30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
malam bersama Clara


__ADS_3

Setelah memberi susu kepada keyla, Bu Lidia pun membawa cucunya itu masuk ke dalam kamarnya, malam ini Keyla tidur bersamanya karena Keyla masih dalam keadaan demam. Lidia takut kalau cucunya itu diantarkan ke kamar elsa, Elsa malah malah membiarkannya.


"Malam ini Keyla tidur sama nenek ya nak" ujar Lidia sembari merebahkan tubuh Keyla diatas kasur miliknya. Dia menyelimuti tubuh mungil itu lalu menciumnya hingga beberapa kali. "Tidur yang nyenyak nak, besok kita pulang ke rumah nenek" ujar Lidia dengan mata  yang berkaca-kaca.


Besok Lidia berniat untuk membawa Keyla ke rumahnya, dia ingin Keyla tinggal bersamanya karena Elsa memang kurang mengurusnya, Lidia takut Keyla kurang kasih sayang jika dibiarkan Tinggal bersama anak semata wayangnya itu.


Dikamar Elsa.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar service area, cobalah beberapa saat lagi" suara customer terdengar dari handphone miliknya. 


"Kemana sih mas Bayu? Kok jam segini belum pulang juga" dengan kesal Elsa membanting handphonenya ke atas kasur. Dia sangat kesal karena sudah beberapa kali menelepon nomor Bayu tapi Bayu masih saja tidak bisa di hubungi."apa gue telpon Clara ya, jam segini Clara pasti sudah pulang ke rumahnya" ujar Elsa. Tangannya mencoba meraih ponsel itu kembali. Dia berniat untuk menelpon sahabatnya karena pasti dia tau keberadaan Bayu. Elsa tidak mengetahui kalau sebenarnya Bayu dan Clara sedang bersenang senang di sebuah bar yang tak jauh dari kantornya.


Tuuuut


Tuuuuuut


Tuuuuuut


Suara panggilan dari nomor Clara yang belum diangkat.


"Hallo Sa" teriak Clara. Clara mengangkat telpon dari Elsa dengan berteriak, Clara mengangkat telepon dari Elsa sembari berjoget di bar itu menemani Bayu yang sedang mabuk.


"Kamu dimana clar?" Tanya Elsa ingin tahu, Elsa menjauhkan handphone yang baru saja dia tempel di telinganya karena suara ditempat Clara saat itu sangat bising hingga hampir merusak gendang telinganya.

__ADS_1


"Ha-hallo sa" tuu… tuuut… tuutt, panggilan itu pun terputus.


"Si Clara lagi dimana sih ko Berisik banget" tanya Elsa, dia melempar handphone nya ke atas ranjang lalu duduk di ranjang itu dengan tangan memeluk dagu. Elsa merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu "kalau dia lagi di rumahnya gak mungkin kan berisik ke gitu, ah! Gue tau, dia pasti lagi senang senang sama…" pikiran Elsa melayang jauh, dia berpikir Clara sedang bersenang senang dengan pacarnya "mas Bayu, gak mungkin!!" Mata Elsa terbelalak ketika mengingat kalau terakhir Clara sedang bersama Bayu bukan bersama pacarnya.


Mengingat semua itu Elsa langsung bergegas mengganti pakaiannya, dia memakai dres berwarna merah lengkap dengan heels warna merah juga, dia merias dirinya secantik mungkin agar setiap orang yang melihatnya terpesona dengan kecantikannya, dia merasa tidak mau kalah dengan Clara sahabatnya itu.


"Jangan sampai apa yang ibu bilang itu bener, jangan sampai mas Bayu tertarik dengan si Clara dekil itu" ujar Elsa sembari terus merias wajahnya di depan kaca.


