
"Nak, bunda ingin tanya sesuatu sama kamu" ujar Nadira. Nadira melepaskan pelukannya lalu menatap Ilham dengan serius. Dia ingin tau dari siapa anak sebesar Ilham tau bahwa ayahnya sudah menikah lagi dengan perempuan lain padahal waktu Nadira meninggalkan mereka ilham dan Sifa langsung dibawa ke rumah dokter Raisa tanpa dipertemukan dulu dengan ayahnya.
"Ilham tau sendiri bunda" jawab Ilham.
"Tau sendiri? Bunda kira ada yang kasih tau Ilham kalau ayah sudah menikah lagi" Nadira mencoba bertanya lagi. Dia masih tidak yakin dengan jawaban anaknya. Nadira terus menatap mata Ilham dengan serius dia ingin melihat dari pancaran matanya kalau anaknya tidak berbohong.
"Tidak bunda. Ilham tau sendiri ayah membawa perempuan lain sewaktu bunda dirawat di rumah sakit. Waktu bunda dirawat ayah tidak pernah mau nemenin kita di rumah sakit bunda, ayah juga tidak jenguk kita waktu itu, ayah malah pergi sama perempuan lain untuk fitting baju pengantin, Ilham lihat sendiri" Ilham menjawab dengan detail. Dia berkata dengan mata yang berkaca-kaca membuat Nadira tak kuasa menjatuhkan air matanya. Nadira baru ingat semuanya. Memang benar waktu itu Bayu tidak memperdulikannya dia malah asik fitting baju pengantin bersama Elsa. Cerita Ilham memang benar adanya.
''Ya allah, ternyata Ilham masih ingat semuanya, aku saja tidak ingat semua itu tapi dia merekam jelas semua kelakuan ayahnya padahal dia sendiri hanya melihatnya di wa yang Elsa kirimkan. Ya ampun nak, kasihan sekali kamu, diumur kamu yang masih belia kamu harus menyaksikan kelakuan bejat ayahmu" batin Nadira merintih.
"Bunda mau tanya satu pertanyaan lagi sama Ilham, tapi Ilham jawab yang jujur ya nak!"
"Iya bunda, bunda mau bertanya apa lagi?" tanya Ilham. Ilham memasang lagi kupingnya untuk mendengarkan pertanyaan bundanya itu. Dia berusaha menahan kantuk yang sudah mendera hanya untuk mengobrol bersama bundanya itu. Dia ingin seperti ini terus menerus agar semua beban yang ada dipikirannya tercurah kepada sang bunda dalam situasi dan kondisi apapun.
"Ilham sama adik punya uang dari mana nak, kok kalian bisa belikan bunda hadiah sebagus ini?" Ternyata Nadira masih penasaran dengan barang yang Ilham dan Sifa belikan untuknya. Dia takut anaknya melakukan hal yang memalukan ketika di rumah dokter Raisa. Nadira takut Ilham dan Sifa mendapatkan uang itu dari hasil mencuri.
__ADS_1
"Ilham sama adik ambil uang tabungan kita bunda, bunda gak suka ya sama hadiah dari kita?" Tanya Ilham, Ilham menoleh ke arah Sifa yang sudah tertidur lelap lalu dia menundukkan kepalanya dihadapan bundanya itu.
"Tabungan? Tabungan yang mana sayang? Memangnya Ilham sama Sifa menabung?" Tanya Nadira lagi. Nadira mencoba mengingat semuanya tapi dia tidak pernah tau tentang tabungan kedua anaknya itu.
''Tabungan disekolah bunda"
"Coba jelaskan sama bunda, bunda kok gak tau Ilham sama Sifa nabung di sekolah'' Nadira semakin menekan Ilham dengan pertanyaan pertanyaan itu karena jika saja Ilham benar Dia merasa tidak enak karena sudah berfikir macam macam kepada kedua anaknya itu.
