30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
fitting baju pengantin


__ADS_3

"Memangnya kenapa sih? Emang ada yang salah sama status gue? Gini gini gue punya pacar kok, gue masih laku" tanya Elis yang mulai kesal dengan sahabatnya itu, Elis mengira mereka ingin mengejeknya karena dia belum menikah, padahal tidak, justru Leo dan Julia senang dengan status Elis yang masih perawan karena itu tandanya Elis akan mendapatkan peluang untuk mendapatkan uang yang lebih besar.


"Siapa yang bilang Lo gak laku Lis?" Tanya Leo, rupanya Elis masih sangat polos sekali. Dia tidak mengerti dengan permainan seperti ini, membuat Leo dan Julia menggelengkan kepala. "Polos lu!" Ujar Julia.


Mereka Pun tertawa terbahak bahak sembari melihat ke arah Elis, Elsa yang melihatnya pun ikut tertawa juga dengan mereka, Elsa sedikit mengerti dengan maksud Leo dan Julia, tapi dia tidak ingin banyak bicara, yang terpenting baginya saat ini hanyalah pekerjaan itu, suka atau tidak, dia tetap harus menjalaninya, dia harus menyiapkan dirinya untuk bertempur malam ini.


Ketika Elsa harus berjuang untuk mendapatkan penghasilan, di tempat lain, Nadira justru sedang membuang buang uangnya untuk sekedar fitting baju pengantin, dia memilih dan memilah baju yang dia suka tanpa melihat harganya, semua diambil sesuai dengan apa yang dia inginkan.


"Ada yang lebih bagus dari ini?" Tanya Nadira kepada pegawai butik itu. Nadira memegangi satu gaun putih yang cantik, tapi dia merasa ada yang kurang dengan gaun tersebut, dia ingin gaun itu dihiasi Payet Payet cantik agar terlihat lebih blink blink jika dipakainya.


"Tidak ada Bu, ada juga yang tadi" jawab Susi si pegawai butik itu. tadi juga Nadira sudah memegang satu gaun putih blink blink tapi ukurannya terlalu kecil di tubuh dia, jadi dia mencari gaun yang lain yang sama seperti itu.


"Itu gak muat di saya mbak, memangnya gak ada yang lain lagi?" Tanya Nadira lagi. 


"Tidak ada Bu, bulan ini hanya launching 2 baju ini saja, ini gaun paling bagus loh Bu! Kalau gak muat coba ibu kecilin dulu badan ibunya biar kelihatan lebih sexy, acaranya masih lama kan Bu? Ibu masih ada kesempatan diet 1-4 hari kedepan" celetuk Susi yang sedikit membuat Nadira naik darah dengan ucapannya. Susi sebenarnya kesal sekali dengan ibu dua orang anak ini, bagaimana tidak, setiap baju yang dia perlihatkan semuanya selalu salah di mata Nadira, Nadira selalu ingin yang lebih bagus dari itu, padahal semua baju yang berada di butik itu semuanya sangat berkualitas, bahkan butik itu sudah menjadi langganan bagi orang orang ternama, dulu juga dokter Reza melakukan fitting baju di butik itu bersama calon istrinya yang dulu, tapi calon istrinya yang dulu tidak pernah menolak, beda dengan yang sekarang, semua baju disitu seakan tak terpakai olehnya membuat Susi sangat kesal hingga malas melayaninya lagi.


"Acaranya tinggal menghitung hari mbak, jadi saya gak ada waktu untuk diet" jawab Nadira dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Oh maaf Bu, saya gak tau" ujar Susi sembari tersenyum meledek.


Nadira pun menyimpan dua gaun itu kembali ke tempatnya, dia mulai mencari yang lain yang sekiranya muat di tubuhnya yang lumayan berisi.


"Sayang, gimana? Udah ketemu bajunya?" Tanya dokter Reza menghampiri Nadira. "Yang ini sepertinya bagus di badan kamu sayang!" Ujar dokter Reza. Dokter Reza mengambil satu kebaya putih yang penuh dengan Payet, dia mengukur baju itu ke tubuh Nadira tapi ternyata masih kekecilan.


