30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
tidak bisa dihubungi


__ADS_3

...🌾Tidak perlu menjelaskan dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu....


...Ali bin Abi Thalib 🌾...


...Happy reading...


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


Dua hari berlalu, kepergian Nadira ke Singapura membuat bayu merasa sangat kehilangan, Bayu yang tidak tau keberadaan istri dan kedua anaknya, dia terus mencari hingga dia lupa dengan pekerjaan dan kesehatannya saat ini, badannya terlihat kucel karena dia tidak lagi mengurus dirinya, yang ada di pikirannya saat ini hanya istri dan kedua anaknya, dia rela melakukan apapun asalkan dia bisa bertemu lagi dengan Nadira yang sudah dia campakan, dia ingin sekali bertemu untuk meminta maaf atas kesalahannya selama ini.


Wajah Bayu yang biasanya terlihat tampan, hari ini sangat kusam, dia bersandar di jok mobilnya sembari terus memperhatikan pintu masuk rumah sakit, dia menatap pintu itu dengan mata yang sudah terlihat sangat lelah, dia seakan tidak mau berpaling dari arah pintu itu karena dia takut yang ditunggu tiba di rumah sakit.


"Dari kemarin aku nunggu disini, tapi dokter Raisa belum juga datang, kalau saja para suster itu memberi tahu alamatnya, aku pasti akan langsung datang ke rumahnya untuk menanyakan keberadaan Nadira" ujar Bayu sembari terus memandangi arah pintu masuk rumah sakit.


"Ya Allah, apa yang telah aku lakukan, aku sudah membuat istri dan kedua anakku terluka" ujar Bayu


Bayu mengepalkan tangannya, dia benci kepada dirinya sendiri karena telah menyia nyiakan wanita sebaik dan sekuat Nadira.


...Di rumah Elsa....


"Kemana sih mas Bayu, udah dua hari ini dia gak bisa dihubungi, apa aku datang ke rumahnya aja ya! Tapi aku takut dia marah lagi, kalau dia marah kan bahaya, bisa bisa dia gak jadi nikahi aku" ujar Elsa


Elsa terus mondar mandir di depan halaman rumahnya sembari terus memikirkan cara agar Bayu bisa menepati janjinya.


Mama Elsa yang sedang membereskan ruang tamu, dia merasa sedikit kebingungan dengan sikap Elsa akhir akhir ini, Elsa yang biasanya ceria kini dia sering melamun sendiri, wajahnya juga terlihat cemas membuat mamanya sangat khawatir, dia mencoba menghampiri Elsa untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi dengan anak semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih sa? Mondar mandir kaya gitu, mama Ampe pusing loh liatnya" tanya mama Elsa kebingungan


"Mas Bayu mah, udah dua hari dia gak bisa dihubungi, aku takut pernikahanku gagal mah, kita kan udah sebar surat undangan nya, kalau mas Bayu gak datang, mau ditaruh dimana mukaku" jawab Elsa yang terlihat begitu cemas


Elsa memeluk mamanya dengan erat sembari menjatuhkan air matanya, Elsa sangat kebingungan, dia takut Bayu tidak datang ke acara pernikahan yang akan digelar 2 hari lagi, dia tidak mau Bayu sampai mempermalukan dia dan keluarganya di hadapan para tamu undangan.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kok tumben banget Bayu gak bisa dihubungi, biasanya juga dia sendiri yang samperin kamu kesini" tanya mama Elsa yang sedikit kebingungan


"Aku juga gak tau mah, mungkin dia jatuh cinta lagi sama istrinya" jawab 


"Kok bisa sih sa? Kalau dia benar benar jatuh cinta lagi sama istrinya, terus nasib kamu gimana? Mama gak mau ya sampai pernikahan kamu batal, pokoknya sekarang kamu harus temui dia, bawa dia kesini, mama mau bicara sama dia" ujar mama Elsa melepaskan pelukannya


"Iya mah" ujar elsa


Karena sifat mama Elsa yang begitu keras kepada anaknya, Elsa merasa sangat ketakutan, dia terpaksa mengiyakan walau sebenarnya dia sendiri bingung dengan hubungannya saat ini, dia ingin sekali membujuk Bayu untuk tetap menjalin hubungan dengannya, tapi dia ragu, dia takut Bayu menolak dan lebih memilih Nadira ketimbang dirinya.


Ohek


Ohek


Elsa tiba tiba merasakan pusing dan mual yang sangat luar biasa.


"Kenapa aku tiba tiba mual ya? Apa aku masuk angin?" Elsa bertanya tanya


Dia tetap masuk ke dalam mobilnya tanpa menghiraukan apa yang dia rasakan saat ini, dia akan berusaha menguatkan dirinya karena hari ini juga dia harus bertemu dengan Bayu.

__ADS_1


"Aku harus tahan rasa mualku, aku harus segera bertemu dengan mas Bayu sebelum perempuan kampung itu sadar, tapi sekarang mas Bayu lagi dimana ya? Rumah sakit atau rumahnya? Ah! Aku ke rumahnya aja dulu, nanti kalau dia gak ada di rumahnya, pasti dia lagi di rumah sakit nungguin si Nadira yang lagi sekarat" ujar Elsa 


Elsa Mulai menghidupkan mobilnya lalu Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah nadira, dia terlihat buru buru karena dia ingin segera bertemu dengan Bayu.


...🌾Keadaan Nadira di di Singapura 🌾...


Tit. Tit. Tit. Tit.


Suara komputer berbunyi menandakan jantung Nadira masih berdetak normal seperti biasanya.


Sejak Nadira sampai di Singapura, tubuhnya tak sadarkan diri karena mungkin dia tidak kuat dengan perjalanan yang sangat jauh, dokter Reza yang pada awalnya ingin mengoperasi Nadira, kini dia hanya bisa menunggu hingga keadaan Nadira pulih, dokter Reza tidak bisa berbuat apa apa, dia tidak berani mengambil tindakan disaat kondisi Nadira seperti ini, untuk saat ini dia hanya bisa melakukan yang terbaik, dia berharap proses penyembuhan ini berjalan dengan lancar seperti yang sudah dia dan dokter Raisa rencanakan.


Kondisi Nadira begitu sangat memprihatinkan, tubuhnya penuh dengan bantuan selang dan kabel membuat dokter Reza tak tega melihatnya, dokter Reza terus memperhatikan perkembangan wanita cantik itu seakan tidak mau jauh darinya, dokter Reza akan melakukan yang terbaik karena dia tidak mau mengecewakan dokter Raisa yang sudah mempercayakan semua ini terhadapnya.


"Gimana dengan kondisi Bu Nadira dok?" Tanya suster yang baru saja masuk ke dalam ruangan Nadira.


"Belum ada perubahan sus, barusan saya sudah campur air infusannya dengan obat yang paling bagus di rumah sakit ini, semoga saja Bu Nadira bisa cepat pulih" jawab dokter Reza yang terlihat begitu cemas


"Amiiinn dok" 


"Suster tolong perhatikan perkembangan Bu Nadira ya! Kalau ada apa apa suster langsung hubungi saya saja! Saya mau keliling dulu periksa pasien lain'' ujar dokter Reza 


"Baik dok" 


"kasian banget kamu Bu, semoga ibu bisa cepat sembuh" ujar suster dengan matanya yang berkaca kaca

__ADS_1


...Bersambung...


...jangan lupa votenya ya😘...


__ADS_2