
Elsa dan Bu Lidya.
4 jam berlalu, setelah mereka melewati perjalanan dari kota ke kota akhirnya Elsa dan Bu Lidya pun Sampai di tujuan. Elsa memarkirkan mobilnya di tempat parkiran yang sudah disediakan oleh pihak villa tersebut lalu mereka mulai memasuki sebuah ruangan khusus tempat mereka menukar tiket itu, mereka menukar sebuah tiket dengan kunci kamar yang akan mereka tempati.
"Akhirnya kita bisa pergi liburan juga nak, ibu bangga sama kamu, kamu memang anak ibu yang paling baik dan pekerjaan keras" ujar Bu Lidya kepada anaknya itu. Bu Lidya dan Elsa berjalan menuju kamarnya. Hari ini Mereka akan langsung beristirahat karena memang perjalanan mereka cukup menguras tenaga.
"Iya ma, Alhamdulillah, puji Tuhan kita bisa menikmati suasana sejuk seperti ini, kali kali kita harus refreshing ma, jenuh kan di rumah terus" ujar Elsa tersenyum. Elsa seneng banget bisa mengajak mamanya berlibur ke tempat seperti ini, tempatnya sangat sejuk sekali, apalagi ketika melihat pemandangannya yang cukup indah, membuat setiap orang yang datang lupa dengan semua masalahnya.
"Iya nak, pasti isi dompet kamu jebol" ujar Bu Lidya tersebut tipis.
"Gak papa mah, semua akan aku lakukan demi membuat mama dan Keyla senang, Mama jangan khawatir, nanti aku akan cari uang lagi kok, nanti aku akan cari tempat usaha buat mama, setelah itu baru kita menyusun rencana untuk menghancurkan Nadira dan keluarganya" ujar Elsa tersenyum. Elsa masih kepikiran untuk menghancurkan Nadira dan keluarganya yang sudah membuat dia seperti ini, Elsa benar benar benci kepada perempuan itu. Dia ingin Nadira hancur sehancur hancurnya. Bahkan Elsa sudah menyiapkan cara agar perusahaan Nadira bangkrut tak tersisa.
"Iya sayang, terima kasih ya nak! Kamu memang anak mama yang paling hebat, Mama akan terus mendoakan kamu" ujar Bu Lidya dengan matanya yang berkaca kaca.
"Sama sama mah, udah ah jangan banyak bicara! Ayo kita masuk! Disini kita gak boleh banyak pikiran mah, bebasin aja, kita nikmati liburan kita yang sangat menyenangkan ini" ujar Elsa tersenyum.
Elsa mulai membuka kamarnya, sebuah kamar yang sangat indah, di kamar itu Elsa disuguhkan berbagai macam keindahan, dari mulai ranjangnya yang dihias bunga bunga, wc nya yang nyaman, kamar Elsa juga menghadap ke arah timur dengan pemandangan yang sangat indah, di belakang kamarnya juga sudah tersedia kolam renang air hangat yang menuju ke arah pemandangan indah tersebut.
"Ya ampun nak, indah sekali kamarnya! Mama pasti betah deh nginep di sini, kayaknya Mama nggak bakalan mau pulang nak kalau kayak gini kamarnya" ujar Bu Lidya. Bu Lidya terlihat senang sekali hari ini, dia tidak pernah membayangkan bisa berlibur ke tempat senyaman dan seindah ini.
"Iya dong mah, namanya juga tempat wisata, pasti semuanya akan terlihat indah, oh iya! Dari tadi kita kan belum makan mah, Keyla juga makan lagi, mama mau makan sekarang? Kalau mau nanti Elsa yang bawain kesini" tanya Elsa. Perjalanan yang sangat jauh cukup menguras tenaganya saat ini, dia benar benar merasa sangat lapar, tubuhnya juga sudah terasa lemas tak berdaya.
