30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
malam indah bersama Clara


__ADS_3

Posisi kamu sekarang dimana?" Elsa terus bertanya kepada sahabatnya itu. Dia hanya penasaran dengan keberadaan mereka, tapi Elsa tidak terlalu memikirkan mereka karena dia sudah terlalu percaya kepada sahabatnya itu.


"Aku sama pak Bayu lagi di cafe Sa, lagi ada pertemuan dengan klien. Kamu dimana?'' Clara balik bertanya kepada Elsa.


"Gue lagi di rumah. Ya sudah kalau loe memang lagi ada pertemuan sama klien lanjutin aja, gue mau istirahat dulu. Loe terus perhatiin mas Bayu ya! jangan sampai dia genit genit sama klien" jawab Elsa. Tuuut tuuut tuuut Elsa langsung mematikan teleponnya hingga terdengar bising di telinga Clara. Clara yang mendengar itu langsung mengekspresikan wajahnya sembari menatap bosnya tak enak.


Bayu pun yang mendengar perkataan Elsa barusan langsung menggelengkan kepalanya. Dia memalingkan wajah gantengnya itu dengan tangan yang masih dilipat "Ternyata benar Elsa menyuruh Clara buat mata Matai gue selama ini, ini gak bisa diabiarin, sekarang gue yang harus manfaatin dia" ujar Bayu dalam hati. Bayu menatap wanita yang ada di hadapannya itu dengan jeli, dia memperhatikan tubuh Clara dari atas sampai bawah hingga Clara yang melihatnya pun tak enak dengan tatapan sangar bosnya itu.


Clara mengikuti gerakan mata Bayu yang melihat seluruh tubuhnya, dia juga memegangi kedua pipinya tapi dia masih tidak menemukan sesuatu yang aneh pada dirinya "Kenapa pak Bayu liatin aku kaya gitu? Apa ada yang salah ya dengan penampilanku? Perasaan bajuku rapih, atau jangan jangan...?!" Batin Clara. Khayalannya langsung tertuju kepada pikirannya yang kotor, dia mulai bertarung dengan otak warasnya hingga dengan repleks tangannya menutupi sebagian dari tubuh intinya. Dia menatap Bayu dengan mata setengah melotot.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Kamu kebelet?" Tanya Bayu sembari tertawa meledek.


"E-engga pak" Clara langsung menggibaskan tangannya. Dia berpura pura menggaruk lengan dan kakinya "disini banyak nyamuk pak, saya mau duluan ke kantor saja" ujar clara. Untuk menutupi rasa malu Clara langsung bangkit dari duduknya lalu berjalan meninggalkan meja itu. Dia setengah berlari karena dia tidak mau menampakkan kegugupannya dihadapan Bayu. Rupanya diam diam Clara mulai jatuh cinta kepada bosnya itu.


"Tunggu" bayu menghentikan langkah kaki Clara yang sudah mulai menjauh dari hadapannya.


"Ada apa lagi pak?" Clara menghentikan langkahnya menoleh ke arah Bayu "Gak sopan banget kamu ninggalin bos kamu sendirian di meja" ujar Bayu. Bayu mulai beranjak mengikuti Clara yang sudah mulai melangkahkan kakinya kembali.


"Ma-maaf pak" ujar Clara terdiam. dia membungkukkan badannya mempersilahkan Bayu untuk jalan lebih dulu Darinya.


"Ya ampuuunn ganteng banget sih pak Bayu, pantesan Elsa cinta mati sama dia" batin Clara

__ADS_1


Clara terus berjalan di belakang Bayu sembari memperhatikan lekuk tubuh Bayu yang gagah itu.


Rincik hujan menghentikan langkah kakinya sehingga membuat Clara yang sedang berangan angan menubruk bagian tubuhnya tanpa sengaja.


Bruuuuk


Bagian depan Clara menubruk tubuh Bayu dengan keras hingga Clara merasakan sakit di sekitar area dadanya.


"Awwwww" teriak clara sembari memegangi gunung kembar miliknya. Bayu yang merasakan sentuhan itu langsung berbalik badan menatap kedua gundukan besar itu tanpa sengaja. "Kamu gak papa Clar?" Tanya Bayu sembari terus menatap milik Clara.


