hati dengan kejadian yang menimpa menantunya ia sendiri tidak menyangka hal seperti akan terjadi di acara pernikahan putranya.


''Biarlah seseorang yang merendahkan derajat orang lain tidak lebih baik dari dia yang terendah kan semoga saja Andrian bisa menenangkan Nadia.'' Ucap Atif karena ia sendiri merasa tidak nyaman melihat menantunya di rendahkan.


.

__ADS_1


.


''Yus aku akan kembali ya.'' Ucap Hanif yang mengalami Yusuf ia pun keluar dari rumah abah dan menghampiri mobilnya.


''Mas.'' Syifa kini berada di hadapan nya sesaat Hanif akan membuka pintunya.


''Kenapa keluar ini sudah larut malam.''


Syifa tersenyum dan menghampiri Hanif yang diam mematung di dekat mobilnya.


''Aku hanya ingin mengucapkan selamat jalan kamu hati-hati ya mas di jalan.'' Ucap Syifa yang kini berdiri di dekat Syifa.


Sementara di belakang nya ada Yusuf yang mengantar Hanif sampai mobil dan juga Arumi yang mengantar Syifa ke halaman rumah abah karena memang sudah malam.


''Mas akan hati-hati sayang, kamu hati-hati di sini dan jaga kesehatan kamu yang terpenting jangan nakal kamu sudah nikah.'' kekeh Hanif pelan ia sangat merasa sedih sekali dengan perpisahan yang harus mereka jalani.


Hanif membawa Syifa dalam dekapannya dan menciumi puncak kepala Syifa ia sangat menyayangi dirinya.


''Mas aku malu ada Ustadz Yusuf dan Arumi di sana.'' Cicit Syifa pelan karena ia sangat malu.


''Sebentar saja sayang, aku akan merindukan pelukan mu.''


Syifa pun akhirnya tidak bisa menolak permintaan suaminya hingga akhirnya Hanif melepas kembali Syifa.


''Kamu baik-baik di sini.'' Hanif mengusap puncak kepala Syifa dan mulai masuk ke dalam mobilnya.


Ia pun akhirnya menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan area pesantren dan beralih ke jalan kota Bandung.


Hanif kini sedang dalam perjalanan untuk kembali ke Hotel karena kedua orang tuanya masih berada di sana dan ia akan tidur bersama kedua orang tuanya di penginapan sesuai rencana nya.


Jalanan yang sudah mulai tidak terlalu banyak kendaraan di sana membuat Hanif dengan mudah menuju tempat tujuan.


......................

__ADS_1


__ADS_2