
Satu bulan sudah berlalu sejak pertemuan Syifa dengan Ana entah kenapa Syifa lebih sering melamun bahkan ia lebih sering menyendiri di kamar nya saat Hanif tidak ada di kamar hanya sesekali saja Syifa keluar jika ia merasa bosan.
''Mas kamu lagi dimana?'' rengek Syifa di balik telepon.
Syifa merasa selalu ingin di dekat Hanif entah kenapa ia selalu merindukan Hanif.
''Aku masih ada pekerjaan sayang. Mungkin satu jam lagi aku akan pulang.'' Hanif masih sibuk memang akhir-akhir ini banyak pekerjaan yang sulit ia tunda. Apalagi kini restoran yang ia bangun makin berkembang pesat hanya dalam satu bulan ini saja Hanif sudah membuat dia restoran cabang di luar kota belum lagi Hanif membangun villa di kota kelahiran nya itu membuat jadwal pekerjaan nya padat.
Sehari ini saja ia sudah memantau villa yang baru setengah jadi ini dan saat ini ia baru saja selesai memantau langsung.
''Mas aku mau kamu pulang sekarang.'' Syifa merengek kembali bahkan kini suaranya terdengar seperti akan menangis.
''Yang satu jam lagi ya, Aku masih ada yang harus aku selesaikan.'' Hanif mencoba memberikan pengertian. Bagaimana bisa ia meninggalkan pekerjaan nya yang masih belum jelas ia pantau ini terlebih banyak data-data penting yang belum ia periksa atas kerjasama yang baru saja ia terima.
''Pokonya aku mau sekarang titik.'' Syifa menutup panggilan nya membuat Hanif bernapas berat.
Hanif mau tak mau akhirnya ia memilih pulang dan membawa pekerjaan nya yang belum selesai.
Memang jarak tempat kerjanya dengan rumah hanya setengah jam saja membuat Hanif segera membereskan data-datanya dan segera turun untuk segera pulang.
Tring.
Sebuah notifikasi masuk Hanif dengan cepat ia membuka pesan yang baru saja masuk dan itu adalah dari Syifa.
...''Mas aku mau bakso yang pedas ya yang terakhir kita beli itu di sana.''...
...''Iya sayang.''...
Hanif membalas pesan dari istrinya dan segera menjalankan mobilnya.
Lima belas menit berlalu kini Hanif membeli bakso pesanan istrinya yang sudah ia pesan.
Banyaknya pengunjung yang membeli bakso membuat Hanif harus rela mengantri panjang meski begitu Hanif tetap sabar.
Hingga kini giliran dirinya.
''Mas bakso nya empat bungkus ya.'' Pinta Hanif pada penjual bakso itu.
Hanif sengaja memesan empat bungkus karena untuk dirinya dan juga keluarga nya karena memang di rumah ada empat orang jadi Hanif sekalian beli untuk kedua orang tuanya.
''Makasih mas.'' Hanif membayar dengan uang pas dan segera kembali lagi ke mobilnya yang terparkir di depan kedai bakso itu.
Jalanan yang cukup macet membuat laju mobil nya sedikit terhambat hingga sedikit memakan waktu akhirnya kini ia sudah masuk ke daerah perkampungan dan kini sudah sampai.
Hanif keluar dari mobil nya ia membawa beberapa berkas di tangan nya dan juga tas laptop nya tak lupa kantong keresek yang berisi pesanan istrinya.
''Assalamu'alaikum.'' Salam Hanif dari balik pintu rumah abah ia segera masuk ke dalam rumah.
''Waalaikumsalam, tumben siang begini udah pulang nak.'' Ummi menyambut kepulangan Hanif.
''Dimana Syifa ummi?'' tanya Hanif pada ummi karena ia tidak melihat keberadaan istrinya.
''Mas udah pulang.'' Syifa mempercepat langkahnya ia segera menghampiri Hanif dan mengalami nya.
''Bakso aku?'' tanya Syifa langsung pada pesanan nya. Syifa segera membawa bakso dari tangan Hanif dengan senang nya.
Biasanya Syifa selalu membawakan barang-barang di tangan nya tapi berbeda dengan kali ini ia malah antusias dengan bakso nya membuat Hanif sedikit heran.
__ADS_1
Syifa menghidangkan bakso yang juga milik keluarga itu ke mangkuk yang telah ia taruh di meja.