__ADS_1
"Mama mau tidur aja ah sa, mama capek! Lagian Keylanya juga masih tidur, kita makannya nanti saja ya!" Jawab Bu Lidya. Bu Lidya sebenarnya sudah sangat lapar, tapi karena tubuhnya yang terasa lelah jadi dia ingin mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu, baru setelah itu dia akan makan bersama cucunya. "Tapi kalau kamu sudah lapar, kamu makan duluan aja ya nak! Jangan tunggu mama, mama mau istirahat dulu sebentar" ujar Bu Lidya lagi. Bu lidya menyuruh Elsa untuk makan duluan, dia tidak mau anaknya menahan lapar hanya karena menunggunya istirahat.
"Iya mah, mamah Istirahat aja! Aku mau jalan jalan di luar" ujar Elsa.
Elsa pun berjalan meninggalkan kamar itu menuju sebuah tempat makan yang tak jauh dari kamarnya.
Elsa duduk di meja no 7, meja paling pojok yang disuguhkan pemandangan begitu mempesona.
"Selamat sore, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan cantik menghampiri Elsa yang sedang bersantai di meja tersebut.
"Saya mau pesan ayam bakar, sama teh hangat saja mbak" jawab Elsa. Karena restaurant disana identik dengan masakan Sunda, jadi dia pesan ayam Bakar dan teh hangat sesuai request paling banyak di tempat itu.
"Baik Bu, mohon tunggu sebentar ya!" Ujar pelayan cantik itu.
Kring.
Kring
Kring
Elsa mengambil ponselnya yang sedari tadi dia pegang, dia melihat nama Leo muncul di layar ponselnya.
__ADS_1
"Ada apa Leo nelpon gue?" Tanya Elsa. Elsa menyentuh tombol hijau di layar ponselnya.
📞Hallo Leo, ada apa loe telepon gue?" Tanya Elsa kepada sahabatnya itu.
📞Julia sa" jawab Leo teriak.
📞 Julia kenapa Leo? Lo kenapa nangis? Ada apa? Cerita sama gue" Elsa terus bertanya kepada sahabatnya itu. Dia ingin tahu kenapa Leo menangis menyebut nama Julia eperti ini.
📞Julia pengidap penyakit yang serius, Lo harus kesini Sa, gue butuh Lo disini nemenin gue" jawab Leo. Suara tangisan Leo semakin menjadi membuat Elsa sangat khawatir dengan sahabatnya itu.
📞Kenapa bisa kaya gini Leo? Kemarin gue liat Julia baik baik aja, kenapa semuanya serba mendadak? Lo udah hubungi keluarganya kan?" Tanya Elsa ingin tahu. Elsa terlihat sangat cemas sekali, dia khawatir terjadi apa apa dengan sahabatnya itu. Dia ingin sekali pergi kesana tapi dia tidak bisa karena memang dia juga baru sampai di villa itu.
📞Gue udah coba hubungi keluarganya sa, tapi mereka gak urus Julia setelah mereka tau pekerjaan Julia, aku harus gimana Sa? Lo kesini ya! Temenin gue" jawab Leo.
"Ya Tuhan, kenapa keluarga Julia sejahat itu sama anaknya, berarti kalau mama tau gue kerja di club mama pasti akan melakukan hal yang sama seperti keluarga Julia, ya tuhan, gimana ini? Kasian julia'' batin Elsa.
📞Lo tenang dulu ya, sekarang gue mau telpon Elis buat nemenin Lo disitu, nanti gue sama nyokap gue kesitu kok, Lo tenang ya Leo, Lo jangan panik" ujar Elsa dengan matanya yang berkaca-kaca.
📞Iya Sa, terimakasih ya lo udah bantu gue sama Julia, Lo memang sahabat gue yang paling baik" ujar Leo.
📞Sama sama Leo" ujar Elsa.
__ADS_1
Mendengar perkataan Elsa yang membuat hatinya sedikit lega, Leo pun mematikan teleponnya, dia menghampiri Julia yang terlihat sangat mengkhawatirkan itu, sekarang dia akan menemani sahabatnya di rumah sakit itu karena memang keluarganya sudah tidak mau mengurusnya lagi.
"Kasian banget sih lu Jul, kok bisa Lo kaya gini? Lo satu satunya teman gue yang paling berani, Lo bangun Jul! Lo harus kuat, gue akan selalu menemani Lo disini" ujar Leo dengan air mata yang terus jatuh membasahi pipinya.