
Acara ijab qobul pun telah selesai kedua pengantin itu kini tengah di pelaminan untuk menyambut para tamu undangan.
''Syifa, kenapa Syifa ada di sini.'' Batin Yusuf berbicara.
Yusuf melihat ke dua orang tua Syifa ia pun berniat untuk menemui ke dua orang tuanya bagaimana pun ia sudah mengenal pada kedua orang tua Syifa.
Yusuf melangkahkan kakinya ke arah Syifa yang kini sedang asik mengobrol dengan kedua orang tuanya. Namun langkahnya kini terhenti saat Yusuf mendapati Hanif yang baru saja menghampiri Syifa dan mengelus punggung Syifa dengan mesra bahkan Hanif tak sungkan untuk memegang tangan Syifa dan membawanya pergi ke pelaminan.
Yusuf benar-benar tidak menyangka dengan pemandangan yang kini ia lihat ia merasa sakit ketika perlakuan Hanif yang ia tunjukan kepada wanita yang sangat ia cintai.
Meski Yusuf sudah tahu tak mungkin ia akan mendapatkannya kembali karena memang Hanif sudah bertunangan dengan Syifa.
''Yus.'' Ummi menyadarkan Yusuf dari lamunan nya.
''Iya ummi.'' Yusuf berbalik dan menatap wajah ummi yang selalu membuatnya merasa tenang.
''Kita ke pelaminan dulu untuk mengucapkan selamat habis itu biar kita pulang ummi merasa kurang enak badan.'' Pinta ummi pada Yusuf karena memang sebelum keberangkatan mereka ke pernikahan Nadia, ummi terlihat sedikit pucat.
''Baik ummi kalau begitu ayo.''
.
Syifa baru saja menginjakan kakinya di pelaminan sang kakak sepupunya kini Nadia lah yang terlihat terkejut karena kedatangan Syifa di pernikahan nya.
''Syifa.'' Ucap Nadia yang kini menatap Syifa.
''Kamu sudah kenal sayang? baru saja aku mau memperkenalkan Syifa pada kamu.'' Terang Andrian yang kini berdiri menatap Syifa.
''Kamu sudah kenal sama Syifa?'' tanya Nadia berbaik pada suaminya.
''Iya Nadia, Syifa ini adalah Adik sepupu aku dan ini Hanif adalah suaminya.'' Jelas Andrian dengan senyum lebar nya.
Hanif dan Syifa tersenyum kepada Sepasang pengantin yang baru saja sah.
''Ustadzah selamat ya.'' Ucap Syifa yang kemudian menyalami kedua mempelai namun Andrian yang terbiasa sejak kecil dengan Syifa ia pun memeluk Syifa layaknya kepada seorang adik.
Hanif sedikit terkejut dengan reaksi Andrian. Ia sendiri merasa risih dengan perlakuan Andrian kepada Syifa istrinya. Bagaimana pun mereka bukan muhrim dan setiap laki-laki maupun perempuan haruslah menjaga jarak mereka meski ikatan saudara diantara mereka.
''Kak selamat ya.'' Ucap Hanif agar Andrian segera melepas pelukan dari sang istri.
__ADS_1
Benar saja Andrian langsung melepas sang adik sepupunya dan kini malah memeluk Hanif. namun Hanif bersikap biasa saja.
''Sama-sama makasih ya kalian sudah datang. semoga kalian juga menjadi pasangan yang saling menyempurnakan dan maaf ya saat kalian nikah aku gak datang.''
Syifa hanya tersenyum ia pun segera mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen bahagia kakak sepupunya.
Yusuf dan ummi kini tengah berada di pelaminan ummi sendiri terkejut karena ia melihat Syifa dan juga Hanif terlihat sangat dekat bahkan terlihat tidak sungkan.
''Ummi.'' Syifa kini menatap ummi dan juga abah bahkan ia melihat Yusuf yang kini menghampirinya.
''Kamu apakabar nak?'' Tanya ummi sebelum ia menyalami ke dua pengantin baru itu.
''Alhamdulillah baik ummi, oh ya ummi Syifa duluan ya.'' ucap Syifa karena kini terlihat beberapa orang hendak memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin.
