
Wanita mana yang tidak bahagia jika dicintai laki laki yang baik, tulus dan ganteng seperti dokter Reza?
Pertemuan yang tanpa disengaja membuat mereka tertarik cinta satu sama lain, ini sungguh sangat luar biasa bukan?
Ya, begitu sangat luar biasa, kuasa Tuhan dan kasih sayangnya terhadap seorang hamba, membawa Nadira bertemu dengan sosok malaikat baik dan tulus seperti dia sang dokter idaman.
wanita lemah seperti Nadira mampu meluluhkan hati laki laki kaya dan tampan seperti dokter Reza, ini bukan sesuatu kebetulan bukan? Bisa saja semua ini buah dari kesabarannya selama ini, kepahitan hidup telah membawanya menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.
Kita bisa memetik hikmah dari kisah ini agar kita bisa lebih bersabar menghadapi ujian hidup yang sedang kita hadapi saat ini, karena semua ujian hidup akan terasa ringan jika kita menyikapinya dengan ikhlas dan sabar, kesakitan yang kita rasakan akan berubah menjadi kebahagiaan.
....
"Sayang..!!! Udah bungkus kadonya?" Tanya dokter Reza tersenyum
"Sedikit lagi mas" jawab Nadira
"Sini mas bantu!"
"Gak usah mas, ini tinggal sedikit lagi kok, mending sekarang mas istirahat!"
"Ya sudah, mas istirahat duluan! Kalau sudah beres kamu juga langsung tidur ya syg, jangan tidur terlalu malam, nanti mas banguni jam 2, insyaallah besok kita tiba di Indonesia dengan keadaan sehat wal'apiat" ujar dokter Reza sembari mengelus rambut Nadira
__ADS_1
"Amiiiinnn 🤲🤲" ujar Nadira tersenyum
Dokter Reza pun berjalan menuju kamarnya dengan hati yang berbunga bunga, dia sudah tidak sabar ingin segera terbang ke Indonesia untuk bertemu kedua anak Nadira, dokter reza berharap kedua anak baik itu bisa menerimanya agar dia bisa segera menghalalkan Nadira, wanita yang sangat dia cintai.
Ketika dokter Reza masuk ke dalam kamar, Nadira terus saja memperhatikan dokter Reza sembari tersenyum manis, dia tidak pernah bermimpi hidupnya akan seperti ini, kisah pilu yang selama ini dia lalui rasanya terbayar sudah dengan kehadiran dokter Reza disampingnya.
"Ya Allah, Kasih sayangmu sungguh sangat luar biasa, terimakasih engkau telah hadirkan sosok laki laki baik seperti dia di hidupku, panjangkanlah umurku agar aku bisa membalas semua kebaikanya selama ini, aku berjanji akan berusaha menjadi wanita yang lebih baik agar aku pantas bersanding dengannya" batin Nadira
...
Ketika Nadira sibuk mengemas barang bawaannya, di Jakarta Bayu terus melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit, mobilnya melaju terus melewati mobil yang ada didepannya, Bayu terlihat bersemangat karena dia ingin segera bertemu dengan dokter Raisa tapi sepertinya dia lagi lagi akan kecewa karena ternyata mobil dokter Raisa melaju melewati mobilnya, dokter Raisa melaju menuju rumahnya, sedangkan Bayu melaju menuju rumah sakit, mereka berlainan arah.
"Mas, besok pagi Nadira tiba di Jakarta, aku senang sekali akhirnya Ilham dan Sifa bisa bertemu bundanya, mereka pasti sangat bahagia mas" ujar dokter Raisa kepada Bram suaminya, kebetulan malam itu Bram menjemput dokter Raisa, dia sengaja mendampingi istrinya terus karena dia tau perasaan istrinya yang kini sedang patah.
"Iya sayang, mas juga ikut senang, semoga saja dengan mengurus mereka, allah memberikan kepercayaan untuk kita agar kita bisa segera memiliki anak, mas senang sekali liat kamu sudah bisa melepas mereka"
"Amiiiinnn 🤲🤲, aku sudah ikhlas, semoga saja Allah memberikan kita anak anak yang baik seperti mereka ya mas" ujar dokter Raisa tersenyum
"Amiiiinnn"
Bram tersenyum menatap dokter Raisa dengan penuh kasih sayang, dia sangat bersyukur akhirnya dokter Raisa bisa mengikhlaskan Ilham dan Sifa, dia tau bagaimana perasaan istrinya saat ini, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak bisa mempertahankan kedua anak baik itu meskipun hatinya sangat ingin.
__ADS_1
Dalam mobil, dokter Raisa terus menggenggam tangan Bram dengan erat, dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipi manisnya itu.
"Aku harus kuat, aku gak boleh nangis, ayooo Raisa, kamu pasti kuat, ikhlaskan mereka, mereka bukan hak kamu, kamu harus melepaskan mereka" batin dokter Raisa
"Mas tau perasaan kamu sayang, maafkan mas, mas belum bisa bahagiakan kamu, mas belum bisa memberikan keturunan untuk kamu" batin Bram
"Maafkan mas ya sayang, mas belum bisa memberikan kamu keturunan" ujar Bram dengan mata yang berkaca-kaca
"Aku yang harus minta maaf mas, ini semua salahku, aku yang selalu menunda nunda untuk memiliki momongan, jadi semuanya seperti ini, allah jadi tidak percaya sama aku"
"Kamu gak boleh ngomong gitu sayang, allah bukan tidak percaya sama kamu"
"Terus apa mas? usia pernikahan kita itu udah mau menginjak 8 thn tapi kita belum juga dikaruniai anak, terus apa kalau allah tidak percaya sama aku?" ujar dokter Raisa terisak
Bram menghentikan mobilnya lalu memeluk istrinya dengan erat.
"Allah belum kasih keturunan untuk kita karena mungkin kita sama sama sibuk, gimana kalau nanti kita liburan, kita bulan madu lagi, kita ajak Ilham dan Sifa juga, kamu mau kan sayang?"
"Mau mas"
"Alhamdulillah"
__ADS_1