Ustadz Impian

Ustadz Impian
Bab 13


__ADS_3

Nadia yang tak hentinya menangis dan membanting semua barang di kamar nya ia sangat frustasi dan tak bisa mengendalikan dirinya


Kenapa… kenapa….


ia kembali menangis sejadinya ia tak peduli guru-guru di dekat kamar nya yang mulai mengetuk pintu kamar nya


Nadia??? Nadia ada apa??? Teriak Ustadzah milla dari balik pintu Ustadzah milla begitu khawatir dengan keadaan Nadia yang tak hentinya menangis apalagi terdengar suara gaduh dari dalam


Sementara Nadia yang sudah gelap mata ia mencari sesuatu benda yang dapat melukai dirinya


Ia melihat sebuah pisau dan segera mengambilnya dan mulai menyayat pergelangan tangan nya


''Nadia... kamu dengar aku nadia? Ustadzah mila sangat khawatir ia segera berlari menuju rumah abah untuk meminta pertolongan


''Assalamualaikum ummi ummi.'' Ustadzah Mila menggedor rumah ummi ia tak sabar ingin segera meminta bantuan


''Waalaikumsalam sebentar'' ummi yang baru saja akan istirahat ia pun terbangun dan segera membuka pintu


''Ada apa Milla, kamu kenapa?'' Tanya ummi yang kaget melihat Ustadzah Milla menangis


''Ustadzah Nadia ummi… '' Ustadzah mila yang syok pun pingsan di depan pintu ummi.


‘’Astagfirullah. Abah...Yusuf….''teriak ummi yang panik melihat Ustadzah Milla yang terjatuh pingsan di depan pintunya.


Yusuf yang mendengar panggilan ummi pun segera turun dan menghampiri ummi.


''Kenapa ummi, kenapa ummi teriak-teriak?'' Yusuf yang masih menuruni tangga di buat kaget saat ummi menepuk-nepuk pipi Ustadzah Milla yang pingsan di depan pintu rumahnya.


''Astagfirullah ummi kenapa Ustadzah Milla?'' tanya Yusuf yang langsung berlari ke arah pintu.


Tanpa mendengarkan Ummi menjawab, Yusuf segera menggendong Ustadzah Milla ke kamar tamu, Yusuf membaringkan Ustadzah Milla dengan hati-hati.


''Ada apa ummi?'' Tanya Yusuf kembali.


Abah yang yang mendengar sedikit keributan pun bangun dan menghampiri Yusuf dan ummi.


''Ada apa ini? Abah kita abah sedang bermimpi.''


''Abah Ustadzah Milla pingsan setelah dia bilang Ustadzah Nadia.'' ucap ummi yang membuat Yusuf dan abah tak kalah terkejutnya.


''Astagfirullah memangnya kenapa Ustadzah Nadia?'' tanya abah dengan menatap ummi dan Yusuf bergantian.


''Ummi tidak tau, sebaiknya abah dan yusuf ke kamar Nadia, biar ummi jaga dulu Ustadzah Milla.''


Yusuf dan abah pun segera pergi ke kamar Ustadzah Nadia.

__ADS_1


Terlihat di luar kamar Ustadzah Nadia ada beberapa Ustadzah yang sedang menunggu abah.


''Pintunya di kunci bah, saya sudah bicara agar Ustadzah Nadia buka, tapi Ustadzah Nadia tidak ada menjawab saya khawatir Ustadzah Nadia kenapa-napa bah.'' sahut salah seorang ustadzah.


''Biar Yusuf dobrak aja bah.''


''Jangan, biar abah coba bicara dulu.''


''Nadia? Buka pintunya nak?''


Hening tak ada jawaban dari dalam.


''Nadia?'' Tanya abah sekali lagi dan mulai mengetuk pintunya namun tetap sama tak ada jawaban dari dalam.


''Biar Yusuf dobrak aja bah?'' tanya Yusuf yang sedikit khawatir.


Abah pun mengangguk.


ia pun mendorong sekuat tenaga-tenaga.


''Astagfirullah abah!''


Abah yang hendak masuk pun tak kalah terkejutnya, abah segera menyuruh Yusuf untuk membawa Ustadzah Nadia ke rumah sakit.


Yusuf melepas sorbannya dan membelit kan di tangan Nadia agar darah tidak terus keluar ia pun segera menggendong Nadia keluar dari kamar.


Ia dengan cepat menjalankan mobilnya yang hanya ia pikirkan adalah keselamatan Nadia Yusuf tidak habis pikir dengan apa yang Nadia lakukan, ia tahu bagaimana Nadia, tapi baru kali ini Yusuf sangat kecewa atas apa yang Nadia lakukan beberapa kali Yusuf mengusap wajahnya kasar ia benar-benar frustasi dengan apa yang Nadia lakukan.


