Ustadz Impian

Ustadz Impian
Bab 118


__ADS_3

''Mas hari ini aku ada jadwal sama Rosa, mas mau kan antar aku.'' Pinta Mira karena memang sekarang ada jadwal dirinya untuk mengecek kondisi kehamilan nya.


Bayi di dalam perutnya kian aktif membuat Mira merasa senang ia bahkan sudah tidak sabar untuk segera melihat kedua bayinya lahir ke dunia.


''Iya sayang, jam berapa kita ke sana?'' tanya Aris yang masih sibuk dengan laptop nya.


''Sekitar satu jam lagi mas. Oh ya mas kita juga belum beli berbagai keperluan untuk anak kita apalagi sekarang usia kehamilan aku sudah menginjak tujuh bulan mas.'' Mira hampir lupa karena ia sengaja menunda membeli berbagai keperluan bayi karena ibunya menyuruh Mira agar tidak dulu membeli perlengkapan bayi sebelum usia kehamilan nya tujuh bulan.


''Ya sudah biar pulang nya kita beli biar sekalian.'' Ucap Aris sambil mengusap perut buncit istrinya.


Saat Aris mengusap perut Mira ia begitu terkejut karena ternyata bayi di dalam perut Mira menendang dengan keras.


''Wah anak ayah sudah besar sehat-sehat sayang.'' Aris kembali mengusap dan mencium perut istrinya.


Betapa ia sangat senang karena kini ia akan memiliki anak lagi.


''Kalau aja Syifa ada di sini sudah pasti dia akan senang.''


''Iya mas, tapi aku sangat bersyukur karena anak kita sudah mendapat suami seperti Hanif.''


''Iya mas juga sangat bersyukur.''


Beberapa menit telah berlalu kini mereka sudah siap untuk pergi ke rumah sakit dimana Rosa bekerja.


Mira segera masuk ke dalam mobil dengan hati-hati. Aris yang selalu berada di samping Mira di saat usia kandungan Mira istrinya sudah hampir mendekati waktunya ia tidak ingin hal yang buruk terjadi pada istrinya.


Bahkan di saat dulu Mira menolak memperkerjakan asisten rumah tangga kini mau tak mau ia harus menerima nya karena Aris tidak ingin jika Mira kecapean.


Mobil mewah itu kini sudah berada di jalur jalan raya dan hanya beberapa menit lagi mereka akan sampai.


Aris segera memarkirkan mobil nya di parkiran dengan cepat ia pun segera turun dari mobil dan membuka kan pintu untuk istrinya ia juga membantu Mira untuk turun dari dalam mobil.


''Makasih mas.'' Ucap Mira dengan senang karena perhatian sang suami yang selalu membuatnya senang. Bahkan di kehamilan yang sekarang Mira sendiri merasa jika ia selalu ingin bersama suami nya dan ingin selalu di perhatikan oleh Aris.

__ADS_1


Aris berjalan beriringan dengan Mira untuk segera ke ruangan Rosa karena Mira sudah memberi tahu jika ia akan datang sekarang.


''Om.'' Ucap seseorang yang kini menghampiri mereka.


''Andrian.'' Kamu di sini? om kira kamu masih di bandung.'' Ucap Aris yang merasa senang karena kini ia bertemu dengan anak dari Rosa.


''Enggak om sudah satu bulan saya di sini.'' Jelas Andrian yang mengalami kedua orang tua Syifa.


''Dimana istrimu an?'' tanya Mira karena ia tidak melihat Nadia istrinya.


''Sedang di dalam tante.''


''Istri mu hamil?'' Mira merasa terkejut bercampur senang jika tebakan nya benar.


''Iya alhamdulillah justru karena Nadia hamil tante mami meminta agar aku kembali karena mami ingin memantau langsung cucu nya.'' Jujur Andrian yang langsung mendapat tawa mereka.


''Wajar sih, namanya juga orang tua pasti selalu khawatir sama anak nya semoga sehat-sehat keduanya.'' Doa Mira pada Nadia dan juga anak nya bagaimana pun Nadia kini adalah istri dari Andrian. Mira sudah berbesar hati memaafkan kesalahan Nadia atas kesalahan yang pernah ia buat pada putri nya.