Syifa pun berjalan meninggalkan ummi karena ia sudah melihat ummi mengangguk menyetujui. Ia pun menggandeng tangan Hanif yang kini setia menantinya.
Acara demi acara telah mereka lewati kini Syifa dan Hanif hendak kembali ke pondok karena dirinya harus kembali.
Ummi dan abi tidak ikut mengantar karena mereka beristirahat di hotel bersama ayah dan ibu Syifa.
Mereka tidak enak hati jika menolak ajakan dari keluarga tante Rosa karena memang jarang sekali mereka berkumpul bahkan ummi dan abi memang baru saja mengenal keluarga besar Syifa.
''Iya kakak, kakak juga jaga diri baik-baik.'' Ucap Mira menirukan suara anak kecil.
Mereka pun tertawa karena tingkah kedua ibu dan anak itu.
''Yah, nenek tante Syifa balik dulu ya.'' Ucap Syifa menyalami mereka.
Sedang ummi kulsum dan abi Abdullah mereka akan mengantar Syifa sampai depan.
Hanif pun ikut menyalami keluarga Syifa dan mengikuti langkah istrinya yang telah keluar lebih dulu.
Syifa kini memeluk ummi yang terlihat sedih melepas sang menantu untuk kembali ke pondok.
''Yang betah ya di sana jaga diri kamu baik-baik jika ada sesuatu segera hubungi suami kamu ya nak.'' Ucap Ummi sambil menghapus air mata yang kini membasahi pipi nya.
''Iya ummi.''
Kedua wanita itu saling berpelukan melepas rasa rindu yang akan mereka rasakan Mereka pun kembali melerai pelukannya.
__ADS_1
''Ummi Syifa berangkat dulu ya, abi Syifa berangkat.'' Sambil menyalami kedua mertua yang begitu menyayanginya.
Syifa dan Hanif pun kini berada di dalam mobil dan perlahan meninggalkan area hotel.
Ada rasa sesak yang kini ia rasakan ia merasa sangat sedih ketika dirinya harus berpisah kembali bersama keluarga yang baru saja ia tinggali.
Syifa yang sejak tadi ceria kini ia terlihat diam bahkan air matanya sulit sekali ia sembunyikan dari pandangan Hanif.
''Sudah jangan menangis, mas akan berusaha mengunjungi kamu jika kamu rindu.'' goda Hanif agar Syifa tidak bersedih lagi. Padahal dirinya sendiri sangat sedih untuk berpisah dengan istrinya.
Syifa mengangguk mengiyakan perkataan Hanif namun tatapan nya tidak sedikit pun menatap wajah sang suami.
Hanif tersenyum ia pun mengusap puncak kepala Syifa dan beralih memegang tangan Syifa ia berusaha menenangkan sang istri.
Dua puluh menit berlalu kini mereka telah sampai di kediaman ummi dan terlihat ramai di area pesantren karena esok mereka harus mulai bersekolah lagi.
''Mas aku bingung untuk menjelaskan semuanya, mas saja yang bilang sama ummi dan juga abah.''
''Iya sayang.''
Mereka berdua pun akhirnya turun dari dalam mobil dan segera berjalan ke arah rumah abah.
Hanif mengetuk pintu rumah abah yang terlihat sepi.
''Assalamu'alaikum?'' salam Hanif di balik pintu.
Ummi yang belum lama sampai rumah ia sedang tidur di kamarnya membuat dirinya bangun kembali karena salam yang baru saja ia dengar.
''Waalaikumsalam.'' Sahut ummi sambil berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu untuk tamu nya.
''Syifa, Hanif, ayo masuk nak.''
Ummi mempersilahkan mereka masuk.''
''Silahkan duduk nak, ummi buatkan dulu teh ya.''
''Tidak usah ummi kami jadi merepotkan.'' Ucap Syifa yang merasa tidak enak hati pada ummi.
''Gak apa-apa sebentar tunggu dulu ya, biar sekalian ummi panggil dulu abah.'' Sahut ummi yang kemudian berlalu dari hadapan Syifa dan Hanif.
__ADS_1
......................