
Kartika Nadira dan keluarganya sedang menikmati kebahagiaan, di rumah Elsa, Elsa juga merasakan hal yang sama seperti Nadira, bagaimana tidak, sudah 3 hari ini dia mendapatkan uang yang lumayan fantastik dari hasil kerjanya jadi hari ini dia dan mamanya akan menikmati liburan ke sebuah villa sembari berbelanja keperluan rumahnya satu bulan.
"Ma, cepet dong! Keburu siang ni" teriak Elsa dari dalam mobil. Kala itu Elsa sudah siap dalam mobilnya menunggu bu Lidya yang masih sibuk mengurus cucunya itu.
"Sebentar sa! Mama pakein Keyla popok dulu, siang juga gak papa kali nak, kita kan mau nginep" teriak Bu Lidya dari dalam rumah.
"Lama..!" Ujar Elsa yang terlihat kesal. Dari tadi elsa sudah tidak sabar ingin segera berangkat ke villa itu, dia ingin segera menikmati liburannya bersantai sembari menikmati alam, kebetulan villa itu terletak di sebuah pegunungan tinggi jadi dia bisa menikmati pemandangan sembari mencari calon pendamping hidupnya yang baru.
Bu Lidya keluar dari rumahnya, dia terlihat menggendong Keyla yang sekarang sudah sangat lucu, Keyla sudah tumbuh menjadi anak yang cantik dan menggemaskan, bagi Bu Lidya cucunya itu adalah penyemangat hidupnya.
"Ayo sayang mama, kita jalan jalan!" Ujar Elsa kepada buah hatinya itu. Sekarang Elsa terlihat lebih perhatian kepada anaknya, maklum saja dulu dia sibuk mengurusi Bayu yang begitu sangat dia sayangi jadi dia gak ada waktu buat anaknya. Tapi sekarang Elsa hanya sibuk bekerja itupun hanya pada malam hari saja, jadi pada Siang harinya dia bisa menghabiskan waktu yang banyak untuk anak dan mamanya di rumah.
"Ayo mama'' jawab Bu Lidya. Bu Lidya menggerakkan tangan bayi mungil itu hingga diapun tertawa menggemaskan.
Hari ini Elsa dan keluarganya akan berlibur ke sebuah villa di Bogor, mereka akan menginap disana, untuk menghilangkan rasa suntuknya Elsa juga menyewa sebuah wahana terjun balon disana, dia ingin menikmati alam yang begitu segar disana agar pikirannya kembali fresh.
__ADS_1
"Villa di sana pasti rame banget ya sa, sayangnya, kita gak ajak teman teman kamu, coba kalau kamu ajak mereka, pasti liburan ini akan lebih rame" ujar Bu Lidya kepada anaknya itu.
"Kemarin aku juga ajak mereka ma, tapi mereka gak ada yang mau ikut, mereka pada sibuk sama urusannya masing masing, Elis kerja di kantor, leo hari ini mau nemenin mamanya belanja" ujar Elsa. Elsa sebenarnya ingin sekali berlibur bersama ke tiga temannya itu, tapi mereka juga memiliki kesibukan masing masing jadi Elsa hanya bisa mengajak mama dan anaknya.
"Kalau Julia kemana sa?" Tanya bi Lidya. Bu Lidya tidak mendengar Elsa menyebutkan nama Julia jadi dia ingin tau Julia pergi kemana, karena kebaikan ke tiga temannya itu Bu Lidya jadi sangat sayang sama mereka, dia sudah menganggap mereka seperti anak kandungnya sendiri.
"Katanya sih Julia lagi sakit ma, kemarin juga dia gak kerja" jawab Elsa. Elsa tidak mengetahui kalau sahabatnya yang satu itu sakit, dia hanya tau kabar sahabatnya itu dari Leo, kebetulan Leo yang menemani Julia untuk periksa ke rumah sakit, jadi dia tau semuanya.
