
Andrian kini merasa sedikit gugup ia selalu memanjatkan doa dalam hatinya untuk kelancaran acara pernikahan yang sebentar lagi akan segera di mulai.
Keringat dingin kini terasa bercucuran karena saking gugupnya.
Syifa dan juga keluarga Hanif baru saja menginjakan kakinya di depan hotel tempat acara akan di mulai.
Syifa bernapas lega karena sepertinya acara pernikahan kakak sepupunya belum di mulai.
''Sudah aku bilang acaranya pasti belum di mulai yang.'' Ucap Hanif pelan karena mereka berjalan di belakang ummi dan juga abi.
Syifa melirik sekilas pada wajah suaminya yang terlihat santai sebenarnya Hanif sedikit kesal karena sempat bersitegang dengan istrinya tapi syukurlah Syifa menuruti permintaannya.
Syifa berdecak kesal mendengar ucapan dari suaminya ia mencubit lengan Hanif yang saat ini menjadi pegangan nya seakan mereka sedang baik-baik saja.
''Yang sakit.'' ucap Hanif pelan menahan suara nya karena ummi sejak tadi berjalan perlahan di depan mereka, namun membuat Syifa tersenyum lebar karena dengan begitu ia bisa puas mencubit suaminya karena masih merasa kesal.
Syifa terkekeh melihat wajah suaminya yang merasa sakit ia pun melepas cubitan nya dan kembali mengelus tangan Hanif yang sempat ia cubit.
''Hehehe maaf sayang.'' Ucap Syifa pelan seketika membuat Hanif ingin tertawa dengan kelakuan istrinya.
Syifa masih mencari keberadaan keluarganya karena memang mereka belum bertemu.
''Di sebelah sana mas.'' Tunjuk Syifa pada ayah dan juga ibunya bahkan kak Andrian dan keluarganya di sana.
Syifa Hanif bahkan abi dan ummi pun menghampiri mereka yang kini menatap dan tersenyum menyambut kedatangan Hanif dan keluarganya.
''Syukurlah kalian sudah sampai.'' Ucap Aris yang menjabat tangan kedua besan nya dan beralih memeluk Hanif dan juga Syifa bergantian.
''Dek ini suami kamu ganteng benar, beruntung sekali kamu dek.'' Ucap Andrian dengan tawa nya membuat mereka pun yang mendengar ikut tertawa.
Syifa tidak menjawab candaan dari sang kakak dan memilih ikut tertawa karena ia sendiri memang merasa sangat beruntung bersuamikan Hanif.
''Kamu harus baik dek sama suami kamu takutnya kalo galak-galak nanti dia kabur.'' Ucap Andrian yang sambil mengusap puncak kepala Syifa ia memang sangat menyayangi Syifa seperti adiknya sendiri.
''Iya dong kak galaknya kan cuma sama kakak doang.'' Timpal Syifa yang membuat Andrian geleng-geleng kepala.
Mereka pun mengobrol sebentar sebelum acara di mulai.
Andrian kini mulai bisa mengatasi gugupnya setelah ia bertemu dengan Syifa. Karena dengan Syifa ia selalu dapat tertawa
Tamu undangan sudah terlihat lebih banyak dari sebelumnya dan sebentar lagi acara akan segera di mulai.
__ADS_1
Pembawa acara pun sudah membuka acara dengan kata-kata sambutannya.
''Baiklah sepertinya acara inti akan secara di mulai. Mari kita ucap bismillah untuk membuka acara ini.
Sambutan demi sambutan kini telah berakhir sampai pada saatnya acara ijab qobul akan di laksanakan.
Andrian kini merasa kembali gugup bahkan tangannya terlihat gemetar dengan keringat dingin kembali bercucuran.
''Tenang kak cuman ijab doang.'' Ledek Syifa yang berada di belakang Andrian ia sangat senang melihat ke gugup kan dari kaka sepupunya.
''Diam dek nanti aku gak bisa fokus jika kamu ganggu terus.''
Syifa pun menutup mulutnya dan tertawa karena kini kakak sepupunya terlihat sangat sensi.
