30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
Clara di usir


__ADS_3

Tubuh Elsa tiba tiba gemetar ketika melihat suami dan sahabatnya tidur satu ranjang dengan keadaan telanjang bulat, dia menutup mulutnya, dengan air mata yang jatuh tanpa henti, ingin sekali dia berteriak dengan keras tapi keadaannya sekarang tidak mendukungnya untuk melakukan itu, sakit rasanya, bahkan lebih dari itu, rasanya bagai ditusuk seribu panah di sekujur tubuhnya.


"Clara, apa apaan kamu, dasar perempuan murahan?" Teriak Elsa emosi. Dia menangis sesegukan sembari menarik tangan Clara agar menjauh dari tubuh suaminya.


"Elsa" mata Clara terbelalak ketika melihat Elsa tiba tiba muncul di kamarnya. Dengan cepat Clara mengambil baju kemeja dan roknya yang tergeletak di lantai, dia langsung menutupi bagian tubuhnya yang terlihat transparan itu dengan sehelai kemeja putih miliknya itu.


Plaak


Elsa menampak pipi sahabatnya itu dengan keras.


"Dasar perempuan murahan, bisa bisanya kamu tidur sama suami saya Clara, selama ini saya percaya sama kamu tapi apa yang kamu lakukan, kamu tega menikung saya dari belakang" ujar Elsa terisak, tubuh Elsa lemah tak berdaya melihat suaminya masih terlelap dengan tubuh yang telanjang bulat.


"Maafkan saya Elsa, saya tidak bermaksud untuk menyakiti kamu, tapi mas Bayu, dia mabuk dan ..." ujar Clara menjatuhkan air matanya. Clara menatap wajah Elsa dengan penuh penyesalan, dia menggelengkan kepalanya seakan tidak bermaksud untuk menyakiti hatinya.


"Stop, saya tidak mau dengar omongan kamu ya Clara, pokoknya saya tidak mau lihat wajah kamu lagi, sekarang kamu pergi jauh jauh dari kehidupan saya, pergi kamu..!!" Ujar Elsa. Elsa mendorong tubuh Clara dengan kedua tangannya hingga tersungkur ke lantai. Dia mengusir Clara dari rumah kontrakannya itu.


"Jangan Elsa, jangan usir saya, kalau kamu usir saya dari sini terus nanti saya tinggal dimana" ujar Clara memelas. Clara memohon kepada sahabatnya itu agar tidak mengusirnya dari kontrakan itu, tapi Elsa tidak merasa kasihan sedikitpun, dia menendang sahabatnya itu hingga tubuhnya terpental ke belakang pintu kamar.


"Saya tidak mau tau, pokoknya kamu jangan pernah menampakkan lagi wajah kamu di hadapan saya dan mas Bayu" ujar Elsa dengan air mata yang terus jatuh membasahi pipinya. 


Elsa terus membentak Clara hingga dia menjambak rambut Clara dengan kasar, dia mengungkit pengorbanannya selama ini untuk keluarga Clara, tapi balasan apa yang Clara berikan, Clara malah menusuk dia dari belakang seperti ini, bahkan ini adalah perbuatan yang paling kejam yang dilakukan seorang sahabat terhadapnya. Perbuatan Clara benar benar tidak bisa dia maafkan, dia benar benar sangat Benci bahkan jijik melihat wajahnya.

__ADS_1


Elsa terus melampiaskan hawa nafsunya dengan menyiksa Clara, tapi Clara hanya diam saja, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena memang dia hanya orang biasa, dia ingin sekali melawan tapi apalah daya, dia lebih baik diam agar dia bisa mempertahankan tempat tinggal dan pekerjaannya di kantor karena jika Clara kehilangan semuanya keluarganya di kampung tidak akan bisa makan, dia satu satunya tulang punggung untuk keluarganya di kampung.


"Maafkan saya Elsa, saya mohon jangan usir saya dari sini" Clara terus memohon sembari berlutut di kaki Elsa, tapi Elsa lagi lagi malah menendangnya, rupanya amarah Elsa belum juga reda meskipun dia sudah menyiksa sahabatnya itu.


"Keluar kamu dari sini Clara" sekali lagi Elsa mengusir Clara keluar dari rumahnya.


