
''Pedas banget yang.'' Hanif memakan seblak yang Syifa berikan padanya.
''Ya mas namanya juga seblak ya pedas lah.'' Ucap Syifa santai bahkan Syifa terus saja memasukan makanan itu tanpa merasa pedas seolah ia sangat menikmati makanan itu.
''Ya tahu maksudnya kamu kasih cabai nya banyak banget.'' Hanif segera meminum air depan nya hingga tandas.
''Udah sini tidak baik terlalu pedas.'' Hanif merebut makanan itu dari lengan Syifa.
''Ih mas ganggu banget sih.'' Syifa protes karena ia baru saja makan setengah nya. Syifa kembali merebut makanan nya dari tangan Hanif dan kembali menikmati nya.
Hanif hanya menarik napasnya panjang Syifa memang terlihat sangat suka membuat Hanif hanya bisa pasrah.
Malam kini mereka lewati sedikit berbeda bahkan malam yang kini mereka lewati seakan sangat panjang dan sangat berkesan.
Syifa bisa mengabiskan waktu nya sangat lama dengan Hanif ia bahkan banyak bercerita tentang hari-hati nya selama ia jauh dari Hanif bahkan tak sedikit mereka tertawa karena hal lucu.
''Kasihan sekali.'' Syifa terkekeh karena mendengar jika Hanif selalu saja merasa rindu padanya. Padahal ia sendri sama ia selalu rindu pada Hanif suaminya.
''Ya mau bagaimana lagi lagian kamu lama banget.'' Hanif berkata dengan jujur.
''Oh ya mas bagaimana panti sekarang? aku sangat rindu sama Raja.''
''Raja sudah tidak ada yang. Dia sudah ada yang mengadopsi nya.'' Ucap Hanif karena ia sendiri tidak sempat bertemu sebelum Raja di adopsi oleh orang lain.
__ADS_1
Syifa hanya menghela napasnya panjang berapa ia sangat rindu anak itu yang sangat membuat dirinya pertama kali merasakan sayang pada mereka.
......................
''Arumi?'' Mbak Dini memanggil Arumi yang sedang diam di balkon ia menatap langit malam yang kini terasa sangat gelap bahkan tak seperti biasanya kini langit itu tak terlihat satu bintang pun.
''Iya.'' Arumi menimpali tanpa sedikit pun menoleh.
Dini berjalan menghampiri Arumi ia melihat adiknya hanya melamun sejak tadi.
''Kenapa?'' tanya Dini karena tidak biasanya Arumi seperti ini apalagi esok hari ia akan menikah dengan lelaki pilihan nya sendiri.
''Mbak, apa mbak senang dengan pernikahan mbak?'' tanya Arumi pada Dini karena Arumi tahu mbak nya menikah karena perjodohan.
''Tentu mbak sangat bahagia.'' Jawab Dini dengan pasti.
''Kenapa bisa? bukan nya mbak dulu tidak cinta sama kak putra?'' tanya Arumi kembali.
''Ya memang. Memang mbak dulu tidak mencintai mas putra tapi seiring waktu berjalan mbak bisa mencintai nya karena memang mas putra sangat baik apalagi dia selalu mengutamakan mbak. Kenapa apa kamu tidak mencintai Yusuf?'' tanya Dini karena ia mengira jika adiknya mencintai Yusuf.
Arumi menarik napasnya panjang sejujurnya dalam hati kecilnya ia belum mencintai Yusuf ia tahu ia bersalah karena telah menerima Yusuf tapi bagaimana mungkin ia menolak lamaran Yusuf di depan kedua orang tuanya apalagi di depan abah dan ummi jadi ia menerima Yusuf berharap suatu saat nanti ia bisa benar-benar mencintai nya.
Lama Arumi terdiam membuat Dini yakin jika adiknya tidak benar-benar mencintai Yusuf.
__ADS_1
''Mbak Yakin jika Yusuf adalah lelaki yang baik untuk mu dek. Yusuf tahu bagaimana menjadi suami kamu dan kamu tinggal belajar mencintai Yusuf seperti halnya kamu mencintai diri kamu sendiri.'' Dini mengusap punggung adiknya meski ia tidak paham kenapa Arumi bisa menerima Yusuf tapi dia sendiri belum mencintai nya.