"Ya Tuhan, sakit apa nak? Tapi Kamu ngenguk dia kan sa?" Tanya Bu Lidya. Bu Lidya terlihat khawatir sekali mendengar kabar itu, dia juga bertanya kepada Elsa, apa Elsa menjenguknya atau tidak.
"Pulang dari sini kita langsung jenguk Julia ya! Mama khawatir sekali sama dia" ujar Bu Lidya. Bu Lidya terlihat khawatir sekali begitu mendengar kabar Julia dirawat di rumah sakit. Dia ingin segera menjenguknya dan mengetahui kabarnya.
"Iya mah, nanti kita langsung kesana aja" ujar Elsa.
Elsa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju villa itu, Untung saja mereka berangkat pagi pagi jadi perjalanan dari rumahnya ke villa itu masih terbilang lancar, maksudnya tidak terhalang kemacetan.
__ADS_1
Perjalanan dari rumah Elsa menuju villa itu sangatlah jauh, mereka harus menempuh waktu perjalanan sekitar 4 jam, jadi mau tidak mau mereka harus bergelut dengan rasa pegalnya sepanjang perjalanan itu.
Ketika Elsa dan Bu lidya sedang menikmati perjalanan jauh mereka, di rumah Nadira, Nadira dan dokter Reza juga sudah bersiap untuk pergi ke rumah dokter Raisa. Hari ini mereka akan berdiskusi tentang liburan mereka yang akan dilakukan pada akhir pekan ini, mereka terlihat bersemangat sekali dengan rencana mereka ini.
"Bunda, emangnya bener ya kita mau liburan ke Bali?" Tanya Ilham.
"Iya nak, Minggu depan kita akan pergi berlibur ke Bali, kamu seneng kan" tanya Nadira tersenyum. Kali ini dia ingin membuat kedua anaknya senang, sekalian dia ingin pergi bulan madu bersama suami barunya itu. Dia berharap pulang dari sana Allah memberikan keajaiban untuk dia dan dokter Raisa, dokter Raisa ingin sekali memiliki keturunan, dan Nadira juga ingin memiliki anak dari dokter Reza. Dia berharap semua keinginannya terkabul meskipun semua itu tidak mungkin akan terjadi.
"Ilham gak ikut ya bunda, Ilham mau ikut sama bi Minah aja ke kampungnya, boleh ya bunda!?" Tanya Ilham kepada bundanya itu. Ilham tidak ingin ikut berlibur bersama bundanya ke Bali, tapi dia ingin ikut sama bi Minah pulang ke kampung halamannya. Ilham penasaran sekali, dia ingin bertemu dengan anak bi Minah yang memiliki hobi sepertinya, dia juga ingin melihat pemandangan di kampung itu agar dia bisa menemukan inspirasi untuk melukis.
"Ikut sama bibi? Kamu serius nak?" Tanya Nadira. Nadira terlihat kaget sekali begitu mendengar perkataan anaknya, dia tidak menyangka anaknya itu lebih memilih berlibur bersama bi Minah, ketimbang bersamanya ke Bali.
"Serius bunda, Ilham mau ikut sama bibi ke kampungnya, boleh ya!?" Tanya Ilham lagi. Ilham terus meminta izin kepada bundanya itu. Dia benar-benar ingin sekali ikut ke kampung bi Minah agar dia bisa bertemu dengan anak bi Minah itu.
"Terserah kamu aja nak, bunda nggak bisa orang kamu, tapi kamu pikir-pikir lagi ya nak!" Ujar Nadira. Nadira merasa ada yang berubah dengan anak cikalnya itu. Dia merasa Ilham sudah mulai menjauh darinya.
__ADS_1
"Kok ka Ilham malah mau ikut sama bibi ke kampung sih? Kenapa nggak ikut sama bunda aja kak biar aku ada temennya!?" Tanya Syifa tersenyum, Syifa ingin kakaknya itu ikut bersamanya tapi semua keputusan ada di tangan kakaknya, dia hanya bisa meminta tanpa memaksa.