30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
bekerja di club malam


__ADS_3

"Elsa!! Kenapa bengong lu, kita ngobrol lo malah diem Bae kaya gitu, ngomong dong! Lo mau kerja ape? Lu mau ikut kerja sama kita?" Tanya Julia. Julia memukul pundak Elsa sembari tersenyum. Elsa yang sedang melamun pun langsung kaget begitu Julia memukul pundaknya.


"Sorry ya guys!" Ujar Elsa dengan wajah yang memperlihatkan kesedihannya.


"Lo kenapa sih sa? Cerita sama kita! kali aja kita bantu masalah Lo, Lo butuh pekerjaan kan? Nanti kita bantu" tanya Elis. Rupanya Elis sangat peduli kepada sahabatnya itu. Dia terlihat khawatir sekali melihat Elsa melamun terus seperti itu.


"Iya Lis, gue lagi butuh banget pekerjaan" jawab Elsa.


"Lo gak usah sedih sa, Lo mau kerja ikut gue? Tapi pekerjaan ini cukup berat, gue gak yakin Lo mau sama pekerjaan ini" ujar Leo. 


Leo dan Julia bekerja di sebuah klub malam, setiap malam mereka selalu menemani om om yang kesepian, dari mulai karaoke, minum minum, hingga melayani mereka tidur jika dibutuhkan. Itu sebabnya Julia dan Leo tidak pernah membicarakan pekerjaan nya kepada teman temannya bahkan kepada orang tuanya pun Leo tidak pernah terus terang.


"Pekerjaan apa Leo? gue mau kok! daripada gue bengong kaya gini, mending gue ikut kerja sama Lo, gue butuh penghasilan untuk biaya hidup keluarga gue, lo tau sendiri kan gue satu satunya tulang punggung di keluarga gue" tanya Elsa yang benar benar ingin tahu pekerjaan mereka.


"Gue sama Leo kerja di club" jawab Leo.


"Sumpah!?" Tanya Elis kaget mendengar perkataan Leo barusan. 


"Beneran, gue sama Julia kerja di club, lumayan tau gak sih, semalam aja kita dapat tips gede, iya kan Jul?" Leo menoleh ke arah Julia sembari tersenyum. Julia Pun seperti itu dia tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


"Bener banget dah, lumayan sa, dari pada lu kerja capek dari siang sampai sore mending kaya kite, cuma temanin doang dapat duit gede, enak lagi' haha" Julia tertawa di hadapan Elsa dan teman temannya membuat yang lain ikut ketawa dengan tingkah lakunya, perkataan Julia terdengar menarik di telinga Elsa, membuat Elsa penasaran dengan pekerjaan mereka.

__ADS_1


"Temenin doang bisa dapet duit Jul? Perasaan setau gue kalau kerja di club seperti itu kita harus temenin om om itu tidur. Iya kan?" Celetuk Elis. Elsa pun menoleh ke arah Elis dengan mata melotot, Elsa kaget sekali mendengar perkataan Elis barusan.


"Beneran Jul?" Elsa juga bertanya kepada Julia. Dia penasaran sekali kepada kedua temannya itu. Elsa tidak bisa membayangkan jika kedua temannya bekerja melayani om om setiap malam, rasanya mendengar pun dia merasa geli sekali.


Julia hanya mengangguk kepalanya sembari tersenyum. 


Melihat Julia dan Leo, Elis sontak memegangi anunya dengan kedua tangannya. Dia juga tidak bisa membayangkan jika kedua temannya itu melayani pria hidung belang setiap malamnya, Elis juga benar benar merasa geli sekali.


"Enak tau sa, apalagi kalau om om nya ganteng dan kaya, lumayan! Kita sering dapet tips yang lebih besar, kemarin aja Julia dapet 1 mobil dari tamunya" bisik Leo di telinga Elsa.


"Sumpe Lo!? Lo gak bohong kan?" Teriak Elsa. Julia dan Elis sampai melihat satu sama lain, mereka penasaran dengan apa yang sedang mereka berdua bicarakan hingga seheboh itu.


