
Hari semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB, suara adzan Maghrib terdengar berkumandang dari berbagai penjuru kota, dan inilah saatnya untuk para kaum muslimin melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
Bayu yang kala itu baru selesai membereskan pekerjaan rumahnya, dia langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih, dia terlihat sangat buru buru karena dia tidak ingin ketinggalan sholat Maghrib berjamaah bersama jamaah yang lain.
"Udah beres kan bay?" Tanya Luna. Luna terlihat sudah sangat kesal sekali, dari tadi dia hanya duduk di kursi kumuh itu menunggu Bayu bersih bersih, Luna sudah merasa jenuh dia ingin segera pergi ke tempat dinner itu agar semua masalahnya bisa cepat terselesaikan.
"Udah ko, kamu duduk aja! Saya mau sholat Maghrib dulu" jawab Bayu tersenyum. Bayu meninggalkan Luna yang sedari tadi sudah menunggu, Bayu terlihat ganteng sekali mengenakan kemeja Koko berwarna marun seperti itu lengkap dengan sarungnya, membuat Luna semakin terpesona dengan ketampanan nya.
"Pria seperti dia sholat? Apa aku gak salah liat?" Batin Luna. Luna tidak menyangka dia bisa melihat laki laki tampan seperti Bayu melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, dia merasa ini hanyalah sebuah mimpi baginya.
Plaak
Luna menampar wajahnya sendiri untuk membuktikan bahwa dia tidak sedang bermimpi.
"Awww, tuh kan bener ini bukan mimpi" ujar Luna kesakitan. "Ini benar benar bukan mimpi, ya tuhan, aku bersyukur sekali bisa bertemu dengan laki laki seperti dia" batin Luna.
Luna menatap langit langit Rumah itu sembari senyum senyum sendiri, dia benar benar sudah terpikat dengan ketampanan dan kepribadian Bayu. Rupanya Luna sudah mulai menaruh hati kepada pria itu.
"Kenapa kamu senyum senyum sendiri kaya gitu? Kamu sakit?" Tanya Bayu kepada perempuan yang berada di hadapannya itu.
"Aku sakit karena kamu Bayu" batin Luna. Luna benar benar sudah terpikat dengan sosok Bayu yang begitu mempesona, dia benar benar ingin Bayu bisa menjadi miliknya.
Luna terus menatap wajah Bayu sembari senyum senyum sendiri.
"Hallo, Luna….!!" Ujar Bayu lagi. Bayu menepuk kedua tangannya di hadapan luna membuat Luna melompat terkaget-kaget.
"Ya ampun bay, gak lucu ya!" Ujar Luna. Luna memalingkan wajahnya karena malu dengan Bayu.
"Lagian kamu bengong terus dari tadi, sebenarnya jadi gak sih dinnernya? Kok kamu belum ganti baju?'' tanya Bayu. Bayu melihat Luna masih mengenakan baju yang tadi, jadi dia bertanya kepada Luna tentang acara dinnernya malam ini. Bayu sudah benar benar ngantuk, jadi kalau Luna membatalkan dinnernya itu dia akan langsung tidur, Bayu benar benar membutuhkan kepastian dari perempuan yang ada di hadapannya itu.
"Jadi dong bay, papa aku udah nunggu nunggu kamu, awas ya kalau nanti kamu keceplosan!" Jawab Luna.
__ADS_1
"Iya, kamu tenang aja" ujar Bayu. Ujar merasa sudah biasa menghadapi laki laki seperti mama Luna, jadi dia terlihat tenang tenang saja tanpa ada rasa keraguan sedikitpun.
Bayu mulai berjalan meninggalkan Luna menuju kamarnya, dia masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya itu, malam ini bayu benar benar harus berpenampilan menarik dihadapan keluarga Luna, dia sudah tau apa yang harus dia lakukan, karena bagaimanapun juga dia pernah hidup enak seperti Luna jadi dia sudah tau apa yang harus dia lakukan saat ini.
Bayu mulai mengganti pakaiannya dengan kemeja putih + jas hitam yang sudah Luna pilihkan untuknya, dia juga mengganti semua pakaiannya, dari mulai celana, sepatu, hingga jam tangan. Kini penampilannya sudah keren, dia tinggal pergi bersama Luna menuju restoran itu.
Bayu keluar dari kamarnya dengan penampilannya yang baru. Dia terlihat tampan sekali, membuat Luna tak mampu berkedip.
"Apa kita mau berangkat sekarang?" Tanya Bayu dengan suaranya yang menggelegar, Luna yang sedang berganti pakaian pun langsung menoleh ke arah suara tersebut.
"Bayu benar benar ganteng banget, gak sia sia aku bawa baju itu, bajunya cocok banget di badan dia, bener bener gak malu maluin, papa pasti senang banget liat penampilan calon suaminya ku yang kece kaya gini" batin Luna.
"I-iya bay, sebentar!" Jawab Luna. Luna terlihat sibuk sekali, dia mulai merapikan baju dan rambutnya, kini penampilannya sudah sangat rapi dan cantik, dia terlihat bak seorang putri hingga Bayu pun terpesona melihatnya.
Kring
Kring
Kring
"Siapa?" Tanya Bayu ingin tahu.
"Mama" jawab Luna.
Luna memencet tombol hijau menerima panggilan dari mamanya.
📞Hallo mah, ada apa?" Tanya Luna yang terlihat kesal begitu mengangkat telepon dari mamanya itu, Luna masih sangat kesal sekali dengan mamanya, karena mamanya lah yang akan menjodohkan dia dengan laki laki tua, dia sebenarnya malas sekali mengangkat telepon ini, tapi karena dia sudah janji untuk dinner bersama, jadi dia terpaksa berbicara dengan mamanya untuk menanyakan acara dinner itu.
