
Setelah selesai membereskan semua laporannya ke pengadilan, Nadira dan dokter Raisa pun keluar dengan hati lega, mereka keluar dari kantor pengadilan itu sembari tertawa bahagia, Nadira terlihat senang sekali karena laporannya ke pengadilan itu berjalan dengan lancar, kini dia tinggal menunggu hasil dari surat gugatan itu, dia tinggal menunggu panggilan sidang pertamanya bersama Bayu.
"Alhamdulillah ya Bu semuanya berjalan dengan lancar, kisah ibu benar benar sangat menyedihkan sekali bu, sampai sampai pak Frans menjatuhkan air mata, kalau saya ada di posisi ibu mungkin saya tidak akan sanggup, ibu benar benar perempuan hebat, ibu tetap tegar meskipun berhadapan dengan masalah seberat itu, saya salut sama ibu" ujar dokter Raisa menoleh ke arah Nadira sembari tersenyum manis. Dokter Raisa begitu sangat kagum kepada ibu dua anak itu, disaat Nadira menginap penyakit yang begitu sangat parah dia dengan sabar mampu menghadapi semuanya apalagi suami seperti Bayu. Bahkan untuk setiap biaya pengobatan pun Nadira mengeluarkan uang sendiri, dia tidak meminta bantuan siapapun, bukankah itu sangat luar biasa.
"Terimakasih dok, saya bisa kuat seperti ini karena kasih sayang Allah terhadap saya, saya bisa apa tanpanya dok, semua masalah datang dari Allah jadi biarkanlah Allah yang menyelesaikannya, Kita hanya perlu yakin dan sabar, serahkan semua kepadanya" ujar Nadira tersenyum.
"Benar sekali bu, kuasa Allah sangat luar biasa, apa yang tidak mungkin bagi kita tapi mungkin baginya, contohnya penyakit ibu, penyakit yang sudah sangat parah bahkan kami para dokter memvonis bahwa sannya penyakit ibu tidak mungkin bisa disembuhkan, tapi karena kuasanya ibu bisa melewati ini semua, sekarang ibu bisa sehat lagi seperti ini, ini benar benar mukjizat yang sungguh sangat luar biasa" ujar dokter Raisa juga. Mereka sangat meyakini pertolongan dari yang maha kuasa.
Nadira dan dokter Raisa terus berbincang sembari berjalan menuju depan trotoar untuk mencari taksi. Mereka terlihat sangat akrab sekali bak seorang adik dan kakak. Keduanya sangat bersyukur bisa dipertemukan satu sama lain, karena dokter Raisa dan Nadira memang sudah tidak memiliki siapa siapa, kedua orang tua mereka sudah lama meninggal dan mereka pun hanya anak tunggal, jadi sekarang dokter Raisa merasa memiliki adik begitupun Nadira dia merasa dokter Raisa sudah seperti kakak baginya.
"Dok gimana kalau dari sini kita cari tempat makan" ujar Nadira. Dia mengajak dokter Raisa mencari restoran karena memang hari sudah mulai siang, perutnya juga sudah mulai lapar, sekali sekali dia ingin mentraktir dokter cantik itu sebagai tanda terima kasihnya karena dokter Raisa sudah mau mengantar dia mengurus ngurus perceraiannya ke pengadilan.
"Boleh Bu, ibu sudah lapar ya?" Dokter Raisa balik bertanya kepada Nadira sembari tersenyum manis.
"Iya dok, gak tau kenapa akhir akhir ini saya ngerasa laper terus, apa mungkin dari efek obat obatan yang saya minum ya dok?" Nadira bertanya lagi kepada dokter Raisa.
