Ustadz Impian

Ustadz Impian
Bab 57


__ADS_3

Aris pun mengucap syukurnya karena ia merasa sedikit lega meski ia sama sekali tidak menyangka jika putrinya akan di lamar dalam waktu dekat. Tapi ia pun bersyukur karena melihat kebahagian yang ia lihat dari keluarga Hanif yang menerima putrinya dengan baik.


Meski Aris belum mengetahui siapa Hanif sebenarnya tapi ia tahu jika laki-laki yang menjadi calon menantunya itu adalah sosok laki-laki yang sangat baik.


Ummi pun melepas kembali pelukannya dan mengusap bulir bening yang jatuh dari sudut matanya. Jelas ummi begitu bahagia ia sangat terharu dengan apa yang ia rasakan.


''Aku turut berbahagia Han, semoga Allah mempermudahkan jalan mu untuk segera menikah dengan Syifa.'' Tutur Yusuf yang menampilkan senyumnya. Yusuf akan berusaha bahagia meski terasa menyesakan di dalam dadanya.


''Terima kasih yus, aku juga doakan semoga kamu segera mendapatkan calon istri yang sholehah.'' Doa Hanif yang segera mendapat aamiin dari tiga keluarga itu.


Syifa yang sejak tadi diam ia sangat tahu perasaan Ustadz Yusuf yang mungkin kini terluka kembali karena dirinya. Namun Syifa tidak bisa berkata apa-apa ia hanya menjadi pendengar di ruangan itu yang merasakan kebahagiaan atas pertunangan mereka.


Beberapa jam telah berlalu Syifa yang memang akan kembali pulang ke kediamannya mereka pun berpamitan kepada keluarga abah.


Sementara keluarga Hanif pun yang hendak kembali ke kediamannya mendapat undangan untuk berkunjung terlebih dahulu ke rumah Syifa.


Aris sengaja mengundang keluarga Hanif ke rumahnya untuk menyambut keluarga Hanif yang akan menjadi besannya.


Syifa yang tengah masuk di dalam mobilnya ia menatap kembali cincin yang kini menjadi pengikat hubungan mereka. Ia menyandarkan kepalanya ke kursi dan terus menatap cincin yang sudah terpasang di jari manisnya.


Cincin yang terlihat begitu indah membuat ia kembali mengingat kejadian yang hari ini ia alami. Ada perasaan yang mengusik hatinya entah perasaan apa yang kini ia rasakan.


Syifa merasakan sedikit bahagia ketika ia melihat Ustadz Hanif namun tidak dapat di pungkiri ia pun terkejut dengan apa yang terjadi.


''Semoga kamu akan mendapatkan kebahagiaan bersamanya.'' Tutur Aris yang kini duduk di samping Syifa.


Syifa pun menatap wajah sang ayah yang selalu ia rindukan. Syifa pun mengangguk dam tersenyum pada Aris yang kini mengusap puncak kepalanya.


''Apa ayah setuju dengan pertunangan aku?'' tanya Syifa menatap lembut ayahnya.


''Tentu sayang, ayah sangat setuju meski ayah terkejut karena putri ayah kini sudah memiliki calon suami.'' kekeh Aris pelan dan segera melajukan mobilnya meninggalkan pondok pesantren yang menjadi saksi cinta putrinya itu.


Aris yang melakukan perjalanan dengan kecepatan sedang karena di belakang mobil Hanif yang mengikuti kemana mereka akan pergi.


.

__ADS_1


Dua jam telah berlalu. Langit yang sejak tadi terlihat cerah kini dalam sekejap berubah menjadi abu-abu awan yang terlihat sedikit mendung seakan akan menurunkan hujan dengan lebat.


Syifa yang kini terlelap di kursinya karena ia merasa sedikit lelah Aris biarkan begitu saja ia juga memberikan waktu untuk putrinya beristirahat.


Aris menatap tubuh mungil itu dengan seulas senyum yang yang menghiasi wajahnya. Meski Syifa yang terlihat belum ingin menceritakan siapa sosok lelaki yang kini akan menjadi calon suaminya tapi yang Aris tahu ia adalah sosok lelaki yang baik.