''Ummi ayo kita makan.'' Ajak Syifa dengan semangat membuat ummi mengikuti langkah kaki sang menantu.
''Assalamu'alaikum.'' Salam abi abdullah yang baru saja pulang.
''Waalaikum salam.'' Hanif menyalami abi dan ikut bergabung dengan dua wanita yang sangat ia cintai.
''Pelan-pelan sayang.'' Hanif mengingatkan Syifa bagaimana tidak Syifa makan seperti orang yang kelaparan apalagi bakso miliknya sangat panas karena ia sengaja memanaskan kembali.
Syifa hanya tersenyum dan kembali memakan bakso nya.
''Mas ko gak di abisin?'' tanya Syifa karena suaminya malah sibuk dengan ponsel nya.
''Ini ada yang WA sayang.''
''Oh kirain aku mas gak mau.'' Ucap Syifa dengan tawanya.
Sementara ummi dan abi mereka hanya memperhatikan tingkah lucu kedua pasangan itu. Ummi merasa Syifa seperti anak nya sendiri ia bahkan tidak sungkan dengan dirinya.
''Udah simpan dulu ponsel nya makan dulu han.'' Ucap ummi mengingatkan.
''Hanif sedikit kenyang ummi.'' Ucap Hanif karena ia menjadi merasa kenyang entah kenapa.
''Ya sudah biar aku habisin ya mas.'' Syifa segera membawa mangkuk di depan suaminya ia kembali memakan bakso nya dengan lahap.
''Kamu belum makan sayang?'' tanya Hanif pasalnya bakso miliknya saja banyak di tambah milik dirinya Syifa makan.
''Tadi pagi aja,'' kekeh Syifa membuat Hanif menggeleng pantas saja kini Syifa seperti orang kelaparan.
...
''Mas mau kemana?'' tanya Syifa karena baru saja ia mau tidur ia merasa jika Hanif sudah akan meninggalkan nya lagi.
''Mau ke masjid yang, kamu juga bangun dulu shalat dulu kalau masih ngantuk biar nanti abis shalat di lanjut saja.'' Tutur Hanif turun dari tempat tidurnya.
Syifa akhirnya bangun menuruti perintah Hanif. Ia memegang ponsel nya dan kembali melihat foto-foto yang menampilkan foto dirinya dan juga Ana.
Ada rasa rindu yang kini ia rasakan sosok gadis kecil yang selalu membuatnya rindu.
Sudah satu bulan lamanya ia tidak menemui Ana meski terkadang Syifa melakukan video call dengan Ana karena Ana selalu ingin menelpon Syifa apalagi kini Ana sedang mengikuti bibi Aisyah mengunjungi anak nya yang sedang berada di jakarta membuat Syifa tak bisa mengunjungi dirinya.
''Ko malah melamun sih?'' tanya Hanif sudah siap hendak pergi ke masjid.
'''Enggak ko aku hanya rindu sama Ana.'' Ucap Syifa jujur karena memang dirinya sangat merindukan Ana.
Hanif yang sudah siap pergi ke masjid ia menghampiri lemari dan menyemprotkan parfum pada baju nya.
''hoeekk.'' Syifa merasa mual ia segera lari ke kamar mandi dan memuntahkan segala isi perut nya.
''Sayang kamu kenapa?'' tanya Hanif karena kini istrinya sedang muntah-muntah di kamar mandi.
Syifa yang sudah membaik ia kembali masuk ke dalam kamarnya namun rasa mual yang baru saja hilang kini menyerangnya kembali hingga ia segera masuk kembali ke kamar mandi dan memuntahkan nya.
Hanif yang merasa tidak tega ia masuk dan mengusap punggung Syifa hingga ia merasa sedikit lega.
''Kenapa sayang? kamu kayaknya masuk angin.'' Ucap Hanif mengingat istrinya hanya makan sekali apalagi di saat perutnya kosong Syifa memakan dia mangkuk bakso.
__ADS_1
''Iya kayaknya mas.'' Ucap Syifa dengan raut wajah yang terlihat pucat.
''Ya sudah kamu istirahat dulu nanti kalau sudah enakan baru kamu shalat.''
Hanif menuntun Syifa untuk kembali ke kasur nya.
Syifa sudah merasa tidak enak di tubuhnya bahkan mual itu terasa tidak hilang-hilang.
