
"Mmmmmm, aaaaw, ayo mas!" tiba tiba terdengar suara dari dalam kamar itu. suara ******* manja Julia kepada laki lakinya itu.
"Julia" Elis terkejut setengah mati mendengar ******* demi ******* yang terdengar dari kamar itu, bulu kuduknya tiba tiba berdiri, Elis merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tubuhnya yang dia sendiri tidak tau apa yang sebenarnya sedang dia rasakan.
Elis penasaran sekali dengan temannya itu, ingin rasanya dia melihat ke dalam ruangan itu tapi rasanya tidak mungkin, dia hanya bisa mendekatkan telinganya ke tembok itu untuk mendengarkan apa yang sedang mereka lakukan di dalam.
"Ayo mas! Aku udah gak t*h*n" suara Julia terdengar lagi hingga ke telinganya.
"Iya sayang" jawab pria itu.
"Emmmm, eeiiiiits, aaaaahhh" Julia berteriak kencang membuat Elis semakin merinding.
"Kenapa Julia teriak seperti itu, jadi penasaran" ujar Elis.
Semakin kesini Elis semakin merasakan sesuatu pada tubuhnya, tanpa sadar dia terjebak lamunannya yang melambung tinggi ke angkasa, tubuh Elis menggelinjang hebat hingga tak terasa ada sesuatu yang keluar dari daerah terlarangnya.
"Malam" sapa seorang laki laki yang melihat Elis duduk sendiri di kursi itu. "Kamu lagi ngapain disini? Kamu sendiri, apa lagi nunggu seseorang?" Tanya laki laki tampan itu lagi. Elis tidak menyadari kalau ada orang yang memperhatikannya sedari tadi, dia pun tidak menjawab sapaan laki laki itu karena dia masih membayangkan dirinya sedang bermain di kamar itu.
Laki laki itu tampak geli melihat Elis menggigit bibirnya dengan tangan yang meraba raba bagian anunya. "Maaf mbak" sapa pria itu lagi. Kali ini dia menepuk pundak Elis hingga Elis pun sadar dari lamunannya.
__ADS_1
"I-iya" Elis sontak kaget melihat laki laki tampan itu tiba tiba ada di hadapannya.
"Mbak lagi ngapain disini?" Tanya laki laki itu lagi. Laki laki itu penasaran sekali dengan Elis, dia ingin tahu Elis lebih jauh lagi jadi dia pun duduk di samping Elis sembari terus memperhatikannya.
"Shhhh, aaaaahhh, ayo mas! Aaaahhhh" suara itu terdengar lagi bahkan lebih keras dari yang tadi Elis dengar, sebuah pertandingan yang mungkin hampir mencapai puncaknya. Elis dan laki laki itu pun saling bertatapan satu sama lain.
"Aduuuhhh!! gimana ini, kok aku jadi ngerasa gak enak gini ya! Julia sih, kenapa dia teriak teriak kaya gitu? Enak kali ya? Aduh aku jadi pengen" batin Elis. Elis terus membayangkan dirinya ada diposisi Julia, dia ingin sekali merasakan bagaimana rasanya surga dunia yang sering disebutkan orang orang diluar sana.
"Aduuh! Pake denger suara gitu lagi! Udah tau gue lagi pengen, gimana ini?" Batin laki laki tampan itu sebut saja namanya Kevin.
Kevin adalah salah satu orang yang terjebak di tempat hiburan itu, malam itu dia mencoba coba masuk untuk sekedar menghilangkan suntuk yang sedang mendera. Maklum saja, dia baru saja diputuskan tunangannya yang sangat dia cintai, jadi dia ingin mencari hiburan untuk menghilangkan rasa stresnya di tempat itu.
"Aku gak cari siapa siapa, kenalin, aku Kevin, aku pendatang baru di tempat ini, kamu siapa? Dari tadi aku liat kamu disini, apa kamu lagi nunggu seseorang?" Kevin malah balik bertanya kepada Elis. dia benar benar penasaran sekali dengan perempuan yang berada di hadapannya itu, belum lagi penampilannya yang sexy, membuat gelora asmaranya semakin memuncak.