__ADS_1
"Iya Bu, dari vitamin yang ibu minum, kalau ibu merasa lapar terus itu bagus, jadi ibu akan sering makan dan kondisi kesehatan ibu pun akan cepat pulih, tapi ingat ya Bu, hindari dulu makanan yang saya larang kemarin, karena itu bisa menumbuhkan sel sel itu kembali, kalau bisa ibu sering sering minum minuman herbal ya Bu, karena itu bagus sekali untuk kesehatan, selain mencegah tumbuhnya sel kanker obat herbal juga tidak ada efek sampingnya sama sekali jadi ibu bisa bebas meminum meskipun itu berjangka panjang" jawab dokter Raisa. Sel kanker memang bisa tumbuh kembali dengan sendirinya, tapi paktor makanan itu sangat mempengaruhi, pola hidup yang tidak sehat, stres bisa membuat sel sel itu tumbuh dengan cepat, itu sebabnya dokter Raisa selalu memberi tahu Nadira agar dia lebih berhati hati dalam mengkonsumsi makanan.
"Oh jadi faktor makanan bisa mempengaruhi juga dok?" Tanya Nadira ingin tahu
"Bisa jadi Bu, saya juga belum tahu dengan jelas kenapa sel sel itu bisa tumbuh dengan cepat, hanya saja kita harus lebih berhati-hati saja dalam mengonsumsi makanan, karena kalau kita bisa menjaga pola hidup sehat itu bisa menimbulkan efek yang bagus untuk tubuh kita, mudah mudahan ibu sehat terus ya! Ibu harus tetap kuat untuk Ilham dan Sifa karena mereka sangat butuh kasih sayang dari seorang ibu" jawab dokter Raisa tersenyum sembari menepuk pundak ibu dua anak itu.
"Amiiiinnn, terimakasih dokter, semoga dokter juga selalu diberikan kesehatan serta Rizki yang tidak putus putus" ujar Nadira. Nadira balik mendoakan dokter cantik itu.
"Amiiiinnn" ujar dokter Raisa tersenyum.
"Aduuuh, kenapa gue sampai lupa taroh berkas itu, kemarin gue simpan dimana ya!?" Bayu mengingat ingat kembali kejadian kemarin. Saking cemasnya Bayu sampai tidak ingat kalau kemarin dia memberikan berkas itu kepada Clara sewaktu mereka di cafe, dan mungkin sekarang berkas itu masih ada di dalam tas Clara yang kemarin Clara pakai.
"Clara, kemarin gue pergi sama dia ke cafe, bisa jadi berkas penting itu ada di dia, gue harus telepon dia" ujar Bayu. Bayu mencoba mengambil ponselnya yang dia taroh di atas sofa lalu menelpon sekretaris nya itu untuk menanyakan berkas.
📞 Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar service area cobalah beberapa saat lagi. Terdengar suara customer service
__ADS_1
"Ahhh sial! Gak aktif lagi" ujar Bayu dengan kesal "si Clara kok jam segini belum datang juga, kemana dia, biasanya juga pagi pagi sudah datang?" Bayu bertanya tanya. Dia tidak ingat kalau tadi Elsa memberitahu dia kalau Elsa sudah memecatnya. "Ini gak bener gue harus telepon Elsa" ujar Bayu dengan wajah yang begitu sangat kesal.
Ketika Bayu sedang berusaha menelpon istrinya itu, Elsa masuk ke dalam ruangan kantor Bayu dengan pakaian yang tadi dia kenakan, dari kontrakan Clara Elsa langsung mengikuti Bayu hingga sampai ke kantornya itu.
Kriiing
Kriiing
Kriiing
Suara ponsel Elsa berbunyi begitu nyaring hingga terdengar ke telinga Bayu, Bayu langsung menoleh ke arah suara itu karena memang dia yang menelpon.
"Elsa!" Ujar Bayu kaget. "Ngapain Kamu disini?" Tanya Bayu.
"Mas tadi kan aku udah bilang, mulai sekarang aku akan bekerja jadi sekretaris kamu lagi, kamu dengar omongan aku kan?" Elsa malah balik bertanya kepada bayu. Dia duduk di kursi kerja milik Bayu sembari tersenyum sinis.
__ADS_1