
"Mas maksud kamu tadi apa bilang ke perempuan penyakitan itu kalau kamu mau menceraikan aku mas? Ayo jawab! Kamu bercanda kan? Kamu gak bakalan ceraikan aku kan mas!?" Elsa memukul mukul dada Bayu sembari menangis terisak. Dia ingin sekali mendengar Jawaban dari mulut suaminya itu.
"Iya! Aku akan menceraikan kamu Elsa" dengan tegasnya Bayu menjawab pertanyaan Elsa, dan itu sangat jelas sekali, Bayu ingin Elsa pergi jauh jauh dari hidupnya.
"Jangan bercanda mas, aku gak mau pisah sama kamu, aku sayang banget sama kamu mas, aku mohon" ujar Elsa yang masih terisak. Elsa bertekuk lutut di kaki Bayu untuk memohon, dia tidak mau ini terjadi, Elsa masih ingin hidup bersama Bayu karena Keyla, dia tidak mau Keyla hidup tanpa seorang ayah.
"Maaf Elsa, aku gak bisa, aku tetap akan menceraikan kamu" ujar Bayu lagi.
Bayu melangkahkan kakinya meninggalkan Elsa yang masih berlutut, dia tidak menghiraukan Elsa yang menangis sesegukan, bukan tak kasihan, Bayu terpaksa melakukan ini karena dia tak bahagia hidup bersama Elsa, Elsa jauh berbeda dengan Nadira, perbedaannya pun sangat jauh bagaikan langit dan bumi.
"Mas, kenapa kamu melakukan semua ini sama aku mas? Apa salah aku? Aku gak mau pisah sama kamu mas, jangan pergi!" Tanpa rasa malu Elsa berteriak sekerasnya, dia terus memohon berharap Bayu mau kembali lalu meminta maaf kepadanya tapi ternyata tidak, Bayu terus melangkahkan kakinya menuju ruang atas.
Disitu Elsa menangis dengan keras hingga dia tanpa sadar dia mencakar barang yang ada di hadapannya, hari ini Elsa benar benar kehilangan arah dan tujuan, amarahnya menutupi alam bawah sadarnya hingga dia tidak sadar bertingkah seperti orang gila.
"Mas Bayu, jangan ceraikan aku mas!" Elsa terus berkata seperti itu sembari mencakar rambut dan bajunya.
Tok
Tok
Tok
Tiba tiba terdengar suara orang yang mengetuk pintu rumah itu. Dan Ternyata yang datang adalah Bu Lidya dan Keyla.
"Elsa, ini mama nak" teriak Bu Lidia sembari terus mengetuk pintu rumah Elsa.
Tak ada sahutan.
__ADS_1
"Elsa kemana ya? Apa mungkin dia sudah berangkat ke rumah, semalam dia kan udah janji mau datang bawa hadiah, tapi gak mungkin ah!' kalau tadi dia ke rumah dia pasti telpon dulu, apa mungkin Elsa belum bangun ya?" Bu Lidya bertanya tanya "Elsa ini mama, buka pintunya!" Teriak Bu Lidya lagi, karena tak ada sahutan dari elsa, Bu Lidya pun memutar engsel pintu rumah Elsa, dia mencoba membukanya karena dia juga pegal menunggu Elsa membuka pintu apalagi sembari menggendong Keyla.
"Tapi pintunya gak dikunci, berarti mama kamu di dalam Keyla, ayo kita masuk nak!" Ujar Bu Lidya kepada cucunya itu.
Melihat pintu yang terbuka Bu Lidya pun masuk ke dalam rumah Elsa. Dia melihat lihat ruang tamu tapi tak melihat Elsa disana, hanya saja dia melihat selembaran kertas berserakan di atas lantai.
"Elsa, ini mama sama Keyla datang" teriak Bu Lidya lagi.
Mendengar teriakan Bu Lidya Elsa pun langsung bangkit dari duduknya, Elsa dengan cepat menghapus air mata yang sedari tadi jatuh membasahi pipinya, dia langsung berlari menghampiri mamanya yang masih berada di ruang tamu lalu memeluknya dengan erat.
