Ustadz Impian

Ustadz Impian
Bab 122


__ADS_3

''Mas, kamu dekat yah sama keluarga Syifa?'' tanya Nadia karena sejak ia bertemu dengan keluarga suami nya hati nya merasa tidak tenang. Entah karena ia pernah menyakiti adik sepupunya atau karena apa itu meski Syifa dan keluarga nya sudah memaafkan kesalahan nya di masa dulu tegak saja bayangan Syifa di benak Nadia terasa selalu hadir bahkan di saat ia kini sudah berusaha melupakan nya ia kembali teringat karena bagaimana pun Andrian suami nya adalah sepupu dari Syifa.


Andrian menoleh ke arah istrinya. Sebenar nya Andrian merasa heran dengan perubahan Nadia pada keluarga Syifa entah apa yang terjadi pada istrinya masa dulu namun Andrian tidak ingin mengungkitnya lagi. Andrian tahu jika Nadia masih tahap pemilihan Andrian daja yang menutupi itu dari keluarga besar nya dan juga keluarga Nadia ia yakin dengan cara seperti itu Nadia akan memiliki semangat baru dan dengan tidak mengungkit masa lalu Nadia akan berdampak baik pada kesehatan nya apalagi saat ini Nadia sedang mengandung anak nya. Tentu saja Andrian tidak ingin hal buruk terjadi pada kedua nya.


Bagi Andrian kesehatan kedua nya lebih penting dari segala nya karena fokus utama Andrian kini adalah keluarga nya.


''Ya lumayan sayang, dulu waktu kecil aku suka tinggal di rumah kedua orang tua Syifa, memang nya kenapa sayang?'' Jawab Andrian dengan santai namun tanpa Nadia sadari suaminya kini sedang memperhatikan tingkah dirinya.


''Enggak ko aku hanya bertanya.'' Ucap Nadia sedikit gugup.


Sebenar nya Nadia ingin berkata jujur jika dulu ia pernah menyakiti adik sepupunya karena ia tidak ingin jika suami nya marah pada dirinya karena ia tidak pernah jujur apalagi menurutnya Andrian sangat dekat dengan Syifa bahkan dirinya saja jika tidak mengetahui jika Syifa adalah adik sepupunya Andrian sudah jelas ia sangat cemburu. Sudah tahu saja di hati kecil nya cemburu tapi entahlah rasa nya kehidupan Nadia tidak lepas dari wanita yang pernah ia sakiti itu.


Andrian hanya tersenyum kini ia yakin jika Nadia istrinya pernah memiliki masalah dengan adik sepupunya.


Andrian dan Nadia kini sudah sampai di kediaman rumah Rosa. Andrian yang memang anak bungsu dari keluarga Rosa membuat Rosa tidak ingin jauh dari anak bungsu nya apalagi ia akan tinggal berdua jika Andrian memilih tinggal bersama keluarga Nadia.

__ADS_1


Nadia segera turun dari mobil dengan bantuan Andrian. Andrian selalu bersikap manis pada nya membuat Nadia mudah sekali jatuh cinta padanya. Apalagi Andrian selalu mengutamakan keperluan nya apalagi di saat Andrian tahu jika Nadia kini sedang hamil Andrian seolah tak mengijinkan dirinya menjadi capek apa pun kebutuhan nya selalu Andrian penuhi bahkan mami Rosa sendiri selalu menemani dirinya bahkan selalu bersikap manis seperti layaknya seorang ibu pada anak nya.


''Kamu istirahat ya, aku gak mau kamu lelah.'' Andrian mengecup kening Nadia dan hendak pergi dari hadapan nya.


''Mas.'' Nadia berkata dengan pelan kini tangan nya memegang tangan Andrean seolah ia tidak ingin di tinggalkan.


''Ya, kamu membutuhkan sesuatu?'' tanya Andrean menatap wajah pucat Nadia.


Nadia menggeleng ia tidak membutuhkan sesuatu ia hanya ingin mengungkapkan semua pikiran yang kini bersarang di dalam kepalanya.


