Ustadz Impian

Ustadz Impian
Bab 112


__ADS_3

Sore telah berlalu kini Syifa sudah berada di kamarnya lagi ia melihat kedua buku yang telah Hanif berikan untuknya.


''Aku kira aku gak akan sedih lagi mas.'' Ucap Syifa pelan karena kini ia kembali berpisah dengan suaminya.


''Baru juga di tinggal udah sedih lagi neng.'' Ucap Arin yang menatap kasihan pada sahabatnya yang sejak tadi terlihat murung.


''ih Arin nanti kamu juga tahu rasanya tahu gimana rasanya di tinggal suami.'' Syifa sedikit kesal karena Arin malah menggoda nya.


''hehehe maaf.'' Arin menghampiri Syifa dan memeluk sahabatnya.


''Apa sih ini.'' Arin mengambil buku yang Syifa pegang sejak tadi.


''Hmm so sweet nya.'' Arin memeluk buku yang ia lihat.


''Ih apaan ini buku buat aku tahu.'' Syifa kembali merebut buku yang Arin peluk karena ia malah memeluk buku itu Syifa merasa tidak suka harusnya kan dia sendiri yang memeluk buku pemberian dari suami nya.


Arin hanya terkekeh dengan kelakuan Syifa. Baru saja buku nya yang ia peluk bagaimana kalau suaminya pikir Arin karena Syifa seolah melarang dirinya karena seakan itu adalah orang nya.


Arumi baru saja kembali ke kamar nya dengan raut wajah yang tak biasanya ia masuk dan duduk di atas kasurnya.


Entah dari mana Arumi pergi hanya mereka melihat Arumi seperti tidak biasnya. Arumi memang terkenal pendiam namun di balik sifat pendiam nya ia juga sosok yang menyenangkan makan tak jarang orang yang baru saja berkenalan dengan nya selalu di buat nyaman oleh dirinya.


''Arumi kamu dari mana?'' tanya Arin karena sejak tadi masuk ia hanya melihat Arumi seperti sedang menyimpan sesuatu dari nya atau entah apa. Tapi yang jelas sejak kedatangan keluarganya kemarin Arumi terlihat menampilkan diri yang berbeda dari mereka.


''Enggak ko aku cuma capek.'' Ucap Arumi yang jelas-jelas tidak nyambung dengan pertanyaan Arin.

__ADS_1


''Arumi?'' Arin kembali bersuara pikiran nya kini benar jika Arumi sedang memikirkan sesuatu buktinya saja ia tidak fokus.


Arumi menoleh sesaat dan ia kembali menatap ponsel milik nya.


Arin berjalan perlahan ke arah Arumi dan ia duduk di samping Arumi yang sejak tadi hanya memainkan ponsel nya.


''Kamu boleh ko cerita sama kita.'' Ucap Arin karena kini ia melihat Arumi hendak menangis.


Matanya bahkan sudah terlihat berair dan mereka tidak tahu kenapa Arumi seperti itu.


Syifa dan Desi pun segera menghampiri Arumi karena mereka ingin tahu apa yang membuat ia bersedih.


Arumi melirik ke arah Syifa dengan tatapan bersalah.


''Fa aku minta maaf.'' Ucap Arumi karena perasaan nya kini ia merasa merebut Ustadz Yusuf dari dirinya karena Arumi tahu jika Syifa sangat mencintai Ustadz Yusuf meski kini ia tidak tahu jika Syifa sudah benar-benar melupakan Ustadz Yusuf bahkan ia juga tahu jika Ustadz Yusuf mencintai dirinya ia hanya takut apa yang ia pilih akan menyakiti perasaan nya sendiri.


kali ini Arumi menatap kembali Syifa dan mengungkapkan segala pikiran nya dan mengatakan apa yang telah terjadi pada dirinya.


Mereka bertiga tidak menyangka jika Arumi sudah bertunangan namun berbeda dengan Syifa meski ia kaget tapi ia merasa bersyukur karena kini Ustadz Yusuf mendapatkan wanita yang baik yang akan mendampingi dirinya.


