Ustadz Impian

Ustadz Impian
Bab 114


__ADS_3

Yusuf menjalankan kembali mobil nya ke jalanan mobil itu melaju membelah jalanan yang kini terlihat sedikit sepi pengendara hanya tiga puluh menit saja kini ia telah sampai di depan kantor miliknya sendiri.


Yusuf melangkahkan kakinya ke dalam bangunan itu dengan perasaan berbunga-bunga entah kenapa ia merasakan hal seperti itu bahkan dirinya sendiri tidak tahu jika karena Arumi ia belum bisa memastikan karena ia sendiri belum memiliki perasaan apapun pada wanita lain tapi sejak ia kembali dari toko perhiasan itu hatinya merasa sangat senang.


Yusuf melangkahkan kakinya ke arah lift karena ia akan kembali ke ruangan milik nya.


''Pak Yusuf.'' Ucap sang resepsionis itu dengan nada yang sedikit tidak enak karena ia harus mengatakan sesuatu pada atasan nya itu.


Yusuf menoleh sesaat dan melihat ternyata resepsionis lah yang kini memanggilnya.


''Tadi ada seorang lelaki ke sini ia mencari keberadaan bapak tapi saya bingung ia terus saja memaksa untuk bertemu padahal saya sudah bilang jika bapak sedang keluar sedangkan pak Adi dia sedang apa pertemuan dengan klien nya baru saja pergi.'' Ucap wanita itu merasa sungkan.


Yusuf segera mengambil ponsel nya karena ia merasa heran jika Adi tidak memberi tahu keberangkatan nya padahal biasanya ia akan selalu melaporkan apa yang akan ia lakukan jika dirinya akan pergi ke liar.


Yusuf menarik napasnya ia melupakan ponsel nya yang ia taruh di balkon nya karena itulah Adi tidak menghubungi dirinya.


''Sekarang dimana tamu itu?'' tanya Yusuf pada resepsionis nya.


''Sedang di ruang tamu Pak.''

__ADS_1


''Oke biarkan saja saya harus kembali ke ruangan dulu sebentar.'' Ucap Yusuf segera masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.


Kini lift itu sudah membawanya ke lantai atas dan kini terbuka lembar. Yusuf segera berjalan keluar dari sana ia mulai masuk ke dalam ruangan nya dengan langkah cepat ia segera mengambil ponsel yang benar saja ia tinggalkan di balkon tadi saat ia sedang bersantai.


Yusuf memasukan kembali ponselnya dan berjalan masuk kembali ke dalam ruangan nya.


Ia mengambil kotak perhiasan yang baru saja ia ambil dan meletakkan nya di tas kerjanya karena ia takut jika benda itu akan jatuh jika ia ambil kemana ia akan pergi.


Yusuf kembali melangkahkan kaki nya ke dalam lift yang berada di samping ruangan nya dan segera memencet tombol ke lantai dasar karena ia sangat penasaran siapa yang hendak mengunjungi dirinya. Karena biasanya siapa saja yang hendak menemui dirinya akan mengadakan jadwal untuk mereka bertemu.


Langkah kaki Yusuf kini tengah berdiri di depan pintu ruang tamu dan ia segera mengangkat gagang pintu untuk segera masuk ke dalam sana.


Sorot matanya begitu terkejut dengan kehadiran lelaki yang kini sedang tersenyum ke arah dirinya dengan langkah cepat Yusuf segera merangkul tubuh lelaki itu dalam pelukan nya.


Andrean adalah sahabatnya sewaktu mereka masih kuliah namun karena Yusuf memutuskan untuk kuliah ke luar kota hingga mereka akhirnya berpisah dan baru kali ini ia bertemu kembali dengan sahabat baiknya.


''Alhamdulillah baik yus,'' Ucap Andrean dengan senang nya ia sendiri sangat sangat senang karena kini bisa bertemu lagi dengan Yusuf.


''Kamu kemana aja dre aku hampir saja melupakan kamu.'' Kekeh Yusuf karena saking lamanya mereka tidak pernah bertemu.

__ADS_1


''Yah ada deh biasa. Sekarang usaha kamu makin sukses yus dulu aku sangat ingat bangunan ini tidak sebagus ini sekarang kamu hebat.'' Puji Andrea karena Andrea sendiri ia ikut membantu usaha teman baiknya itu bahkan ia pernah menawarkan modal usaha pada Yusuf namun Yusuf dengan berat hati ia menolak bukan karena ia tidak membutuhkan nya hanya saja ia rasa jika ia hanya iseng saja untuk usahanya ia juga tidak ingin memanfaatkan kebaikan dari sahabatnya apalagi memang Andrean hidup dari keluarga kaya raya ia tidak ingin jika ada tudingan jika ia memanfaatkan kekayaan Andrean dengan dalih persahabatan mereka.


''Alhamdulillah dre semua ini berkat doa dari ummi dan juga abi dan tak lupa karena dukungan kamu aku belajar banyak dari ayah kamu karena dia juga berperan penting saat aku memulai usaha aku hingga kini aku bisa seperti ini.'' Ucap Yusuf mengingat ia sangat dekat dengan keluarga Andrean.


Ayah dari Andrean memang pengusaha besar tidak jarang jika mereka mengobrol selalu membicarakan tentang bisnis tau sekedar memotivasi pada anak dan juga sahabat dari anak nya itu.


Kepiawaian dari ayah andrean kini Yusuf ikuti bahkan apa yang ayah andrean katakan padanya selalu terasa tepat bagaimana ia memulai usaha, bagai mana ia mencari solusi ketika dalam mas sulit, bahkan bagaimana cara ia mengatasi kerjasama dengan klien nya yang sedikit harus memutar otak nya tapi semua itu tidak lepas juga dari peranan penting dari kedua orang tuanya yang selalu mendukung apa yang anak nya cita-cita kan.


''Oh ya bagaimana kabar abah dan juga ummi? sudah sangat lama aku tidak berkunjung ke rumah abah dan ummi.'' Ungkap Andrean karena ia juga memang sering berkunjung ke rumah Yusuf saat mereka masih kuliah tapi sejak mereka lulus sejak itulah Andrean tidak pernah berkunjung ke kediaman Yusuf.


''Alhamdulillah baik, kapan-kapan mainlah aku tunggu.'' Yusuf berkata dengan senang hati.


''Oh ya gimana kabar ayah dan ibumu?'' tanya Yusuf balik pada Andrean hingga mereka pun banyak berbincang tentang segala hal.


Seperti layaknya sahabat yang saling melepas rindu mereka cukup banyak menghabiskan waktu di dalam sana kadang juga terdengar suara tawa seolah mereka sangat senang dengan pertemuan yang baru saja mereka lalui.


''Aku harus kembali yus, kapan-kapan kamu main lah ke rumah ku ajak juga calon istrimu.'' Kekeh Andrean karena ia sangat terkejut saat mendengar jika Yusuf kini sudah bertunangan berbeda dengan dirinya ia sendiri belum menemukan calon istri yang tepat.


Andrean merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri andai dulu ia bisa menahan dirinya tentu ia sangat senang hati melangsungkan pertunangan nya dengan Maya.

__ADS_1


Namun wanita itu entah kemana sejak pergi ia sudah mencari keberadaan wanita itu ia berniat akan bertanggung jawab atas janin yang yang kini berada di dalam perutnya ia akan berusaha menerima kemarahan dari sang ayah dan juga ibunya tapi sayang ketika niat baiknya sudah ia rencanakan Maya malah menghilang begitu saja Andrean sadar jika ia sudah sangat menyakiti perasaan wanita yang ia cintai.


......................


__ADS_2