
Hujan semakin deras tapi itu tidak menghentikan niat Elsa dan Elis untuk mendatangi tempat hiburan itu.
Elsa mencoba mendatangi sebuah salon bersama Elis, Leo dan Julia, mereka bersedia basah basahan demi mempercantik dirinya untuk para tamu tamunya malam ini, mereka bersorak, tertawa menelusuri jalanan menuju salon kecantikan tersebut.
"Aww, basah!" Ujar Elsa sembari menggibas gibaskan bajunya yang basah terkena hujan.
"Gak papa lah sa, ini kan aku bawa baju ganti buat kita" ujar Leo tersenyum. Leo memperlihatkan baju baju sexy miliknya yang dia beli tadi.
"Wow, baju bajunya cantik sekali, pasti harganya mahal" ujar Elis. Elis mengambil satu dres berwarna merah untuk dia kenakan nanti.
"Kamu gak usah tau harganya, pakai aja! nanti juga kamu bisa beli baju yang lebih bagus dari ini Lis" ujar Leo tersenyum. "Sana, kamu duluan aja make up-nya! Biar cepat, kita gak punya waktu banyak ini, tamu tamu kita pasti sudah menunggu!?" Ujar Leo. Leo menarik tangan Elis untuk duduk di depan cermin, begitupun Julia, Julia juga menarik tangan Elsa untuk duduk di sebelah Elis.
"Bell, tolong kamu make Up in mereka berdua ya" Ujar Leo kepada sahabatnya Bella. Kebetulan Leo mengajak Elis dan Elsa datang ke salon yang sudah biasa dia kunjungi, jadi dia tidak usah berkata apa-apa,Bella sudah mengerti apa yang leo inginkan jadi Leo tinggal tunjuk saja dan Bella akan melakukan tugasnya sebagai pakar kecantikan.
"Oke" Bella mengedipkan matanya lalu memulai pekerjaannya.
Siang telah berganti malam, hujan terus saja turun dengan derasnya membuat mereka ber4 menggigil kedinginan.
"Kamu yakin mau nerusin pekerjaan ini sa?" Tanya Elis yang masih merasa ragu dengan keputusannya.
"Kita coba saja Lis! Lagian kan ini hari weekend, jenuh di rumah terus, siapa tau aja pekerjaan ini menguntungkan, sayang kan kalau dilewatkan" jawab Elsa tersenyum.
__ADS_1
"Iya juga ya! Gak ada salahnya kalau gue coba dulu" batin Elis.
Singkat cerita.
Mereka Pun sampai di tempat hiburan malam itu dengan penampilan mereka yang terlihat wah, suara Jedag jedug terdengar keras di telinga, cahaya lampu berkelap kelip menghiasi setiap ruangan tempat itu membuat semua ruangan itu tampak indah bak seperti di negri dongeng membuat Elsa tertarik hingga tak sabar ingin masuk ke dalam. Elsa terlihat cantik sekali malam itu, dia mengenakan baju berwarna pink, sedangkan Elis, dia mengenakan baju berwarna merah. Mereka tampak seperti model yang akan berfashion show, sangat sangat cantik sekali. Membuat semua mata tertuju padanya.
"Selamat malam madam, ini aku bawa 2 temanku yang mau coba kerja disini" ujar Leo. Leo memperkenalkan Elis dan Elsa ke bunda mereka yang biasa mengurus pertemuan, madam menyambutnya dengan hangat, dia terlihat senang sekali dengan kedatangan mereka berdua.
"Wow, cantik sekali! Siapa nama kalian?" Tanya madam cantik itu.
"Elsa" ujar Elsa sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Elis" ujar Elis juga. Elis Pun sama, dia menyodorkan tangannya juga untuk bersalaman dengan madam cantik tersebut.
"Oke mom" ujar Leo dan Julia tersenyum.
"Maaf madam, apa boleh kita ikut Leo sama Julia ke belakang?" Tanya Elis. Malam itu Elis terlihat pucat sekali, mungkin dia tidak biasa datang ke tempat seperti ini jadi dia meminta untuk tetap bersama teman temannya.
"Karena kamu baru, kamu boleh ikut dulu sama Julia dan Leo" ujar madam cantik itu kepada Elis. "Tapi kamu Elsa, gak papa kan kalau kamu ikut saya ke depan? Saya mau kenalkan kamu sama seseorang, dia pasti cocok sekali sama kamu" ujar madam itu kepada Elsa.
"Boleh" ujar Elsa.
__ADS_1
Elsa Pun ikut bersama madam itu ke depan panggung, disana terlihat banyak sekali orang yang sedang berjoget, bermesraan, bahkan banyak sekali orang yang sedang minum, sedangkan Elis, dia berjalan mengikuti Julia dan Leo ke belakang.
"Kita mau kemana Jul?" Tanya Elis sembari melihat ke kiri dan kanannya.
"Kamu ikut aja Lis, nanti juga kamu tau kita mau kemana" jawab Leo.
Elis Pun terus mengikuti mereka melewati lorong demo lorong di tempat itu, Elis melihat banyak sekali kamar, ada taman, kamar, taman, kamar, terus saja seperti itu, dia terus mengikuti langkah kaki Julia dan leo hingga mereka pun sampai di sebuah tempat yang indah. Tempat itu dihiasi bunga yang bermekaran.
"Gimana Lis? Kamu betah kan berada disini?" Tanya leo tersenyum.
"Lumayan" jawab Elsa tersenyum.
Elis melihat lihat sekeliling tempat itu, banyak sekali orang yang berlalu lalang disana, Elis juga melihat dua orang laki laki tampan yang mulai menghampiri Julia dan Leo, mungkin mereka tamu yang dimaksud madam cantik itu.
"Sayang, kamu sudah menunggu dari tadi ya?" Tanya Julia kepada tamu laki lakinya itu. Begitupun Leo, Leo juga bertanya hal yang sama. Elis melihat mereka mesra sekali, laki laki itu terus berbisik di telinga Julia dan Leo sembari melihat ke arahnya. Entah apa yang mereka katakan tentangnya, tapi Elis tidak mau tau, Elis hanya tersenyum, membuatnya merasa malu sendiri.
"Lis kamu tunggu di sini ya! Aku mau ke kamar dulu!" Ujar Leo. Leo dan laki laki itu berjalan menuju kamar yang tepat berada di hadapannya. Disusul Julia dan tamunya. Julia memasuki kamar yang berbeda, Julia masuk ke kamar yang berada di samping kiri Elis membuat Elis bengong tanpa bisa berkata apa-apa.
"Mereka masuk kamar, berarti?" Batin Elis. Elis mulai berfikir negatif tentang mereka, dia berpikir mereka ehem ehem di kamar itu hingga membuat bulu kuduknya berdiri.
Hujan terus menemani malam itu dengan angin yang berhembus kencang, rasa dingin menusuk tubuhnya Elis menggigil kedinginan.
__ADS_1
"Lama gak ya? Mana disini dingin lagi" ujar Elis. Elis melihat sebuah kursi yang tepat di depan kamar yang dimasuki julia, dia pun menghampiri kursi itu lalu duduk disana sembari menunggu temannya yang sedang bertarung.
"Kira kira mereka lagi apa ya?" Batin Elis. Elis penasaran sekali dengan apa yang dilakukan sahabatnya di dalam.