
Agus memulai aksinya dengan masuk lebih dulu ke dalam kantor itu, sedangkan Clara dan yang lain masih mengawasi dari dalam mobil.
"Semoga aja kalian bisa ambil berkas berkas itu" ujar Nadira kepada Clara sembari terus melihat lihat sekeliling halaman kantor itu.
"Amiiiinnn" ujar dokter Raisa.
"Insyaallah Bu, saya akan berusaha" ujar Clara
"Kamu sudah tau brankas yang ada di ruangan mas Bayu kan clar?" Tanya Nadira.
"Tau Bu" jawab Clara menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
"Alhamdulillah kalau kamu sudah tau"
Kring
Kring
Kring
Handphone Clara berbunyi begitu nyaring.
"Pasti Agus" ujar dokter Raisa tersenyum.
__ADS_1
Clara pun mengambil ponselnya yang dia simpan di tas, dan setelah dia lihat ternyata benar, nama Agus muncul di layar ponselnya.
"Hallo mas, gimana situasi di dalam? Apa aku udah bisa masuk? Di dalam gak ada pak Bayu kan?" Tanya Clara. Clara sudah tidak sabar ingin segera mengambil berkas itu karena memang waktu malam sudah mulai larut, para pekerja juga sudah mulai berhamburan.
"Udah neng, kamu jangan takut, hari ini pak Bayu gak masuk kantor kok, Semua sudah aman, ayo masuk Sekarang juga!" Jawab Agus. Agus menyuruh Clara untuk segera masuk karena memang dia sudah mematikan cctv yang ada di ruangan Bayu.
"Baik mas" Clara mematikan teleponnya.
"Apa katanya? Kamu sudah bisa masuk kan?" Tanya dokter Raisa penasaran.
"Sudah dok, saya masuk dulu ya! Ibu sama Bu dokter Doakan saya" jawab Clara.
"Iya clar hati hati" ujar Nadira tersenyum.
Calara pun keluar dari mobil itu lalu masuk ke dalam kantor, dia berjalan dengan sangat hati hati karena takut ada orang yang mengetahui kalau dirinya sudah di pecat dari kantor itu, tapi untung saja tidak, karena semenjak Elsa memecat Clara Bayu belum sempat membicarakan itu kepada siapapun, waktu itu dia hanya sibuk mengurus proyeknya yang gagal gara gara berkas berkas pentingnya ada di tangan Clara.
"Ke-kemarin saya sakit Rio, su-sudah kok, memangnya pak Bayu gak ngasih tau kamu?" Clara malah balik bertanya kepada Rio. Dia terlihat gugup sekali di depan Rio, tapi dia mencoba untuk tetap tenang karena apa yang akan dia lakukan sekarang semua untuk kebaikan karyawan di kantor itu, dia yakin jika perusahaan itu kembali ke tangan pemiliknya maka perusahaan itu akan mendapatkan keberkahan.
"Engga Clar, pak Bayu gak ngomong apa apa, malah hari ini pak Bayu gak masuk kantor, kamu tau kan dia kemana? Kalau kamu sudah kasih berkas penting itu harusnya hari ini kita meeting lagi, apa saya telepon pak Bayu aja ya?" Rio mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya, dia hampir saja menelpon Bayu tapi Clara melarangnya.
"Jangan Rio, tadi pak Bayu bilang sama saya kalau hari ini dia tidak mau diganggu dulu, kasian pak Bayu, dia pasti cape ngurusin proyek yang begitu banyaknya, seorang diri lagi, jadi harap dimaklum ya Rio" ujar Clara. Clara terpaksa berbohong kepada Rio karena dia tidak tau harus berkata apa, kalau saja Rio sampai menelpon Bayu pasti rencana dia bersama Agus pasti akan sia sia.
"Iya Clara, saya juga paham kok, mungkin pak Bayu masih kesal dengan kejadian kemarin, gara gara kamu hampir saja perusahaan ini kehilangan proyek besar, tapi untung saja kamu kembali Clara, semoga saja semua kembali baik baik saja" ujar Rio tersenyum.
__ADS_1
"Amiiiinnn"
"Saya permisi pulang dulu ya Clara, kamu juga cepat pulang, istirahat yang cukup agar besok kita bisa kerja lagi" ujar Rio. Rio berjalan meninggalkan Clara menuju parkiran, dia terlihat buru buru sekali karena mungkin dia ingin segera sampai ke rumahnya untuk beristirahat.
"Jadi karena berkas berkas itu perusahaan Bu Nadira kehilangan proyek besarnya? Ya Allah! Gimana ini? Aku jadi gak enak sama Bu Nadira" ujar Clara. Clara benar benar tidak enak hati karena sudah membuat perusahaan itu rugi besar, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada Nadira dan Agus, kalau saja mereka tahu semua itu karenanya pasti mereka akan kecewa terhadapnya.
Clara berjalan menuju ruangan Bayu dengan perlahan sembari melihat lihat ke seluruh ruangan yang lain.
"Aman" ujar Clara mengelus dadanya. "Ya Allah, akhirnya sampai juga, semoga saja berkas itu ada di ruangan ini" ujar Clara sembari memutar engsel pintu ruangan itu.
Clara mulai masuk ke dalam ruangan Bayu, dia langsung saja berjalan menuju brankas lalu dengan perlahan membukanya.
Trek.
Kunci gembok terbuka, dan inilah saatnya untuk Clara mencari surat kepemilikan perusahaan itu.
"Gimana? Ketemu?"
Deg.
Clara kaget ketika ada orang yang tiba tiba bertanya kepadanya, dia takut orang itu adalah Bayu jadi dia tidak berani untuk berbalik badan.
"Aduuuhh, mampus gue" batin Clara
__ADS_1
Clara hanya diam tanpa sepatah kata apapun, dia bingung entah apa yang harus dia lakukan saat ini, sekarang dia benar benar sudah tertangkap basah membuka berangkas itu.
"Kok malah diam? ayo cari lagi!" ujar laki laki itu lagi.