Sebenarnya perasaan itu mulai muncul di dalam hati Arumi perlahan Arumi sudah menerima pertunangan mereka apalagi disaat Yusuf memberikan nya sebuah kalung arti sebuah keseriusan hubungan mereka membuat setitik harapan muncul dalam dirinya bahkan ya tanpa di sadari Arumi sudah jatuh hati. Namun karena sikap Yusuf yang Arumi nilai tidak tepat membuat cinta yang baru saja hadir kini terasa terkikis kembali.
Arumi merasa jika Yusuf sedikit egois dengan dalih menghawatirkan dirinya tidak fokus dengan ujian nya dengan sebab itulah membuat keputusan dengan sebelah pihak menurut Arumi ia rasa tidak adil.
Arumi berpikir bukanlah pernikahan harus ada komunikasi yang baik tapi belum juga ia menikah komunikasi itu sudah tak berjalan dengan lancar lalu bagaimana kehidupan yang akan ia jalani nanti.
''Kenapa mbak bisa berkata seperti itu? bahkan mbak sendiri tidak tahu bagaimana Ustadz Yusuf.'' Lirih Arumi dengan pandangan yang tak sedikit pun beralih.
''Mbak yakin karena sejak mbak melihat Yusuf mbak merasa melihat sosok mas putra yang pernah mbak lihat. Mbak juga tahu memang Yusuf salah tapi apa salah nya kamu memaafkan. Belajarlah memaafkan kesalahan yang sekarang memang berat namun saat kamu menikah kamu akan mendapatkan masalah yang mungkin jauh lebih besar dari ini dan saat itulah kamu akan tahu arti dari memaafkan.''
''Aku gak ngerti.'' Arumi berkata dingin ia bukan tidak mengerti tapi memang ia merasa tidak ingin mengerti.
''Arumi memaafkan bukan berarti kita melupakan kesalahan tapi dengan memaafkan hati kita akan merasa tenang bahkan dengan memaafkan kita akan tahu cara menyelesaikan permasalahan. Seandainya ada seorang pencuri ia melakukan itu karena dia terdesak karena ibu nya sakit tapi kamu tidak ingin mendengarkan penjelasannya dulu bahkan kamu hukum langsung dia. Kamu tidak akan tahu sebab kenapa orang itu mencuri. Andaikan kamu memaafkan dia kemungkinan terbesar ia tidak akan mengulangi hal yang sama. Bahkan ia akan sedikit berpikir jernih atau malah ia akan mengembalikan yang bukan hak nya. Kamu harus tahu dengan memaafkan kamu akan tahu posisi dia seperti apa. Seperti halnya Yusuf ia sudah berusaha menjelaskan hanya tinggal kamu belajar memaafkan. Dia mengajak mu menikah Arumi dia bukan mengajakmu pacaran.''
Cukup banyak mbak Dini berkata dan saat itu juga Arumi sadar jika dirinya memang tidak sepenuh nya benar.
''Makasih mbak.'' Arumi menatap wajah mbak Dini ia memeluk mbak Dini dengan erat ia sangat bersyukur karena kehadiran mbak Dini mampu menyadarkan dirinya.
''Sudahlah sekarang kamu harus istirahat ada masanya tubuh kita lelah dan saat itu kita tidak bisa berpikir dengan jernih.'' Mbak Dini tersenyum dan masuk kedalam kamar bersama Arumi.
''Mbak akan pergi ke kamar. Jika butuh sesuatu kamu bisa hubungi mbak. Ingat shalat malam lah minta petunjuk sama Allah agar pernikahan mu berjalan dengan lancar. Ingat pernikahan adalah awal dari sebuah perjalanan.'' Mbak Dini mengusap lembut tangan Arumi dan berlalu keluar membiarkan Arumi agar istirahat dan memikirkan segala ucapan nya.
__ADS_1
......................