"Kalau dilihat lihat Clara lebih cantik dari Elsa, badannya juga bagus" ujar Bayu dalam hati. otak ngeresnya langsung menyala ketika dia melihat dua gunung kembar montok yang berada di depan matanya itu. tegangan kuat mulai terasa hebat dari dalam kantung yang tak terlihat. rupanya sinyal keperkasaannya mulai hidup tak terkendali.


"Aku gak papa pak" jawab Clara. Clara sedikit menggigit bibirnya menahan rasa sakit.


"Ikut kemana pak?" tanya Clara.


"Kamu ikut saya saja, dan kali ini kamu jangan ceritakan ini kepada Elsa. saya mau ajak kamu bersenang senang" jawab Bayu. Bayu langsung menyuruh Clara untuk masuk ke dalam mobilnya. dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bar.


***


Ketika Bayu dan Clara menikmati malamnya dengan bersenang senang, di villa Nadira dan keluarga Bram sedang menikmati makan malam bersama sembari membahas acara pernikahan Nadira yang akan digelar 3 hari kedepan. dokter Reza sengaja mempercepat pernikahan mereka karena dia ingin segera menjalin hubungan halalnya bersama Nadira. dia ingin segera memiliki seorang istri agar disaat dia lelah dari kerjanya ada seorang istri yang mengurus dan memperhatikannya.

__ADS_1


"Jadi kapan nih acara pernikahan kalian? biar nanti saya bantu urus urus gedungnya" tanya dokter Raisa tersenyum. dia menatap Nadira sembari menggerakkan alisnya. dokter Raisa terlihat bersemangat sekali. dia ingin pernikahan Nadira disegerakan agar Nadira dan anak anaknya tidak merasakan kebingungan lagi prihal tempat tinggal.


"Bunda mau nikah sama om ganteng ya bunda cantik? berarti sebentar lagi aku sama kakak punya ayah baru dong? asiiiikkk!!!" tanya Sifa. Sifa menatap bundanya sembari tersenyum manis. rupanya anak bungsunya itu mendukung sekali pernikahan bundanya dengan dokter Reza. dia terlihat sangat bahagia karena sebentar lagi dia akan memiliki ayah baru yang baik dan ganteng.


"Bunda mau menikah lagi? kalau bunda mau nikah sama dokter Reza lalu ayah gimana?" batin ilham. Ilham malah bingung dengan pernikahan bundanya itu.


"Tadi saya sama Nadira sudah bicara, dan kami sepakat bahwa pernikahan kami akan digelar 7 hari lagi?" jawab dokter Reza dengan tegas. dia mengumumkan acara pernikahannya dihadapan sahabat dan calon anak sambungnya.


"Jadi pernikahan Bu Nadira sama dokter Reza akan dilaksanakan 7 hari lagi?" tanya Lisa. Lisa terlihat kaget mendengar kabar bahagia itu, karena sebelumnya Nadira dan dokter Reza tidak menceritakan pernikahan mereka secepat itu.


"Iya Lis, nanti kamu hadir ya!" jawab Nadira tersenyum


"Alhamdulillah, saya ikut senang dengernya, Semoga semuanya lancar sampai hari H" ujar Bram


"Amiiinn, Tapi kok secepat ini ya?" tanya Lisa ingin tahu. dia menoleh ke arah Reza sembari menggerakkan satu alisnya.


"Saya sengaja mempercepat acara pernikahan saya agar Nadira dan anak anak bisa segera pulang ke rumah saya Lis" jawab dokter Reza


"Oh iya, kalau acara pernikahan kalian 7 harian lagi, berarti kita harus segera urus urus surat perceraian Bu Nadira secepatnya dong, iya kan Bu?" dokter Raisa menatap Nadira dengan serius. dokter Raisa tidak yakin surat surat perceraian Nadira akan keluar secepat itu.


"Iya dong sayang, besok saja kalian urus surat suratnya, biar Bu Nadira bisa dengan cepat mengambil hak haknya" sembari menikmati jamuan makan malam Bram ikut memberi saran kepada Nadira dan istrinya. dia gereget sekali ingin segera melihat laki laki yang sudah menyakiti Nadira hidup melarat.

__ADS_1


...jangan lupa like comen n votenya ya😁...


__ADS_2