Ustadz Impian

Ustadz Impian
Bab 111


__ADS_3

Siang ini Syifa dan Hanif kembali bersama, mereka mencari sebuah toko buku untuk mencari buku-buku untuk anak-anak nanti di panti.


''Sepertinya di sana mas.'' Tunjuk Syifa pada sebuah toko yang terlihat gambar buku.


''Oh ya sayang.'' Hanif segera melajukan mobil nya ke arah toko yang tadi Syifa maksud.


Mereka pun beranjak turun dari dalam mobilnya dan benar saja ternyata sebuah toko terbilang besar. Syifa segera masuk ke dalam toko itu di ikuti oleh Hanif yang membututi nya.


Jemari lentik Syifa kini mulai mencari berbagai buku yang kini menarik matanya untuk segera beralih dari satu buku ke buku lain.


Terlihat binar bahagia dari sorot mata Syifa ia terlihat begitu bersemangat bahkan tangan yang satu sudah memegang buku-buku yang ia pilih.


Hanif sendiri ia sangat bersyukur seolah Syifa adalah istri sekaligus partner dalam hidupnya kini perasaan bahagia selalu muncul dalam dirinya ketika ia melihat Syifa selalu bahagia di dekat nya.


Hanif hanya berharap kebahagian ini akan ia rasakan selama hidupnya bersama Syifa.


''Sini biar mas bantu sayang.'' Hanif mengambil beberapa buku dari tangan Syifa dan mengikuti langkah Syifa membiarkan ia memilih buku yang menurut istrinya cocok untuk anak-anak.


''Mas aku mau ini.'' Syifa memperlihatkan buku yang kini bersampul biru muda dan berisi tentang nasehat rumah tangga.


Hanif tersenyum melihat Syifa berkeinginan memiliki buku itu.


''Boleh sayang.'' Hanif tersenyum kembali dan menerima buku dari Syifa karena ia membiarkan Syifa kembali memilih buku-buku lain nya.


Hanif sangat bersyukur ternyata Syifa kini sudah siap dengan pernikahan nya bahkan kini istrinya mau memperdalam ajaran tentang hidup berumah tangga. Rasa syukur seolah tak akan habisnya dengan kenikmatan yang telah Allah anugrah kan kepada dirinya.


''Sepertinya sudah cukup mas?'' Syifa melihat buku-buku di tangan suaminya sudah banyak bahkan ia sendiri sudah memegang beberapa buku.


''Iya sayang sudah dulu saja, kalau kurang kita masih bisa beli.''Hanif menyetujui nya karena ia berniat membeli beberapa perlengkapan lain nya.


Mereka pun berjalan beriringan ke arah kasir dan menunggu bersama untuk membawa buku-buku itu ke dalam mobil bersama.


''Mas buku yang itu di pisah ya.'' Ucap Hanif ketika buku yang Syifa inginkan hendak di satukan dengan buku lain nya.


''Baik mas.'' Ucap penjaga kasir nya.


''Oh ya mas karena mas membeli buku yang cukup banyak, Mas boleh memilih satu buku diantara buku yang berada di sini dan itu gratis.'' Sahut mas itu dengan senyum ia menunjukan buku-buku yang kini berada di samping nya.


Hanif dengan senang hati menerima nya ia pun mulai mengedarkan pandangan nya memilih satu buku yang ia rasa akan ia butuhkan.

__ADS_1


''Yang ini saja mas.'' Ucap Hanif memberikan buku pada mas kasir itu.


Hanif memilih buku tentang Cara mendidik anak menurut islam.


Syifa memperhatikan buku yang Hanif berikan pada mas kasir itu ia tersenyum dengan pilihan suaminya.


Syifa berpikir jika memang saat ini ia belum membutuhkan nya karena ia sendiri dengan Hanif baru saja menikah tapi memang tidak ada salah nya jika ia mulai mempelajari sejak sekarang untuk mempersiapkan diri ketika nanti ia memiliki seorang anak ia sudah memiliki bekal.


''Totalnya Satu juta tiga ratus lima puluh ribu mas.'' Ucap mas kasir yang telah selesai dengan belanjaan Hanif.


Hanif segera menyodorkan uang untuk membayar buku-buku yang mereka beli, ia menyodorkan uang satu juta empat ratus ribu rupiah secara cash.