"Benar sa, masa gue bohong sih, Lo tertarik kan? Cobain aja dulu!" Jawab Leo. Leo menggerakkan alisnya ke arah Julia seakan memberi kode kepada Elsa untuk melihat temannya yang satu itu dengan teliti.


"Kalau gue bisa seperti mereka, pasti mas Bayu terpesona liat gue, apa gue coba ya? Kira kira gue bisa gak ya kerja kaya gitu?" Batin elsa. Elsa mulai berpikir sejenak untuk bekerja seperti itu, tapi dia merasa ragu, dia tidak yakin kalau dirinya mampu melayani om om tua seperti apa yang ada di dalam pikirannya.


"Sa!? Lo mau coba kan? Kalau Lo mau coba, nanti sore gue traktir Lo ke salon, gimana?" Tanya Leo. Leo butuh kepastian Elsa karena jika Elsa bersedia bekerja dengan mereka, dia harus mendandani sahabatnya itu agar dia terlihat menarik, Leo yakin Elsa pasti akan sukses dengan pekerjaan ini karena dia mempunyai wajah yang menawan, dia yakin om om akan banyak yang tertarik kepada sahabatnya itu.


"Nanti malam gue akan ikut sama kalian!" Jawab Elsa sembari menganggukkan kepalanya. Elsa sangat yakin dengan keputusannya karena bagi dia lebih cepat lebih baik, lebih cepat bekerja maka semakin cepat juga dia bisa menghasilkan uang untuk keluarganya.


"Oke, berarti nanti sore gue harus dandani lo lebih cantik lagi, gue yakin Lo akan sukses dengan pekerjaan ini" ujar Leo tersenyum

__ADS_1


"Bener banget sa, para tamu pasti tertarik liat Lo, Lo pasti akan menjadi primadona di klub kita, gue yakin itu, madam pasti seneng Lo ikut kerja sama kita" ujar Julia. 


Mendengar perkataan teman temannya, Elis hanya ikut mendengar saja, sebenarnya dia penasaran sekali dengan pekerjaan itu apalagi Julia bilang kalau pekerjaan itu sangat enak, dia jadi ingin sekali ikut bersama mereka.


"Elis Lo ikut juga kan?" Tanya Leo kepada temannya yang satu ini. Leo juga ingin Elis ikut bersama mereka agar mereka bisa bersama sama terus setiap malam. Leo ingin mereka selalu berkumpul dikala suka maupun Duka.


"Lo juga ikut ya Lis!" Ujar Elsa juga.


"Gue bingung sa' sebenarnya gue ingin coba, tapi pekerjaan gue gimana? Lo tau sendiri kan pekerjaan gue di kantor, mana bisa gue ikut kalian" jawab Elis yang terlihat sangat kebingungan.


"Kenapa Lo harus bingung Lis, pekerjaan Lo kan dari pagi sampai sore, sedangkan kita, kita mulai bekerja dari pukul 8 malam, jadi Lo bisa ikut sama kita pas Lo udah pulang dari kantor, gimana?" Tanya Leo lagi. "Gini deh, hari ini Lo kan libur, gimana kalau Lo cobain dulu malam ini? kalau Lo betah, Lo bisa terusin, tapi kalau Lo gak betah Lo tinggal berhenti, beres" ujar Leo mencoba memberi saran kepada sahabatnya itu.


"Oke! Malam ini gue coba!" Ujar Elis.


Mereka Pun sepakat malam ini akan bekerja sama sama, Julia dan Leo terlihat senang sekali melihat kedua sahabatnya akan bergabung bersamanya jadi 


Mereka merasa ada teman di tempat kerjanya yang super mengenakan itu, Julia dan Leo merasa mereka berdua akan sukses menggoyang ranjang ranjang itu malam ini, apalagi dengan penampilan Elsa dan Elis yang super sexy dan cantik. 


"Lis, Lo kan belum pernah menikah, Lo masih perawan kan?" Tanya Leo ingin tahu. 


"Iya lah" jawab Elis singkat.

__ADS_1


"Wow" celetuk Julia begitu mendengar Elis masih perawan.


__ADS_2