Ketika Elsa sedang merias dirinya di rumah,  di bar Bayu terus saja meminum minuman anggur yang ada di hadapannya. Dalam pikirannya Bayu terus saja mengingat wajah Nadira yang terlihat cantik, bahkan Nadira terlihat lebih cantik dari dulu ketika dia masih bersamanya, Bayu ingin sekali memilikinya lagi tapi apalah daya, semua sudah berlalu, sekarang dia tidak bisa memilikinya lagi hingga dia putus asa dan meluapkan kekesalannya dengan cara minum seperti sekarang ini.


"Kamu terlihat cantik sekali sayang" ujar Bayu sembari membelai rambut Clara yang sedari tadi duduk di sebelahnya. Clara yang tidak ikut mabuk dia hanya tersenyum menundukkan kepalanya. Clara menyangka Bayu mulai jatuh cinta kepadanya padahal tidak, Bayu mengatakan kata itu karena apa yang dia lihat di hadapannya itu adalah Nadira bukan Clara.


"Mas Bayu ganteng banget, badannya juga bagus" batin Clara. 


Bayu tiba tiba kehilangan kesadarannya hingga jatuh ke pangkuan Clara.


"Pak Bayu" ujar Clara kaget. Clara mencoba menepuk nepuk pipi bosnya itu tapi Bayu malah memeluk Clara hingga Clara merasakan tekanan dari tubuh kekar itu.


"Sayang, kamu jangan pergi lagi ya, aku sayang banget sama kamu" Bayu memeluk Clara dengan erat seakan tidak mau jauh darinya, pikirannya saat ini masih dihantui Nadira hingga setiap orang yang ada di hadapannya terlihat seperti Nadira.


"Asiiiik, pak Bayu ngungkapin perasaannya, aku juga sayang kamu pak" ujar Clara. Clara membalas pelukan Bayu, dia meluapkan semua kerinduan nya selama ini kepada bosnya itu. "Pak Bayu sebentar lagi menjadi milikku" ujar Clara tersenyum.


Melihat Bayu yang hampir tak sadarkan diri, Clara langsung bergegas membawa Bayu keluar dari bar itu, dia membopong Bayu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Pak, saya antar bapak ke rumah ya!" Ujar Clara. 


"Enggak sayang, aku ingin bersamamu, selamanya" ujar Bayu. Bayu menggenggam erat tangan Clara yang sudah mulai menyetir mobil.


"Bapak mau ikut ke rumah saya?" Tanya Clara lagi.


Bayu tidak menjawab pertanyaan asistennya itu, dia hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis, rupanya yang dia lihat masih wajah Nadira yang sedang tersenyum kepadanya.


Perjalanan dari bar itu ke rumah Clara hanya memerlukan waktu beberapa menit saja, jadi mereka bisa dengan cepat sampai apalagi saat itu Clara membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera sampai ke rumahnya agar pria yang dia sukai itu bisa cepat cepat istirahat dengan tenang di rumahnya.


Beberapa menit kemudian.


"Alhamdulillah, kita sampai pak" ujar Clara sembari menoleh ke arah Bayu, dia lihat Bayu sudah tertidur pulas dengan memeluk tangan kirinya.


"Ya ampun, pak Bayu pasti capek, aku harus buru buru bawa dia ke kamar" ujar Clara. Clara pun keluar dari mobil itu lalu membopong Bayu kembali masuk ke dalam rumahnya.


 Clara hanya tinggal sendiri di rumahnya karena ibunya berada di kampung jadi dia bisa dengan leluasa membawa bayu masuk ke dalam rumahnya meskipun mereka tidak ada ikatan pernikahan.


"Sekarang bapak istirahat ya! Aku sayang kamu" Clara merebahkan tubuh Bayu di atas ranjang miliknya lalu mengecup bibir Bayu dengan lembut.


"Andai saja kamu sudah jadi milikku, mungkin malam ini aku bisa tidur dipangkuanmu pak Bayu" batin Clara mulai bergejolak. 


Clara menyentuh kedua gundukan besar di dada pria gagah itu lalu mendekap merasakan kehangatannya.

__ADS_1


__ADS_2