
Hari semakin siang, waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, suasana sekolah yang begitu ramai dengan celotehan hingga teriakan anak anak terdengar begitu nyaring di telinga para ibu ibu yang setia menunggu di depan taman sekolah.
Para ibu duduk berbincang sembari tersenyum gembira, mereka terus bercanda, tertawa seakan tak ada beban, mereka begitu asik menunggu anak anaknya keluar dari kelas.
Teeetttt
Tettttt
Teeetttt
Bell berbunyi begitu nyaring menandakan jam kelas sudah berakhir.
seluruh siswa pun bersorak, mereka keluar meninggalkan kelasnya masing masing dengan tawa canda mereka yang polos.
mereka terlihat begitu gembira berlari menghampiri orang tuanya dengan teriakan manja kepada sang bunda, sangat beda dengan Sifa dan Ilham, kedua anak baik itu juga keluar dari kelasnya hanya saja mereka tak sebahagia teman temannya.
wajahnya yang ditekuk mencerminkan perasaannya saat ini, mereka begitu sangat rindu kepada sang bunda yang sampai saat ini masih jauh dari pandangan.
mereka tampak lemas berjalan menuju taman bermain mencari bu dokter yang sudah janji akan menjemput mereka hari ini.
__ADS_1
"Dek, tadi kamu jadi kan tarik uang tabungan kamu?" Tanya Ilham menoleh ke arah Sifa
"Jadi dong ka, besok kita kan mau jemput bunda" jawab sifa nyengir
Anak pintar itu tersenyum menoleh ke arah kakaknya, hatinya berbunga bunga karena sang bunda yang selama ini dia tunggu tunggu akhirnya besok tiba di Indonesia.
"Alhamdulillah, iya dek! Kakak seneng deh, akhirnya kita bisa ketemu sama bunda, kakak udah kangen banget sama bunda" ujar Ilham tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca
"Sifa juga kangen banget sama bunda ka" ujar Sifa dengan nada bicaranya yang memperlihatkan kerinduannya kepada sang bunda.
"Oh iya ka, uang tabungan Sifa kan besar, Sifa boleh gak beli hadiah buat bunda?" Tanya Sifa tersenyum
"2 juta ka" jawab Sifa dengan matanya yang berkaca-kaca.
Sifa teringat setiap pagi sang bunda memberikan uang jajan kepadanya, dia rindu dengan belaian sang bunda yang membuat hatinya tenang tak kala dia bersamanya.
"Boleh dong dek!!!!" Jawab Ilham tersenyum
Melihat Sifa yang terlihat sedih, Ilham pun menggandeng tangan adiknya itu sembari terus berjalan menuju taman, dia tidak tega melihat adiknya terus bersedih seperti ini, dia ingin sang adik merasa aman dan nyaman ketika bersamanya, meskipun saat ini mereka tanpa kasih sayang sang bunda.
__ADS_1
Tiiiiiittt
Tiiiiiittt
BI minah dan pk Karyo yang baru sampai di sekolah membunyikan klakson mobilnya karena melihat Sifa dan Ilham di seberang jalan.
"Non Sifa" teriak bi Minah dari dalam mobil sembari terus melambaikan tangannya.
Mendengar teriakkan bi Minah, Sifa dan Ilham pun menoleh ke arah mobil yang sedang melaju kearahnya.
"Bi Minah" teriak Sifa sembari tersenyum
Mobil berhenti tepat di hadapan Sifa dan Ilham, bi Minah Pun turun dari mobil mewah itu lalu membuka pintu mobilnya mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam mobil, bi Minah begitu khidmat melayani kedua anak baik itu, begitu juga orang di rumah dokter Raisa, semuanya memperlakukan Sifa dan Ilham begitu sangat istimewa karena akhlak mereka yang begitu sangat baik, membuat seisi rumah begitu sangat menyayangi mereka dengan tulus.
"Maaf ya sayang! Bibi telat jemput ya" ujar bi Minah merasa tidak enak
"Gak telat ko bi, ini kita baru keluar dari kelas, oh iya Bi, bibi sama pak Karyo mau kan anterin kita ke mall?" tanya ilham.
"Boleh dong, memangnya Ilham mau beli apa?" Bi minah balik bertanya kepada Ilham
__ADS_1
"Aku mau nganterin Sifa bi, Sifa mau beli hadiah buat bunda'' jawab Ilham nyengir