Andrian mengambil tempat di samping Nadia. Entah apa yang akan di katakan Nadia tapi Andrian yakin jika itu adalah penting.


Lima menit berlalu Nadia masih enggan berbicara ia sangat takut jika ia berbicara jujur Andrean akan marah padanya. Tapi bagaimana pun dan reaksi apa yang akan ia Terima Nadia akan bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi bahkan ia juga akan berusaha menerima jika Andrean marah padanya.


''Mas aku ingin mengatakan sesuatu pada mas.'' Nadia menatap sekilas wajah Andrian dan menunduk kembali.

__ADS_1


Kini Nadia menjelaskan segala hal yang pernah ia lakukan pada Syifa adik sepupunya dan ia juga menjelaskan apa yang menyebabkan dirinya melakukan hal seperti itu. Nadia benar-benar mengatakan semuanya bahkan tidak ada yang ia tutupi. Ia juga menceritakan saat dirinya sedang dalam pengobatan Andrian saat itu Syifa juga mengunjungi dirinya tapi ia tidak mengetahui kenapa Syifa bisa menikah dengan Hanif hanya itu yang ia tidak ketahui padahal dirinya jelas sangat mengetahui jika Syifa dan juga Yusuf saling mencintai.


Nadia tidak bisa menyembunyikan perasaan bersalah nya ia bahkan menangis sambil berkata jujur pada suami nya.


''Aku siap mas, aku siap jika mas marah sama aku, aku sendiri sangat menyesal mas karena aku pernah menyakiti adik sepupu kamu. Padahal Syifa sangat baik pada aku dia juga selalu bersikap baik dan sopan pada aku bahkan di saat aku seperti ini dia selalu membuat aku merasa malu aku malu mas aku benar-benar menyesal.''


Andrian hanya diam ia sangat terkejut dengan pengakuan dari Nadia. Jelas saja ia sangat marah namun emosi yang ia tahan ia rasa tidak cukup kakak mana yang sanggup mendengar jika adik nya di perlakukan seperti itu bahkan jika itu menimpa pada orang lain saja jelas Andrian akan sangat marah. Kali ini ia sangat tidak bisa menerima hal itu meski Syifa adik nya sudah memaafkan nya dengan sangat mudah dan juga kedua orang tua nya memaafkan perlakuan istrinya itu bahkan sampai sekarang mereka tidak pernah mengungkit keburukan dari istrinya.


Andrian segera bangun dari duduk nya bahkan lengan Nadia yang sempat memegang lengan nya ia singkirkan begitu kasar. Mata yang selalu terlihat menenangkan untuk istrinya kini berubah seketika dengan tatapan amarah bahkan tangan nya mengepal dengan sangat kuat.


Andaikan yang memperlakukan ini adalah orang lain ingin sekali ia berkata kasar tapi melihat wajah Nadia yang menangis ada rasa tidak tega sungguh Andrian sangat menyayangi Nadia bahkan saat melihat Nadia yang hampir gila entah kenapa ia merasakan kasihan ia begitu menyayangi Nadia bahkan ia sangat berkeinginan untuk menjadikan Nadia menjadi istrinya.


Andrian tak pernah sedikitpun merasa malu beristrikan Nadia dengan sabar ia menyembuhkan Nadia dari gangguan mental nya bahkan di setiap doa yang keluar dari mulutnya ia selalu berdoa untuk kesembuhan wanita yang tak pernah ia ketahui bahkan baru saja ia temui tapi rasa sayang itu muncul dengan sendiri nya membuat ia yakin jika Nadia adalah wanita yang Allah pilihkan untuk nya.


''Aku menyesal pernah mengenal kamu Nadia aku sangat tidak menyangka jika kamu seburuk itu.'' Andrian keluar dari kamar nya dengan segenap amarah yang kini menyelimuti hati nya ia keluar dari kamar itu dengan membanting pintu itu dengan sangat keras.

__ADS_1


......................


__ADS_2