
Kini Hanif dan Syifa tengah berada di dalam mobil mereka. Terlihat senyum yang kini menghiasi wajah Hanif ia sangat senang karena ia akan mengenalkan seseorang yang sangat ia sayangi kepada istrinya.
''Mas sebenarnya kita mau kemana?'' tanya Syifa yang masih penasaran kemana suaminya akan mengajaknya pergi sepagi ini terlebih Hanif terlihat sangat bersemangat.
Hanif melirik ke arah Syifa namun ia malah mengelus puncak kepala Syifa dan kembali fokus menyetir.
''Syifa hanya bernapas panjang karena sejak tadi ia menanyakan kemana Hanif akan membawanya ia selalu mengalihkan bahkan kini ia malah tidak menjawabnya hanya senyuman yang selalu ia lihat di bibir suaminya itu.
Syifa tidak mempertanyakan lagi kemana Hanif akan membawanya pergi kini ia menikmati pemandangan yang menyuguhkan keindahan alam karena mereka melintasi pegunungan di pagi hari yang terlihat sangat indah.
Matahari yang masih naik ke permukaan bumi belum seutuhnya tinggal di atas sana membuat pantulan sinar yang yang kini terlihat sangat indah.
Sekitar satu jam perjalanan dari penginapan akhirnya Hanif melajukan mobilnya perlahan ke arah perkotaan namun jauh dari keramaian kendaraan.
Hanif pun menepikan mobilnya di sebuah toko besar.
''Kita turun sebentar.'' Ucap Hanif yang kemudian turun lebih dulu lalu di ikuti oleh Syifa.
Syifa mengamati suaminya kini yang terlebih dulu masuk ke dalam toko mainan anak.
''Hmm jadi mau ke sini. Tapi mas Hanif mau beli mainan untuk siapa.'' Gumam Syifa yang kemudian masuk ke dalam toko yang kini berada di hadapan nya.
Syifa pun mencari keberadaan Hanif yang pergi entah kemana terlihat banyak mainan yang kini tersusun rapih. Syifa hanya mengamati satu persatu tanpa niat membeli nya.
''Yang.'' Hanif memanggil Syifa yang kini terlihat kebingungan.
Syifa pun berjalan menghampiri Hanif yang membawa troli belanjaan.
''Mas kamu mau beli apa ke sini.'' Tanya Syifa kebingungan pasalnya Syifa tidak mengetahui maksud Hanif mengajaknya berbelanja ke toko mainan. ''Atau jangan-jangan mas Hanif akan mengajaknya ke pesta ulang tahun saudaranya,'' batin Syifa berkata.
''Yang kamu bantu aku cari mainan untuk anak perempuan aja yah.''
''Mas maunya mainan seperti apa?'' tanya Syifa karena ia takut jika ia salah memilih mainan dan itu akan membuang-buang waktu saja.
Hanif berpikir sejenak.
__ADS_1
''Ya sudah kita pilih bareng-bareng aja.'' Hanif dan Syifa pun mencari apa yang akan mereka beli.
''Boneka ini mas, bagaimana?'' tanya Syifa melihat boneka beruang yang terlihat sangat menggemaskan.
''Ya boleh.'' Hanif pun mengambil boneka itu dari tangan Syifa dan menaruhnya ke dalam troli.
Syifa menatap boneka yang kini Hanif simpan di troli ia merasa sedikit heran karena Hanif memilih troli untuk nya saat memilih mainan ia pikir di pegang saja tidak masalah.
Namun ia tidak memperdulikan sikap Hanif dan kembali memilih mainan sesuai permintaan Hanif padanya.
''Yang coba ambil buku mewarnai yang itu.'' Tunjuk Hanif pada buku bergambar hello kitty.
Syifa pun mengambilnya dan memberikan kepada Hanif.
''Semuanya aja yang.'' Ucap Hanif yang kini mencari beberapa mainan lain.
''Mas buat apa banyak-banyak?''
''Gak apa-apa namanya juga untuk anak kecil yang.''
Syifa pun menuruti permintaan Hanif yang menurutnya berlebihan.