"Aku Elis, aku juga baru disini" jawab Elis sembari menundukkan kepalanya. "Aduuuh! Malu banget gue, dari tadi dia pasti liatin gue, Elis, Elis, Lo malu maluin banget sih!" batin Elis. Elis mengerutkan keningnya dengan wajah yang mulai memerah, dia benar benar malu sekali dengan laki laki yang ada di hadapannya itu.
Kevin melihat baju atas Elis sedikit berantakan, mungkin karena lamunannya tadi dia tidak sadar meraba raba gunung kembarnya hingga gunung kembarnya itu sedikit kelihatan. "Maaf Lis" Kevin dengan sengaja merapikan baju atas Elis. Dia tidak kuat melihatnya jadi dia mencoba menutupinya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya.
Sentuhan tangan Kevin yang lembut membuat tubuh Elis terangsang, dia tanpa sadar menyentuh tangan itu, merabanya dengan perlahan.
__ADS_1
"Perasaan apakah ini? Kenapa gue merasakan sesuatu yang berbeda? apa mungkin gue jatuh cinta sama pria ini? tapi ini lain? kenapa gue ingin melakukannya" batin Elis. Elis terus menatap mata Kevin dengan begitu tajamnya.
"Cewek ini cantik juga, mau gak ya kalau malam ini gue ajak dia bersenang senang" batin Kevin. rupanya Kevin juga tertarik dengan kecantikan Elis, dia jadi penasaran ingin mengajaknya bersenang senang malam ini, dia ingin meluapkan hasratnya yang sedari tadi sudah menggebu gebu.
Kedua sejoli itu merasakan sensasi yang berbeda ketika tangannya meraba tangan yang lain, kevin terjebak hasratnya yang membara hingga tanpa sadar dia membelai seluruh tubuh elis, mereka bercumbu mesra di tempat terbuka tanpa merasakan malu sedikitpun.
"Sayang! kenapa gak diajak masuk kamar tamunya?" Tanya madam cantik itu. Dia tidak sengaja melihat Elis bercumbu di tempat itu jadi dia menyuruh anaknya itu untuk mengajak tamunya masuk ke dalam kamar.
Mendengar perkataan madam cantik, Elis langsung bangkit dari duduknya, dia kaget melihat madam cantik itu tiba tiba ada di hadapannya, dia merasa tidak enak karena tanpa permisi dia bercumbu di hadapan umum, elis mencoba untuk menenangkan hatinya, dia menghela nafas panjang lalu membuangnya kembali, saat ini Elis sudah siap mendengar teguran dari madam cantik itu.
"Kenapa kamu malah diam sayang? ayo ajak tamu kamu masuk ke kamar" bisik madam ditelinga Elis.
Elis hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum malu. "Ayo sayang, kita masuk!" Ujar Elis. Elis menarik tangan laki laki itu masuk ke dalam kamar. Elis sebenarnya malu dengan madam cantik itu tapi dia tetap harus melakukan ini karena memang ini sebagian dari pekerjaannya saat ini.
Kevin menutup pintu kamar itu rapat rapat.
"Pintar juga anak itu, baru pertama hari kerja udah dapet tamu ganteng, kayaknya pemuda itu anak orang kaya, lumayan lah kalau buat pembukaan" ujar madam cantik itu.
"Kamu yakin akan melakukan ini Lis?" tanya Kevin. Kevin merasa ragu dengan apa yang akan dia lakukan, dia sedikit takut karena mungkin dia belum pernah menyewa perempuan malam seperti ini.
__ADS_1
"Aku yakin Kevin, aku ingin tau gimana rasanya, lagian kalau aku gak layanin kamu nanti madam bisa marah sama aku, ayo Kevin! lakukan saja seperti apa yang kamu mau, aku akan melayani kamu malam ini" jawab Elis.