📞Kamu dimana sih sa? mama sama papa udah tunggu kamu dari tadi ni, cepat pulang! Mama tunggu!" Mama Luna malah balik bertanya kepada anak kesayangannya itu.
📞Aku gak mau pulang sampai mama membatalkan perjodohan itu" ujar Luna dengan tegas. Sudah 1 Minggu Luna tidak pulang ke rumahnya, dia berkeliling mencari sosok laki laki yang bersedia membantunya, dia malas sekali pulang ke rumah bahkan melihat rumahnya pun dia merasa jijik sekali.
__ADS_1
📞loh kok gitu sih nak, mama sama papa kan udah kasih kamu kesempatan lewat diner ini, mama hargai keputusan kamu, mama ngerti perasaan kamu nak, makanya sekarang kamu buktiin sama mama, kamu bawa calon suami kamu ke hadapan mama sama papa nak, kami selalu menunggu momen itu, mama sama papa ingin kamu segera menikah nak, itu saja" ujar mama Luna.
📞Oke ma, Mama tunggu aku di restoran biasa ya! Sekarang aku sama calon suami aku berangkat kesana" ujar Luna.
📞Iya nak, Mama tunggu kamu'' mama Luna pun mematikan teleponnya. Dia mulai bersiap pergi ke restoran itu untuk bertemu dengan calon menantunya. Mama Luna berharap Luna bisa mendapatkan pasangan yang baik dan bertanggung jawab. Maklum saja Luna hanya anak satu satunya dari keluarga itu jadi kedua orang tuanya menginginkan yang terbaik untuk anak semata wayangnya itu.
"Apa katanya?" Tanya ayah Luna dengan tegas.
"Luna tetap gak mau pulang pah, Luna ingin papa kasih kesempatan buat dia pah, kasih kesempatan buat Luna ya pah!? mama yakin dia bisa mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab, kita berangkat sekarang yu pah! Kasih dia kesempatan, mama mohon!" Jawab mama Luna memohon. Mama Luna terus membujuk papa Luna untuk memberikan Luna kesempatan, dia ingin papanya memberi kesempatan untuk anaknya itu mencari calon suami seperti apa yang dia inginkan.
"Baik! Papa akan kasih kesempatan untuk dia malam ini, tapi kalau dia masih gagal, papa terpaksa akan menikahkan dia dengan anak teman papah" ujar papa Luna. Papa Luna terlihat tegas. Dia tidak mau anak dia satu satunya salah arah, dia ingin yang terbaik untuk anaknya itu.
"Terimakasih ya pah''
"Ayo kita berangkat! Papa ingin segera bertemu dengan laki laki pilihan Luna" ujar papa Luna. "Seperti apa sih laki laki itu? paling juga pria hidung belang" ujar papa Luna.
Mereka Pun mulai beranjak dari rumah mewah itu berjalan menuju mobil, supir pribadinya langsung mempersilahkan majikannya itu untuk masuk ke dalam mobil mewah itu.
"Antarkan saya ke restoran biasa!" Ujar papa Luna dengan tegas. Supir pribadinya itu sudah mengerti dengan apa yang majikannya maksud, karena mereka sudah biasa pergi ke restoran itu, restoran itu sudah menjadi langganan untuk keluarga Luna.
Ketika Luna dan Bayu bersiap pergi ke restoran, di villa, Elsa malah bengong sendiri sembari menatap lampu yang bergoyang tertiup angin, saat ini Elsa benar benar merasa ketakutan, dia tidak tau lagi harus berbuat apa agar perasaannya bisa jauh lebih tenang.
Pikiran Elsa selalu dihantui rasa takutnya, dia takut Julia menularkan penyakit itu ke tubuhnya dan teman temannya.
"Ya allah, gimana kalau aku juga mengidap penyakit yang sama seperti Julia karena selama ini dia selalu bersamaku, gimana kalau penyakit itu udah masuk ke tubuhku ya Allah, aku masih mau hidup, aku belum mau mati" batin Elsa menjerit. Dia tidak bisa membayangkan kalau suatu saat nanti dia sakit seperti sahabatnya itu.
"Elsa, kamu masih disini nak? Tidur yuk! Kamu harus istirahat yang cukup, besok kan kita harus pulang lagi ke Jakarta jenguk Julia" Bu Lidya mengajak anaknya itu untuk istirahat. Dia tidak mau Elsa terus melamun seperti itu, dia ingin anaknya ceria seperti tadi pagi sewaktu belum mendapatkan kabar buruk dari Julia.
"Aku takut ma'' ujar Elsa menjatuhkan air matanya.
"Kamu takut kenapa nak? Julia pasti baik baik aja kok, kamu tau kan dia perempuan yang kuat, besok juga mama yakin dia udah siuman, dia pasti cepat sehat lagi seperti biasa" ujar Bu Lidya. Bu Lidya mengira Elsa khawatir kepada sahabatnya, padahal Elsa khawatir dengan dirinya, Elsa takut Julia menularkan penyakit mematikan itu ke tubuhnya dan Elis.
__ADS_1
"Bukan itu mah, aku takut Julia menularkan penyakitnya ke tubuh aku mah, gimana kalau saat ini aku sudah tertular, kemarin Julia sempat cerita ke aku kalau dia selalu merasakan sakit di Area v nya ma, semua dia ceritain ke aku, kemarin aku mengira itu hanya penyakit biasa, tapi ternyata? Penyakitnya separah ini'' ujar Elsa. Elsa mencoba menjelaskan sesuatu yang dia tau dari Julia, semua itu sangat menakutkan sekali baginya. Elsa Pun memeluk mamanya dengan erat sembari menangis terisak.