Mas kasir itu menerima dan ia menghitung ulang uang dari Hanif.


''Semuanya aja mas.'' Ucap Hanif ketika Hanif mengangkat barang belanjaan nya.


''Tapi ini ada ko mas kembali nya.'' Ucap mas kasir dengan uang di tangan nya.


''Gak apa-apa mas.''


''Terima kasih.''


''Makasih sayang.'' Hanif tersenyum karena istrinya begitu membantu dirinya.


Syifa hanya tersenyum membalas senyum dari suaminya dan segera berjalan ke arah mobil.


''Kita mah beli apa lagi mas?'' tanya Syifa karena ingin menghabiskan waktu dengan suaminya apalagi memang keperluan panti mungkin masih banyak yang belum suaminya beli.


''Hmmm'' Hanif berpikir sejenak.


''Kita beli mainan aja yang, kalau mainan kita bisa beli banyak biar keperluan lain mas suruh orang lain.''


Syifa menyetujui usulan dari suaminya karena memang pasti akan banyak keperluan yang harus mereka beli lagian tak mungkin suaminya membeli semua di sini lebih baik ia beli di sana.


Syifa pun segera masuk ke dalam mobil dengan Hanif yang kini masuk ke dalam.


Syifa begitu menikmati kebersamaan ia bersama Hanif hal yang pasti akan sangat ia rindukan.


Syifa menyenderkan kepalanya di bahu Hanif dan hanif menerima itu bahkan ia sesekali menciumi kepala Syifa.

__ADS_1


Mobil kembali melaju di jalanan dan mereka kembali mencari toko yang menyediakan mainan untuk anak-anak.


''Mas di sana.'' Ucap Syifa karena ia melihat toko yang menyediakan berbagai mainan untuk anak-anak dan juga untuk anak yang terbilang dewasa.


Hanif segera melajukan mobil nya ke arah yang tadi Syifa tunjukan yang tidak terlalu jauh dari toko buku yang baru saja mereka kunjungi.


Sepasang suami istri itu segera turun dari mobil setelah Hanif memarkirkan mobil nya di depan toko mainan.


Syifa berjalan lebih dulu dan di ikuti Hanif yang kini menyusul langkah kaki sang istri.


Syifa mengedarkan pandangan nya ia mencari beberapa mainan edukasi karena menurutnya mainan edukasi akan lebih penting untuk kecerdasan otak anak-anak.


Syifa memilih berbagai mainan dengan bantuan Hanif namun kali ini kadang mereka ber adu argumen karena Syifa lebih suka dengan warna favoritnya warna pink.


''Yang ini aja, anak laki-laki juga pasti suka lagian mereka bisa main bersama.''


''Ih mas lihat deh ini lebih lucu warna nya.''


Hanif menarik napasnya kali ini Hanif merasa pilihan nya yang tepat.


''Ya sudah ambil saja satu.''


''Mas kan bisa beli bola untuk anak laki-laki.'' Gerutu Syifa segera membawa mainan yang ia rasa sendiri cocok.


Kini mereka telah selesai dengan memilih beberapa mainan anak dan segera membayar ke kasir.


''Mas aku lapar.'' Syifa berkata pelan karena ia baru mengingat jika ia belum makan siang.


Hanif telah selesai membayar dan memasukan barang belanjaan nya ke dalam mobil.


''Iya boleh kita cari makan sebelum pulang, kamu mau apa yang?'' Hanif bertanya kepada Syifa ia selalu memanggil Syifa dengan sayang karena ia memang menyukai nya.


''Aku mau bakso mas,'' cicit Syifa dengan senyum yang ia tampilkan.


''Boleh.'' Hanif kembali menjalankan mobilnya mencari kedai bakso yang tidak terlalu jauh dari sana.


Baik Syifa dan juga Hanif mereka kini merasakan kasih sayang satu sama lain mereka seperti sepasang suami istri yang saling menyempurnakan. Syifa sendiri ia sangat mencintai Hanif kini sebagai suami nya.


Tak berselang lama kedua insan itu sampai dan segera turun untuk segera makan bakso yang Syifa inginkan karena mengingat perbelanjaan mereka sudah selesai kini tinggal perut mereka saja yang harus segera mereka isi.

__ADS_1


......................


__ADS_2