Aris merasa tidak khawatir jika Syifa akan menikah dengannya. Entah kapan putrinya itu akan menikah hanya waktu yang akan mempersatukan mereka.


.


Aris mengusap puncak kepala Syifa ia sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada putrinya.


Kini mereka mulai memasuki kota ibu kota itu jalanan yang sedikit padat itu membuat siapa saja harus bersabar untuk melajukan kendaraan mereka.


Seakan Jakarta dan macet itu tidak dapat di pisahkan. Seakan sudah menjadi makanan sehari-hari mereka.


Untunglah tidak berselang waktu yang lama kendaraan itu mulai merangkak maju kembali.


lima belas menit berlalu akhirnya mereka pun telah sampai di kediaman Syifa.


Kini mobil yang mereka tumpangi telah terparkir rapih di depan rumah yang hanya di huni oleh dua orang itu.


Ibu Syifa yang menyambut kedatangan putrinya ia sedikit heran karena ada mobil lain yang juga ikut bersama dengan suaminya.


Syifa yang sudah terbangun sebelum memasuki area rumahnya kini ia dengan cepat ia turun.


''Assalamualaikum bu,'' Syifa pun segera menyambut uluran tangan sang ibu dengan senang hati ia pun segera memeluk tubuh wanita itu dengan bahagia.


Seulas senyum Hanif tampilkan ia begitu bahagia melihat Syifa yang kini berada di dekapan sosok wanita yang berada di hadapannya. Hanif merasa jika itu adalah ibunya.


Mira pun melerai pelukannya dan memperhatikan siapa yang bertamu ke rumahnya itu.


''Mari pak, buk silahkan masuk!'' tutur Mira menyambut kedatangan mereka.


''Apa ibu masih sakit?'' ayah bilang ibu sakit jadi gak bisa ikut untuk jemput aku.

__ADS_1


''Alhamdulillah ibu sudah lebih baik ko mungkin ibu hanya masuk angin.'' Tutur Mira yang berjalan masuk kedalam rumahnya.


Hanif dan juga keluarganya di sambut dengan baik mereka begitu bersyukur karena keluarga Syifa dapat menerima keluarganya dengan sangat baik.


Ia pun duduk bersama di ruang tamu bersama ayah Syifa dan mengobrol. Sementara Syifa ia pun membantu ibunya untuk menghidangkan makanan untuk tamunya itu.


'


Syifa yang telah kembali dengan nampan berisi teh dan kopi ia pun menghidangkan dengan perlahan di meja yang berada di hadapan calon keluarga barunya itu.


''Terima kasih nak, ummi merepotkan kamu.'' Tutur ummi yang tersenyum menatap calon mantunya itu.


Syifa pun membalas senyuman itu dan duduk di samping ayahnya.


Mira yang berada di belakang Syifa ia pun menyimpan berbagai cemilan.


''Silahkan pak, bu.'' Mira pun duduk di kursinya memperhatikan siapa tamu itu yang sejak tadi ia ingin tanyakan.


''Mir, ini adalah keluarga Abi abdullah dan juga Ummi kulsum mereka itu adalah calon ibu mertua anak kita.''


''apa, maksud mas? ''


Mira begitu kaget dengan apa yang ia dengar.


Aris yang tahu jika istrinya itu sedang tidak sehat ia pun menceritakan kejadian tadi siang dan menjelaskan semuanya. Aris mengutarakan maksudnya kepada Mira ia mengajak keluarga Hanif untuk mengenalkan kepada istrinya dan juga memberinya waktu untuk beristirahat di kediamannya untuk hari ini.


Meski Mira sedikit syok tapi ia menerima semuanya. Karena tidak ada yang lebih berharga dari pada kebahagiaan putrinya.


Ashar telah berlalu Syifa yang tadi telah beristirahat ia pun kembali turun dari kamarnya ia mendapati sosok lelaki yang kini menatapnya.


Ada perasaan yang aneh yang kini ia rasakan bahkan debaran jantung yang terus berdetak begitu kencang kini membuatnya sedikit gugup.


Seulas senyum yang Hanif tampilkan saat mendapati wajah calon istrinya yang terlihat baru bangun tidur.


Hanif akan menginap di kediaman Syifa dan besok ia akan kembali bersama keluarganya.

__ADS_1


......................


__ADS_2