Clara menyerah dengan sikap kasar Elsa terhadapnya dia pun keluar dengan perlahan membawa sehelai baju yang belum sempat dia pakai.


"Aku memang salah karena sudah tidur dengan suami sahabatku, dia memang berhak marah, aku sadar kesalahanku, tapi dia tidak berhak memperlakukan aku seperti tadi, bukankah dulu dia mendapatkan mas Bayu dengan cara merebut dia dari Bu Nadira, apa dulu Bu Nadira memperlakukan Elsa seperti dia memperlakukanku, Elsa benar benar tidak menyadari masa lalunya, dia memang benar benar tidak berprikemanusiaan" batin Clara merintih. Clara memakai bajunya kembali sembari berurai air mata. Dia bingung harus pergi kemana malam ini, ingin pulang ke kampung halamannya pun dia tidak punya uang sepeser pun, sekarang Clara benar benar tidak punya tujuan hidup.


"Mas Bayu bangun mas, tolong aku!" batin Clara. Dia berharap Bayu bangun dari tidurnya lalu menolongnya, tapi efek minuman itu belum hilang, jadi Bayu masih terlelap meskipun Elsa berteriak beberapa kali tak membangunkan dia dari tidurnya.


"Kamu tunggu apa lagi Clara, ayo pergi dari rumah ini!" Teriak Elsa lagi. Elsa terlihat seperti ingin mencengkeram membuat Clara semakin ketakutan hingga dia pun pergi dari rumah itu.


Malam sudah hampir pagi, waktu sudah menunjukkan pukul 03.00, suara tarhim juga sudah terdengar dari masjid yang tak jauh dari kontrakannya, Clara yang sedari tadi berjalan tanpa arah tujuan dia menghentikan langkah kakinya untuk diam sejenak di sebuah pos yang bersebelahan dengan masjid. Sebuah masjid kecil yang cukup indah dipandang mata, dia berdiam sejenak sembari mendengarkan lantunan Al-Qur'an, sungguh membuatnya tersentuh hingga menjatuhkan air mata. Clara termenung dengan tubuh yang gemetar kedinginan.


"Bu Clara" ujar seorang laki laki yang baru saja keluar dari masjid, mungkin dia yang melantunkan ayat Alquran hingga membuat Clara merenungi semua dosa dosanya.


"I-iya, siapa ya?" Tanya Clara, dia benar benar tidak mengenali laki laki yang yang berdiri di hadapannya itu, tapi laki laki seperti sudah mengenalinya.


"Saya Agus Bu, ibu ngapain disini?" Agus balik bertanya kepada Clara. Clara yang tidak mengenali laki laki itu hanya diam sembari terus menatap wajahnya.

__ADS_1


"Agus?!" Clara mulai mengingat lagi barangkali dia lupa kalau sudah mengenalinya.


"Iya Agus Bu, saya kerja jadi OB di kantor pak Bayu, apa Bu Clara ingat saya?" Tanya Agus tersenyum. Agus memang sudah dari dulu bekerja di perusahaan Bayu, bahkan dia kenal baik dengan pemilik perusahaan yaitu Nadira.


"Oh iya, saya ingat! Ngapain kamu disini Gus?" Clara balik bertanya kepada Agus. Dia bersyukur bisa bertemu Agus di tempat itu.


"Saya memang tinggal disini Bu, rumah saya di belakang masjid ini" jawab Agus tersenyum, Agus menunjuk rumah besar berwarna coklat tepat di belakang masjid itu.


"Oh jadi itu rumah kamu Gus" 


"Iya Bu, terus Bu Clara ngapain diam di pos malam malam seperti ini? Lagi nunggu orang ya Bu?" 


"Nggak Gus, saya diusir dari rumah, jadi saya diam di pos ini, saya bingung mau pergi kemana" jawab Clara menjatuhkan air mata


...Bersambung...


...disini saya hadirkan pemeran baru ya🤭 Agus ini pekerja sekaligus teman baik Nadira di kantor, simak kelanjutannya ya😘...


...jangan lupa like, comen, n votenya🙏🙏...


...apakah Agus yang akan membantu Nadira untuk menguasai perusahaannya kembali? simak simak simak kelanjutannya ya😘😘...

__ADS_1


 


__ADS_2