''Aku udah gak memiliki perasaan apa pun sama Ustadz Yusuf Arumi, aku bahkan ikut bahagia karena kini kalian udah lamaran. Aku sudah lama membuang perasaan aku karena ada seseorang yang kini aku cintai dan harus aku jaga,'' Ucap Syifa dengan senyum nya Syifa tahu jika Arumi merasa bersalah karena dirinya.


Syifa pun memeluk Arumi dan di ikuti ke dua sahabat lain nya.


''Jadi kalian sudah dapat jodoh Ustadz nih, kalau kita gimana.'' Ucap Arin yang mendapat balasan tawa. Mereka tertawa hingga masalah yang baru saja berasa di dalam benak Arumi seolah hilang begitu saja.

__ADS_1


.


.


Dua minggu telah berlalu sejak lamaran Yusuf dengan Arumi kini berita itu sudah tersebar luas di kalangan santri dan santriwati entah siapa yang menyebarkan kabar lamaran itu. Namun bagi keluarga Abah kabar itu sangat menguntungkan karena dengan begitu mereka akan cepat melangsungkan pernikahan putranya yang sudah di rasa cukup umur.


''Yus kamu mau kemana?'' tanya ummi karena kini ia melihat putra nya sudah terlihat rapi.


''Aku mau ke kantor dulu ummi,'' jawab Yusuf dengan santai ia berjalan menghampiri ummi yang sedang duduk santai di kursi.


''Kamu bukannya di pondok aja, kan ada Adi yang urus kantor kamu.'' Ummi merasa khawatir jika putranya sering ke kantor ia akan berusaha menghindar untuk segera menikah nanti dan beralasan seperti dulu karena urusan kantor hingga ia mengenyampingkan masalah pribadinya.


''Iya ummi nanti kalau Yusuf sudah mendapatkan sekertaris baru. Yusuf akan fokus lagi untuk pondok.'' Ucap Yusuf yang mengalami ummi dan segera pergi karena kini Adi sedang menunggu kedatangannya nya.


Yusuf tidak bisa membiarkan Adi sendirian karena sejak Maya pertemuan nya dengan Maya waktu itu ternyata Maya keluar dari perusahaan nya. Maya mengundurkan diri karena ia beralasan akan kembali ke kota kelahirannya membuat posisi nya menjadi kosong.


Yusuf sengaja tidak langsung mengisi posisi itu karena ia masih berharap jika Maya akan kembali makan posisi itu akan kembali ia berikan untuk nya mengingat kondisi Maya yang kini sedang mengandung membuat dirinya pasti memiliki beban baru dalam hidupnya.


Yusuf sudah tidak memikirkan Maya lagi, ia percaya jika Maya tidak akan menggugurkan janin yang kini tumbuh di dalam rahim nya. Kini Yusuf sendiri sedang membuka hati nya untuk wanita yang kini telah resmi ia lamar.


Yusuf tidak ingin membuat kedua orang tuanya dan juga kedua orang Arumi kecewa padanya terutama pada Arumi yang telah bersedia menerima lamaran nya meski Yusuf belum bisa mencintai Arumi tapi ia yakin jika Arumi adalah jodoh yang telah Allah pilihkan untuknya.


Ummi dan Abi sendiri ia ingin jika Arumi dan Yusuf menikah dulu seperti hal nya Syifa dengan Hanif. Namun Yusuf menolah keinginan kedua orang tuanya yang terasa terburu-buru Yusuf tidak ingin membuat Arumi terbebani karena status nya jika mereka menikah lebih dulu akan lebih baik jika ia menunggu Arumi lulus dan baru menikahinya itu juga jika Arumi siap untuk menikah setelah kelulusan nya.


Mobil hitam itu kini tengah berasa di jalanan yang sedang macet karena memang jam-jam waktunya orang-orang sedang berlaju di jalanan untuk sama-sama bekerja.

__ADS_1


......................


__ADS_2