30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
kesedihan bayu


__ADS_3

"Ma, mama besok kesini ya! Aku mau kasih Mama sesuatu" ujar Elsa tersenyum. Sebagai hari bahagianya Elsa ingin memberikan hadiah kepada mamanya sebuah berlian yang dia beli dari uang perusahaan.


"Kamu aja yang kesini sa, mama gak mau bulak balik, kasian Keyla, lagian besok teman teman mama mau kesini jadi mama gak bisa kemana mana" ujar Bu Lidia.


"Ok mah, besok Elsa ke rumah mama ya!" Ujar Elsa "asiiiikkk besok teman teman mama mau ke rumah, jadi gue bisa pamer berlian ini sama mereka, mereka pasti iri sama mama" batin Elsa


"Sa, mama istirahat dulu ya nak, besok mama tunggu kamu!" Ujar Bu Lidia. Bu Lidia mematikan teleponnya karena memang ini sudah larut malam, dia harus segera beristirahat karena besok dia harus bangun lebih pagi, dia harud menyiapkan hidangan untuk teman teman arisannya.


"Yah main matiin aja padahal kan gue belum beres ngomong" ujar Elsa kesal. "Tapi gak papa lah, besok kan gue masih bisa ngobrol sama mama, besok gue harus pakai baju yang paling bagus, tas branded biar teman teman mama melongo liat gue, hahaha" ujar Elsa. Dia tertawa sembari bersandar di sofa, Elsa merentangkan tangannya sembari menatap langit langit menikmati malam indahnya. malam ini dia benar benar sangat bahagia sekali.

__ADS_1


Malam semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul 00.30 ini saatnya untuk Elsa mengistirahatkan tubuhnya, hari ini dia sangat lelah sekali dia harus segera tidur karena besok dia harus bangun pagi pagi untuk menyodorkan lagi surat talak itu kepada Bayu, Elsa sudah tidak sabar ingin segera melihat Bayu menandatangani surat talak itu.


Elsa merebahkan tubuhnya di sofa, sedangkan bayu, dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ranjang yang dulu dia pakai bersama Nadira.


Bayu mengelus ranjang sebelahnya dengan perlahan, ranjang yang dulu menjadi tempat tidur Nadira, yang dimana selalu ada kehangatan dan kasih sayang tulus dari seorang istri. sekarang semuanya tampak berubah, tidak ada kehangatan seperti dulu lagi, sekarang Bayu merasa sepi sendiri tidak ada seorangpun yang menemani.


"Sekarang kamu dimana Nadira, Ilham, Sifa, ayah rindu kalian, kenapa kalian tidak pulang kesini?!" Ujar Bayu menjatuhkan air matanya. Bayu bangkit dari tidurnya lalu membuka sebuah laci yang berada tepat di sebelah ranjang itu, dia mengambil foto Ilham dan Sifa yang dia simpan disitu, satu satunya foto yang tersisa dari sekian foto yang Elsa buang. Bayu memeluk foto itu sembari terus menjatuhkan air matanya.


Bayu terus menatap foto kedua anaknya, dia juga melihat sekeliling kamar itu semuanya tampak berubah. Ketika akal sehatnya kembali semua terasa sangat asing baginya, kamar, ruang tamu, ruang keluarga, hingga kamar mandi semua sudah tampak beda seperti dulu, sekarang kenangan indah bersama Nadira pun lenyap seketika.

__ADS_1


Bayu teringat ketika kedua anaknya bercanda, berlari, tertawa sembari memeluknya dengan penuh kasih sayang, dia sangat merindukan suasana itu, suasana ketika rumah terasa ramai dengan celotehan manja kedua anak baik itu, kadang dia juga melihat ke arah ruang tamu yang dimana ruangan itu selalu menjadi tempat belajar mereka, meskipun Bayu sudah menyediakan ruang belajar untuk mereka tapi Ilham dan Sifa selalu memakai ruang tamu sebagai tempat belajar paling nyaman. Itu juga sangat dia rindukan, teringat semua itu air matanya pun terus berlinang tiada henti.


''Ayah rindu kalian nak" ujar Bayu terisak.


Bayu memang terlihat sangat angkuh, dia juga cuek sekali seperti orang yang tak punya kasih sayang, tapi ketika membicarakan tentang anak, kelemahannya pun terlihat, dia tidak bisa menyembunyikan kasih sayangnya terhadap kedua anaknya itu meskipun sekarang dia sudah punya anak dari Elsa.


Ketika Bayu sedang dirundung kesedihan di rumah dokter Raisa, Nadira justru sedang berada di masa kebahagiaan nya, kenapa? Karena semua beban yang selama ini dia pikirkan satu persatu hilang, perasaannya sekarang terasa lebih lega apalagi ketika dia sudah mendatangi pengadilan agama, beban beratnya seakan hilang begitu saja hanya saja ada satu yang masih mengganjal di hatinya, yaitu hak asuh Ilham dan Sifa yang belum jelas. Tapi dia akan berusaha untuk mengambil hak asuh mereka karena dialah yang lebih pantas untuk mengurus mereka.


"Tidur yang nyenyak nak, bunda janji sebentar lagi bunda akan membawa kalian pulang ke rumah kita, bunda akan berusaha bahagiakan kalian berdua, bunda sayang kalian" Nadira mencium kedua anaknya dengan mata yang berkaca-kaca. dia memandangi kedua anaknya yang sudah tertidur pulas sembari mengelus kepala mereka dengan penuh kasih sayang, sebagai seorang ibu saat ini Nadira benar benar sangat bersyukur sekali dia bisa dikaruniai kedua anak baik dan kuat seperti mereka berdua. disisa hidupnya Nadira akan berusaha membahagiakan mereka, berusaha membuat mereka nyaman ketika berada di dekatnya, dia juga akan berusaha menjadi ayah sekaligus ibu yang baik untuk mereka.

__ADS_1


...jangan lupa like, comen, n votenya ya...


__ADS_2