''Biar mas oleskan minyak angin yah.'' Hanif segera membawa minyak angin untuk mengurutkan kepada tubuh Syifa setelah ia duduk.
Dengan cekatan Hanif mengoleskan minyak angin membuat mual Syifa menjadi reda.
''Aku berangkat dulu ya kamu istirahat. Nanti aku akan pulang lagi ko aku ijin dulu untuk mengajar.'' Ucap Hanif dan ia menghilang di balik pintu kamar nya meninggalkan Syifa yang kini sedang tidur berselimut tebal.
...
Dua puluh menit telah berlalu Hanif sudah kembali ke rumahnya sesuai janjinya pada Syifa untuk sore ini ia izin untuk tidak mengajar dan menyuruh ustadz lain untuk mengisi kekosongan nya.
''Kamu gak ngajar han?'' tanya ummi karena kini Hanif kembali pulang.
''Syifa enggak enak badan ummi kayaknya masuk angin. Tadi siang kan Syifa gak makan ummi.'' Jelas Hanif pada ummi membuat ummi berpikiran sama.
''Kamu juga sih gak udah tahu istri kamu gak makan malah di biarin aja makan dua mangkuk bakso.'' Ummi menyalahkan Hanif juga karena ia ikut andil.
''Ya sudah biar ummi buatkan bubur dulu.'' Ummi berlalu ke dapur dan membuatkan bubur untuk Syifa.
Hanif kembali berjalan dengan perasaan bersalah memang benar juga karena dirinya tidak melarang Syifa apalagi bakso milik Syifa sangat pedas sudah di pastikan karena itulah ia sakit.
''Yang.'' Hanif mendekati Syifa yang kini sedang tertidur.
''Shalat dulu ya.'' Ucap Hanif sambil mendekati tubuh istrinya namun kini Syifa seakan mual kembali entah kenapa bau tubuh suaminya membuat Syifa sangat mual.
Syifa langsung bangun dari tidurnya dan kembali berlari ke kamar mandi dan memuntahkan kembali isi perutnya bahkan kali ini ia sampai sedikit bergetar.
''Yang.'' Hanif yang khawatir ia mendekati Syifa namun bukan nya Syifa berhenti mual yang ia rasa malah semakin membuatnya tak bisa berhenti mengeluarkan isi perutnya.
''Mas pakai apa sih bau banget.'' Protes Syifa sambil menutup hidung nya.
Hanif sedikit bingung pasalnya ia hanya memakai parfum kesukaan Syifa. Hanif bahkan menciumi bau dari tubuhnya itu.
''Pakai parfum biasa yang.'' Jawab Hanif hendak mendekat.
''Iihhh bau aneh mas. Udah ganti bajunya aku gak mau deket kamu.'' Syifa segera keluar dari kamar mandi dengan hidung yang yang ia tutupi.
Hanif masih heran tapi mungkin karena tadi ke masjid ia berdekatan dengan orang lain mungkin hingga bau di tubuhnya menjadi tercampur pikir Hanif dan menuruti kemauan istrinya ia menganti pakaian dengan yang baru.
Hanif yang hendak memakai parfum lagi kini lebih dulu Syifa larang.
''Pakai ini aja mas lebih enak.'' Ucap Syifa sambil menyemprotkan parfum miliknya ke tubuh Hanif.
''Ini parfum cewe yang manis begini.'' Protes Hanif karena ia merasa aneh.
''Udah itu aja yang kamu sini biar aku buang bau yang kayaknya kadaluarsa.'' Tanpa mendengar omelan Hanif Syifa langsung saja membuang Parfum milik Hanif yang biasa ia pakaian.
Hanif hanya menghela napasnya panjang padahal ia baru saja beli dan itu sangat sayang jika di buang harganya saja lumayan mahal mana ada kadaluarsa pikir Hanif merasa bingung.
......................
__ADS_1
Hey para pembaca setia ustadz impian makasih banyak ya untuk yang selalu setia baca tidak lupa author juga berterima kasih buat yang udah like dan komentar untuk kali ini author minta pendapatnya tulisan nya dan jangan lupa tetap tinggalin like dan komentar nya ya boleh juga vote atau hadiah☺
Author kasih satu bab bonus ya untuk hari ini jika masih sempat tulis nanti di tambah lagi makasih buat kalian ya salam hangat dari author 🥰