Yusuf yang begitu menyayangi Nadia, ia sangat menyayangi Nadia seperti adiknya sendiri.


20 menit berlalu mobil pun kini telah terparkir di rumah sakit, Yusuf segera keluar dan menggendong Nadia.


''Suster….!'' teriak Yusuf yang begitu khawatir.


Segera datanglah suster yang membawa Nadia ke ruang IGD


''Tenanglah nak.'' abah menepuk pundak Yusuf seakan tau apa yang ia rasakan.


''Duduklah, biar abah mengisi administrasi dulu.'' Abah pun berlalu meninggalkan Yusuf yang tertunduk lesu.


''Apa yang sebenarnya kamu pikirkan Nadia? Aku benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang kamu lakukan'' Yusuf mengusap kembali wajahnya kasar ia benar-benar khawatir dengan kondisi Nadia saat ini.


.


.

__ADS_1


Sementara di pondok ummi yang baru saja mengetahui berita Ustadzah Nadia yang berniat mengakhiri hidupnya dengan cepat menyuruh agar guru-guru pondok tidak menyebar luaskan berita ini.


Ummi khawatir jika berita Ustadzah Nadia menyebar di kalangan santri dan santriwatinya memberikan tekanan baru untuk Ustadzah Nadia.


Ustadzah Milla yang telah siuman pun telah mendengar semua yang terjadi pada teman baiknya itu, ia begitu kaget dan tidak habis pikir dengan apa yang Ustadzah Nadia lakukan.


.


.


Ustadzah Nadia yang telah membaik pun telah berpindah ke ruang rawat membuat yusuf sedikit lega meski kondisinya yang masih lemah dan belum sadarkan diri karena efek obat yang di berikan.


''Abah?'' Tanya Yusuf pada abah yang sedari tadi tidak diam abah terus mondar-mandir di depan pintu dimana Nadia berada.


''Abah sudah memberitahu Abi Husein?''


''Abah belum memberitahu kabar ini, cuman abah bilang kalau Nadia sakit dan sedang di rawat disini. Abi Husein sedang dalam perjalanan, abah khawatir jika Abi Husein tau yang sebenarnya ia akan syok dan abah takut jika terjadi apa-apa pada Abi Husein.''


Tutur abah yang sedikit tidak tenang.


''Tenanglah bah semuanya akan baik-baik saja.''


Yusuf yang mencoba menenangkan abah meski dirinya sendiri pun sangat tidak tenang ia takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Tak lama kemudian datanglah ummi, abi Husein dan ummi Nur, Abah tidak memberi tahu langsung dan menyuruh agar abi Husein ke pondok dulu dan ummi lah yang memberi tahu semuanya.


Terlihat sangat jelas Abi Husein yang sangat khawatir pada putrinya ia begitu terburu-buru menghampiri abah.


''Bagaimana kondisi Nadia Gus?'' tanya abi Husein dengan nafas berburu.


''Tenanglah, anakmu akan baik-baik saja, Nadia sudah cukup membaik Husein.''


Abi Husein pun segera masuk ke ruangan Nadia bersama ummi Nur dan abah, mereka menatap sedih pada putri semata wayangnya abi Husein tak bisa berbuat apa-apa Abi Husein pun menangis ia benar-benar merasa gagal saat putrinya berniat mengakhiri hidupnya.


''Nak, ummi ada disini, kamu cepat sembuh sayang ummi tidak bisa lihat kamu seperti ini.'' lirih ummi Nur yang membuat semua orang yang ada di sana sangat terpukul akan kejadian yang menimpa Nadia.


Ummi Nur tak kuasa lagi menahan tangisnya, ummi Khadijah yang baru saja masuk kini memeluk ummi Nur yang terlihat sangat rapuh, ummi mencoba menenangkannya dan mengusap punggung ummi Nur agar lebih kuat.


''Sebenarnya apa yang terjadi Gus'' tanya Abi Husein pada abah.


''Aku benar-benar tidak tahu Husein, sungguh jika aku tahu tak akan aku biarkan Nadia berbuat demikian.''


Abi Husein hanya memegangi tangan Nadia berharap Nadia segera siuman.


Perlahan Nadia mencoba membuka matanya, pandangan yang semula kabur kini sangat terlihat jelas ternyata Abi dan ummi nya sedang di dekatnya dan terlihat menangis.

__ADS_1


''Abi, ummi.''


__ADS_2