
Hari semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00. Waktunya untuk para kaum muslimin melaksanakan sholat Maghrib. Agus mengumandangkan adzan di masjid yang terletak tak jauh dari rumahnya, di rumah Agus Clara dan ibu Agus juga sama, mereka menggelarkan sajadah di ruang tengah menunggu beresnya adzan yang Agus kumandangkan sembari menjawab setiap bait lantunan adzan tersebut.
Clara yang tidak biasa sholat berjamaah, di rumah Agus dia diajarkan untuk selalu melaksanakan sholat tepat waktu, berdoa, berdzikir, semua kegiatan itu membuat hati Clara terketuk hingga dia menyesali semua perbuatannya.
"Ya Allah, ampunilah semua dosaku yang telah lalu, terimakasih engkau telah mempertemukan hamba dengan keluarga yang baik dan hangat seperti keluarga Agus, bahagiakan lah mereka ya Allah, hamba akan berusaha memberikan yang terbaik, hamba akan mengkhidmat keluarga ini dengan baik seperti apa yang telah mereka lakukan kepada hamba" batin Clara. Clara tak kuasa menjatuhkan air matanya
Setelah melaksanakan sholat Maghrib, ibu Agus berbalik badan menghadap ke arah Clara, karena dia yang menjadi imam ibu Agus menyodorkan tangannya kepada Clara mengajak Clara untuk bersalaman. Clara pun meraih tangan lembut itu lalu menciumnya sembari menjatuhkan air mata.
"Terimakasih ya Bu, ibu sudah mau membantu saya" ujar Clara terisak. Dia terus mencium tangan ibu Agus dengan penuh hormat.
__ADS_1
"Sama sama nak, tapi ibu mohon sama kamu ya nak, kamu bantu Agus untuk mencari Bu Nadira, kalian kasih berkas berkas penting itu kepada yang hak, jangan kalian berikan kepada Elsa maupun Bayu" ujar ibu Agus memohon kepada Clara.
"Baik Bu, saya akan berusaha mencari keberadaan Bu Nadira, sekalian saya juga ingin meminta maaf karena dengan lancang saya sudah bekerja di perusahaan itu tanpa seijin pemiliknya, apalagi saya dibayar hanya untuk memata matai pak Bayu" ujar Clara. Clara sebenarnya bukan ingin mengatakan itu. Tapi dia tidak enak karena sudah tidur bersama Bayu, yang itu artinya dia tidak ada bedanya dengan Elsa. Clara benar benar merasa bersalah dia ingin sekali bertemu dengan Nadira untuk meminta maaf kepadanya.
"Terimakasih ya nak! Ibu hanya bisa melakukan ini, semoga dengan kalian memberikan berkas itu Bu Nadira bisa kembali lagi ke perusahaan, ibu tidak bisa ngomong apa apa lagi nak, pokoknya ibu berhutang banyak kepada keluarga Bu Nadira, jadi ibu mohon sama kamu dan Agus, temukan dia secepatnya" ujar ibu Agus terisak. Ibu Agus benar benar sangat rindu kepada Nadira, dia ingat ketika Nadira membantunya melawan penyakit yang mematikan, tangan lembut serta kasih sayangnya tidak akan pernah dia lupakan.
Clara memeluk ibu Agus dengan penuh kasih sayang, dia sangat sangat bersyukur saat ini dia dikelilingi orang baik seperti mereka, dia memeluk ibu Agus dengan erat karena memang Dia sangat merindukan pelukan ini, pelukan dari seorang ibu yang membuat hatinya terasa aman dan tentram.
Ketika Clara dan ibu Agus sedang terbuai dengan suasana, di rumah dokter Raisa, Nadira baru saja selesai membuatkan nasi goreng untuk kedua anaknya, seperti biasa Nadira membuatkan makanan kesukaan Ilham dan Sifa, dia juga sekalian memasakkan makanan kesukaan dokter Raisa sebagai bentuk rasa terima kasihnya karena sudah menerima dia di rumah itu.
__ADS_1
"Eng ing eng, makanan sudah siap" ujar Nadira meluncur dengan membawa satu bakul nasi di tangannya, dia menaruh nasi itu diatas meja makan tepatnya di hadapan Ilham dan Sifa.
"Horeee bunda masak nasi goreng kesukaan kita ka" ujar Sifa. Sifa menoleh ke arah Ilham sembari tertawa gembira tapi Ilham malah melamun sembari memperhatikan nasi goreng itu.
"Dulu waktu di rumah bunda selalu buatin nasi goreng seperti ini, ya Allah kapan Ilham bisa pulang lagi ke rumah" batin Ilham
"Ilham bunda ambilin nasinya ya!" Nadira mengambilkan satu centong nasi ke atas piring Ilham, dia tau Ilham pasti teringat masa lalu indahnya bersama Bayu sewaktu di rumah, jadi Nadira mencoba mengalihkan perhatian Ilham dia tidak mau anaknya yang satu ini terlalu memikirkan masa lalu karena kenangan itu hanya akan membuat mentalnya jadi down.
"Terimakasih bunda" ujar Ilham
__ADS_1