Kini pintu terbuka Andrian masuk ke dalam karena tadi ia keluar hanya untuk menjawab telepon.


''Tante, om.'' Nadia menyalami kedua orang tua Syifa dengan hormat.


''Kata Andrian kamu hamil, tante ikut senang Nadia.'' Ucap Mira dengan senang ia tersenyum dan mengusap perut Nadia.


''Alhamdulillah tante.''


''Bagaimana kondisi kehamilan kamu?'' tanya Mira lagi.


''Baik alhamdulillah sekarang tinggal aku nya saja yang harus banyak makan karena sering mual jadi perutnya suka kram.'' Jelas Nadia sedikit canggung.


Mereka pun mengobrol seperti layaknya orang yang sudah sangat dekat.


''Oh ya sudah tante masuk dulu ya. Mira segera masuk ke dalam di ikuti oleh Aris yang selalu setia menemani nya.

__ADS_1


''Apa kabar Mir?'' Rosa menyambut nya dengan senyum lebar.


''Alhamdulillah Rosa, Hanya saja sekarang aku mulai sedikit kesusahan gerak wajar juga sih karena kini kehamilan nya sudah mau menginjak delapan bulan mungkin.'' Tutur Mira ia pun duduk di hadapan Rosa.


''Ya sudah kita periksa dulu yuk.'' Ucap Rosa setelah menyiapkan perlengkapan medis nya.


Mira berjalan mengikuti langkah Rosa dan menidurkan tubuh nya karena kini ia akan melakukan USG kembali.


Rosa mengoleskan jel pada perut buncit mira yang sudah terlihat besar bahkan ukuran nya sudah sangat besar karena memang Mira mengandung bayi kembar.


Mira menatap Layar di temani oleh Aris yang juga ikut melihat calon bayi mereka.


Matanya kini mulai berkaca-kaca ia tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata hanya perasaan senang yang kini mereka rasakan dan ucapan syukur yang selalu mereka ucapkan pada sang Khalik atas apa yang kini mereka miliki.


''Bayi nya alhamdulillah sehat hanya saja karena bayi nya kembar dan resiko melahirkan secara normal akan sedikit sulit sebaiknya kita melakukan secara cesar.'' Ungkap Rosa dengan menatap Mira yang kini sudah duduk kembali.


''Aku mengerti Rosa, apa pun itu aku akan berusaha siap untuk anak-anak ku.''


Kini mereka telah kembali duduk di kursi setelah melalui pemeriksaan.


''Rosa memberikan sebuah resep obat yang harus Mira makan dan tak lupa memberikan berbagai support pada Mira.


''Ya sudah aku kembali ya, oh ya selamat juga karena kehamilan dari menantu mu.'' Mira mengulas senyum pada Rosa sebelum benar-benar ia keluar dari ruangan nya.


''Ok, makasih mir.''


Kini Mira dan Aris sudah kembali ke dalam mobil nya. Seperti apa yang sudah mereka rencanakan mereka akan membeli berbagai perlengkapan bayi karena kini sudah seharusnya semuanya sudah di siapkan.


Aris menjalankan mobil nya kembali di jalanan ia memutar arah untuk menuju toko perlengkapan bayi yang cukup besar ia sengaja memilih toko itu agar istrinya tidak harus berkeliling mencari perlengkapan bayi.


Lima belas menit telah berlalu kini mereka turun bersamaan Mira menatap toko perlengkapan bayi dengan perasaan senang seakan ia sudah merasakan anak-anak nya kini sudah akan lahir.


Mira melangkahkan kaki nya lebih dulu dan di ikuti oleh Aris. Jari lentik Mira kini memilih berbagai baju pakaian yang ia rasa cocok untuk anak nya karena ia memilih berbagai warna yang pantas untuk anak perempuan baik laki-laki.

__ADS_1


Mira sendiri tidak tahu jika anak nya berjenis kelamin apa karena sepertinya bayi nya enggan menampilkan diri nya seolah mereka adalah kejutan ketika mereka nanti terlahir.


......................


__ADS_2