''Buat apa sih beli banyak-banyak mainan yang ada kan mubadzir atau mungkin mas Hanif mau buka usaha baru tapi ko dikit banget.'' Ucap Syifa yang kini sedang berada di dalam mobil karena ia merasa sedikit lelah menunggu Hanif yang masih menghitung belanjaannya.
Terlihat Hanif yang kini keluar dari toko mainan itu ia membawa beberapa dus yang kini berisi mainan ia pun merapikannya di bagian bagasi mobil.
Hanif pun masuk ke dalam mobil dan kembali menyalakan mobilnya tanpa berbicara pada Syifa.
Perlahan mobil itu kini melaju kembali di jalanan yang masih saja belum Syifa ketahui kemana Hanif akan membawanya pergi.
Mobil Hanif kini melaju lebih lambat setelah lima belas menit berlalu.
''Panti asuhan nusa.'' Ucap Syifa yang sedikit terkejut karena ia kini memasuki area panti asuhan.
Hanif memarkirkan mobilnya di depan panti asuhan itu.
__ADS_1
''Kita sampai sayang.'' Ucap Hanif yang tersenyum bahagia menatap Syifa.
''Mas. kenapa gak bilang dari tadi.'' Ucap Syifa menatap sang suami.
Syifa tidak memikirkan sedikitpun jika ia kini akan mengunjungi panti asuhan ia hanya menebak Hanif akan mengajaknya ke pesta ulang tahun atau membuka usaha baru.
''Ayo kita turun.'' Ajak Hanif yang mulai turun dari dalam mobil nya dan diikuti oleh Syifa.
Syifa baru pertama kali ia menginjakan kakinya di panti asuhan ia tidak pernah melakukan hal seperti ini dan ini adalah pengalaman baru untuknya.
Syifa terus memperhatikan bangunan yang kini berada di hadapannya dan mengedarkan pandangannya ke sekitar panti asuhan itu.
''Pak Hanif apa kabar?'' Ucap sang kepala panti yang terlihat begitu ramah pada Hanif dan terlihat sudah sangat akrab.
mereka pun berbincang sejenak dan Hanif pun mengenalkan Syifa kepada kepala panti karena ia kini berdiri di samping Hanif.
''Perkenalkan bu, ini istri saya.'' Tutur Hanif mengenalkan Syifa pada kepala panti asuhan nusa.
''Syifa.'' Ucap Syifa memperkenalkan dirinya.
''Milla.'' Sahut Milla kepala panti asuhan.
Mereka pun berbincang sambil berjalan ke arah ruangan panti yang terdengar riuh suara anak-anak.
Syifa Hanya mendengarkan ia tidak terlalu ikut masuk dalam obrolan mereka karena ia tidak terlalu mengerti apa yang mereka bicarakan.
''Om Hanif....'' Teriak anak-anak yang kemudian berlarian ke arah Hanif yang baru saja berjalan masuk ke dalam ruangan yang kini terlihat banyak anak-anak panti.
Syifa yang melihat pemandangan itu ia merasa tersentuh ia pun ikut tersenyum melihat kebahagian anak-anak yang berkerumun berebut memeluk Hanif.
Syifa merasa sangat bahagia mendapatkan Hanif sebagai suaminya berkali-kali ia melihat sosok Hanif yang berbeda membuat ia merasa sangat bertambah kagum pada sosok lelaki yang kini menjadi suaminya.
''Sekarang kita duduk dulu ya. om mau memperkenalkan seseorang yang sangat baik hati jadi kalian duduk dulu ya.'' Pinta Hanif yang kemudian menyuruh anak-anak itu duduk dan langsung di patuhi.
Mereka sangat patuh dan bersikap manis usia mereka yang masih kecil membuat Syifa merasa sangat bersyukur jika ia di lahir kan dari kedua orang tua yang menyayanginya.
__ADS_1
''Jadi perkenalkan ini adalah istri om Hanif namanya aunty Syifa.'' Tutur Hanif memperkenalkan Syifa kepada anak-anak yang kini beralih menatap Syifa.
......................