"Maafin Ilham bunda, selama ini Ilham sama Sifa menyimpan uang jajan kita di tabungan sekolah. Kemarin waktu Ilham tau bunda mau pulang kesini kita langsung bawa tabungan kita buat belikan hadiah Buat bunda, maafin Ilham bunda Ilham gak bicara dulu sama bunda" lagi lagi Ilham meminta maaf kepada bundanya itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terimakasih ya nak, bunda suka sekali sama hadiahnyaa. Tapi menurut bunda itu kemahalan sayang, sayang uangnya kan, mending uangnya disimpan aja di tabungan ilham buat nanti bekal Ilham kalau Ilham sudah besar, untuk sekarang bunda terima kadonya ya! Tapi untuk lain kali Ilham jangan gitu lagi! Ilham nabung yang rajin nanti uangnya ambil kalau sudah banyak. Ilham Mau nurut sama bunda kan?" Tanya Nadira. Dia mencoba memberitahu anaknya itu agar tidak membeli barang yang terlalu mahal. Dia tidak mau anaknya terbiasa membeli barang yang mahal seperti ini. Nadira ingin anaknya sederhana seperti apa yang dulu orang tuanya ajarkan kepada dirinya.
"Iya bunda, nanti kalau Ilham sudah ada Rizki dari Allah, Ilham mau nabung lagi kok" Ilham tersenyum
"Iya sayang" ujar Nadira "sekarang kita tidur yu nak! besok takut bangunnya kesiangan, kita kan mau pulang ke rumah bunda cantik, jadi kita harus bangun pagi pagi''
__ADS_1
"Ayo bunda"
Nadira dan Ilham pun berbaring di kasur empuk itu. Nadira tidur di tengah tengah Ilham dan Sifa agar dia bisa lebih dekat dengan keduanya, dia memeluk kedua anaknya itu sembari terus menjatuhkan air matanya, dia sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk memeluk dan mencium mereka setelah perjalanan panjang yang dia lalui. Semuanya masih terasa seperti mimpi bagi Nadira tapi inilah perjalanan hidup, setelah kepahitan pasti akan ada kemudahan, dan setelah kesakitan pasti akan ada kebahagiaan yang menantinya.
Nadira Percaya allah maha adil, tak ada kasih sayang yang sempurna selain dari kasih sayang Allah terhadap hambanya.
***
Ketika keluarga Nadira dan Bram sudah lelap dalam tidurnya, keluarga Elsa justru sedang dirundung kekhawatiran yang teramat sangat. Kenapa? karena sang bayu belum juga pulang dari kantornya padahal ini sudah sangat larut malam belum lagi Keyla yang terus saja menangis membuat Elsa hampir kehilangan kewarasannya.
"Coba kamu duduk sebentar saja Sa, kamu gendong Keyla sebentar saja, kasihan dari tadi dia nangis terus, panasnya juga belum turun turun lagi, ibu takut Keyla kenapa napa kalau dibiarkan terus seperti ini" ujar Bu Lidia merajuk. Bu Lidia sangat pusing melihat Elsa mundar mandir tak karuan. dia berkata seperti itu sembari terus mengayun cucunya yang sedari tadi menangis. Bu Lidia ingin Elsa memperhatikan anaknya, tapi Elsa masih saja mengurus dirinya sendiri tanpa menghiraukan Keyla.
"Ibu urus saja dia, kasih dia obat atau apa ke, jangan biarin dia nangis terus Bu, aku pusing, mana mas Bayu belum pulang lagi" ujar Elsa. Elsa beranjak meninggalkan ibunya ke kamar tanpa menghiraukan Keyla.
"Elsa benar benar keterlaluan, dia sama sekali tidak perduli sama Keyla, yang dia urus hanya Bayu Bayu dan Bayu" ujar Lidia menggerutu. Lidia mencoba merebahkan tubuh Keyla diatas kasur kecil lalu memberinya sebotol susu yang sudah dia buat sedari tadi. "yang diurus mamamu Bayu Bayu Bayu saja, padahal kamu lebih penting nak. Keyla Tinggal sama nenek saja ya! nenek akan rawat kamu sampai kamu tumbuh jadi anak yang cantik dan sukses" ujar Bu Lidia kepada cucunya itu.
__ADS_1