"Ini kecil mas, gak muat di tubuh aku" ujar Nadira dengan sedikit ng'gas.


"Mbak..!! Tolong dong, ada gaun yang lebih besar?" Reza memanggil Susi yang sedang duduk sembari melihat ke arahnya, Susi sebenarnya sengaja meninggalkan Nadira untuk mencari gaunnya sendiri karena apa yang Susi berikan dari tadi juga selalu salah Dimata dia, jadi Susi malas sekali menemaninya, tapi sekarang Reza memanggilnya kembali.


"Mau yang kaya gimana lagi sih? Dari tadi salah terus, kapan mau nemunya kalau gitu" ujar Susi menggerutu.


Susi menghampiri Nadira sembari melihat lihat ke arah gaun gaun itu, dia mencoba memilihkan lagi baju yang cocok untuk tubuh berisi seperti tubuh Nadira.


"Gimana kalau yang ini pak?!" Tanya Susi sembari menyodorkan baju ke arah dokter Reza, dokter Reza pun mengambil baju itu dari tangan susi tanpa melihat ke arah wajahnya.


"Reza" ujar Susi. Susi lebih dulu melihat wajah dokter Reza jadi dia yang lebih dulu menyapanya.

__ADS_1


"Susi" ujar dokter Reza juga. Dia terlihat kaget melihat Susi yang masih bekerja di butik itu. "Kamu masih kerja disini sus?" Tanya dokter Reza tersenyum.


"Iya dong, kamu kemana aja rez? Kok baru nongol? Aku udah lama loh gak liat kamu di rumah sakit lagi, sekarang kamu dimana? Kamu pindah dari rumah sakit itu ya" Banyak pertanyaan yang dilontarkan Susi terhadapnya. Susi sangat penasaran dengan tempat tinggal Reza saat ini karena sudah sekian lama dia tidak menampakkan dirinya, bahkan di rumah sakit pun Susi sudah tidak pernah melihat pria tampan itu lagi.


"Kemarin aku tugas di Singapura" jawab dokter Reza singkat. Dokter Reza tidak mau terlalu banyak bicara dengan Susi karena pasti Susi akan membahas mantan istrinya yang dulu pernah menyakitinya, dia tidak mau mengungkit ngungkit itu lagi jadi dia berusaha mengalihkan pembicaraannya ke yang lain agar Susi tidak terus bertanya kepadanya. "Ada gaun yang paling bagus disini?" Tanya dokter Reza tersenyum. 


"Ada, kamu mau nikah lagi Rez? Mana calon istri kamu? Aku mau liat!?" Tanya Susi yang mulai kepo dengan calon istri sahabatnya itu.


"Itu" dokter Reza menunjuk ke arah Nadira. 


Setelah mengetahui calon istri Reza dari sahabatnya itu wajah susi pun berubah datar, dia merasa sedikit kecewa dengan pilihan sahabatnya itu. "Oh, jadi dia!?" Ujar Susi sembari beranjak dari hadapan Reza.


"Disini rez, kamu pilih sendiri aja!" Susi pun duduk di kursi tanpa memilihkan baju untuk Reza, rasanya dia malas sekali mengambilkan baju untuk mereka, jadi Susi membiarkan mereka untuk mencari sendiri.


"Menurut kamu mana yang cocok buat calon istri aku?" Tanya dokter Reza lagi. Dokter Reza berharap Susi yang memilihkannya, tapi Susi tidak menghiraukannya.


"Kamu udah nemu bajunya kan sayang?" Tanya Reza kepada Nadira. Reza melihat Nadira masih memilih milih, entah model baju apa yang dia inginkan, padahal semua baju disitu sangat bagus dan berkualitas.

__ADS_1


"Baju baju disini kayaknya gak ada yang cocok Buat aku deh mas, kita pindah tempat lain aja yu!" Ujar Nadira


__ADS_2