Hanif hanya memperhatikan tingkah istrinya itu ia pun ikut tersenyum dengan tingkah istrinya yang selalu jahil pada kakak sepupunya.
Pak penghulu kini tengah mengambil posisi di depan Andrian dengan Abi Husein yang kemudian duduk di dekat penghulu.
''Kenapa ada abi Husein.'' Ucap Syifa setelah melihat abi Husein mengambil tempat duduk di depan Andrian.
Syifa merasa sangat penasaran dengan kehadiran ayahnya ustadzah Nadia. ''Apa jangan-jangan.'' Ucap Syifa yang kini terhenti saat ia memikirkan jika kakak sepupunya akan menikah dengan Ustadzah Nadia.
Abi Husein pun menjabat tangan Andrian.
''Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Andrian putra bin bapak Atif dengan anak saya Nadia laras putri binti bapak Husein jaelani dengan dengan maskawin berupa alat shalat di bayar tunai.''
''Santai sayang.'' Ucap tante Rosa mengusap punggung Andrian memberinya ketenangan.
Andrian menarik napasnya panjang ia sangat gugup.
''Baik kita ulangi lagi, tidak usah tegang.'' Ucap pak penghulu sambil tertawa kecil agar Andrian tidak tegang.
Namun tetap saja Andrian terlihat tegang.
Tante Rosa kembali mengusap punggung putra nya sambil memberi ketenangan.
''Baik kita ulangi lagi ya.
Abi Husein kembali menjabat tangan Andrian.
''Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Andrian putra bin bapak Atif dengan anak saya Nadia laras putri binti bapak Husein jaelani dengan dengan maskawin berupa alat shalat di bayar tunai.''
__ADS_1
''Saya terima nikahnya dan kawinnya Nadia laras putri binti bapak Husein jaelani dengan maskawin seperangkat alat shalat di bayar tunai.
''Bagaimana saksi? sah?''
''Sah.'' Semua saksi berkata dengan perasaan bahagia.
''Alhamdulillah.''
''Baarakallahu laka wabarakoa 'alaika wajma'a bainakumaa fii khoir.''
Semua orang pun turut mendoakan kebaikan untuk kedua mempelai.
.
.
Ummi Nur pun ikut bahagia dan bersama-sama memanjatkan doa untuk putrinya yang telah sah menjadi seorang istri dari Andrian.
Ia sangat terharu dan memeluk putrinya yang kini terlihat sangat cantik bak bidadari.
''Selamat ya nak, semoga rumah tangga kalian selalu berada dalam ridho Nya aamiin.'' Ummi Nur tak hentinya bersyukur ia pun memeluk Nadia dengan perasaan bahagia.
''Ayo nak kita turun sekarang,''
ummi Nur pun akhirnya mengajak Nadia untuk segera turun bersamanya karena kini mereka sedang menanti kedatangan Nadia.
Nadia mengikuti langkah ummi Nur yang kini mengajaknya turun ke bawah.
Terlihat banyak para tamu undangan yang kini telah hadir dan juga kerabat dari keluarga Nadia maupun dari keluarga Andrian.
Nadia menuruni anak tangga perlahan dengan tangan ummi Nur yang ia genggam.
Semua orang kini beralih menatap sosok pengantin wanita yang kini sedang turun menuruni tangga bersama sang ibu
''Ustadzah Nadia.'' Gumam Syifa pelan ia tidak menyangka jika kini Nadia adalah sosok perempuan yang akan menjadi sosok pendamping bagi kakak sepupunya.
Aris sendiri sudah mengetahui jika Nadia adalah calon dari Andrian karena kemarin mereka bertemu tapi Aris bisa menerima semuanya karena mungkin memang benar dengan apa yang ia lihat jika Nadia kini telah berubah.
Semua tamu undangan yang berada di bawah begitu kagum akan kecantikan pengantin perempuan. Bahkan Andrian sendiri ia sejak tadi memandangi sosok wanita yang kini telah sah menjadi istrinya.
Andrian mengulurkan tangan nya ke pada Nadia yang kini berada di hadapannya dan membawa Nadia duduk bersamanya.
__ADS_1
......................