"Kamu kenapa nangis sa? Gak biasanya kamu kaya gini? semalam kamu bilang mau ke rumah mama, mama tunggu tunggu kamu di rumah eeh kamunya gak ada " Tanya Bu Lidya ingin tahu. Dia penasaran sekali kenapa anak semata wayangnya menangis seperti ini.
"Maaf mah, tadi aku gak sempat ke rumah mama" ujar Elsa yang masih terisak.
"Gak papa Elsa, terus kamu kenapa nangis kaya gini? Cerita sama mama" tanya Bu Lidya lagi.
"Apa? Apa alasannya dia menceraikan kamu Elsa? Ada masalah apa kamu sama dia?" Tanya Bu Lidya lagi. Bu Lidya terlihat sangat kesal sekali kepada Bayu, dia tidak percaya Bayu bisa melakukan hal seperti ini kepada anaknya.
"Semua gara gara perempuan penyakitan itu Bu, tadi dia kesini" jawab Elsa. Elsa bangkit dari pelukan mamanya, wajahnya terlihat menakutkan sekali dengan kedua tangan yang dikepalkan. "gara gara dia mas Bayu berani menceraikan aku, aku harus memberi pelajaran kepada perempuan terkutuk itu mah" ujar Elsa.
"Kamu benar sa, mama juga gak terima kamu diperlakukan seperti ini sama Bayu, kamu harus singkirkan perempuan itu secepatnya sebelum dia kembali lagi ke rumah ini" ujar Bu Lidya.
"Iya mah, aku tau dia kembali ke rumah ini hanya karena ingin harta mas Bayu, aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi, aku harus cepat cepat singkirkan dia dan kedua anaknya, besok aku akan cari tau dimana dia tinggal ma, kalau perlu aku habisi dia sekalian biar tidak ada lagi orang yang bisa mengganggu keluarga ku" ujar Elsa
"Mama dukung kamu"
Mereka Pun terus berbincang di ruang keluarga membicarakan Nadira dan kedua anaknya, tapi entah apa yang mereka rencanakan selanjutnya yang pasti mereka terlihat serius sekali.
__ADS_1
Di rumah dokter Raisa
"Bunda… bunda sudah pulang lagi? Kok gak lama?" Sifa berlari menghampiri Nadira dan dokter Raisa yang baru saja sampai di depan gerbang.
"Alhamdulillah sayang" jawab Nadira tersenyum.
"Gimana bunda? Apa kita sudah bisa pulang ke rumah kita?" Tanya Ilham. Ilham juga menghampiri bundanya, dia langsung bertanya seperti itu kepada bundanya karena dia sudah tidak sabar ingin pulang ke rumahnya yang dulu.
"Alhamdulillah sayang, besok kita sudah bisa pulang ke rumah" jawab Nadira dengan mata yang berkaca-kaca. Sebenarnya Nadira bingung harus menjawab apa, permasalahannya bersama Bayu belum selesai tapi Ilham sudah ingin pulang ke rumahnya, jadi dia mengiyakan saja, mau tidak mau besok Nadira akan pulang bersama anak anaknya walaupun di rumah itu masih ada Elsa dan Bayu.
"Beneran bunda? Bunda gak bohong kan?" Tanya Ilham lagi.
"Engga sayang, bunda gak bohong kok, besok kita akan pulang ke rumah kita"
"Asiiiikkk" ujar sifa
"Alhamdulillah, berarti sekarang kita harus berkemas de, biar nanti gak repot" ujar Ilham kepada adiknya Sifa.
"Ayo ka!"
Mendengar jawaban Nadira Ilham dan Sifa terlihat sangat gembira, mereka berlari kedalam kamar tanpa menghiraukan Nadira dan dokter Raisa.
"Ya Allah Bu, anak anak terlihat bahagia sekali, saking semangatnya mereka sampai lupa mengajak kita masuk" ujar dokter Raisa tersenyum sembari menoleh ke arah Nadira.
"Alhamdulillah dok, saya bahagia sekali melihat mereka seperti ini, tapi besok saya bingung harus berkata apa sama mereka, pasti mereka benar benar mengajak saya pulang"
"Kenapa harus bingung Bu, besok ibu pulang saja! ibu kan rumah ibu"
__ADS_1