30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
rencana untuk kencan bersama elsa


__ADS_3

...Tiiiiiittt...


...Tiiiiiittt...


...Tiiiiiittt...


...Terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah Nadira....


"Itu pasti ayah, Sifa tunggu disini dulu ya!, Bunda mau samperin ayah ke depan" ujar Nadira.


"Iya bunda"


"Pintar sekali sih anak bunda ini" ujar Nadira mengelus kepala anaknya dengan lembut


Nadira yang sedang memasak, dia bergegas menuju depan rumah karena ingin menyambut suaminya yang baru pulang dari kantor.


"Assalamualaikum mas" Nadira menyambut suaminya dengan mengucap salam, Nadira tersenyum, dia langsung menycium tangan suaminya itu.


Bayu terus berjalan tanpa menghiraukan Nadira, tapi Nadira tetap mengejarnya karena dia ingin menjadi istri yang baik yang selalu melayani suaminya dengan baik meski dia tak dibutuhkan lagi.


"Mas mau mandi dulu atau mau makan dulu?" Tanya nadira yang terus mengejar suaminya.


"Kamu kenapa sih? Bisa gak sekali saja kamu gak ngikutin aku kaya gini? Aku gak suka Nadira, aku gak butuh perhatian dari kamu" teriak Bayu yang membentak Nadira.


"Ya Allah mas, aku ini masih istri kamu, aku masih punya tugas untuk melayani kamu dengan baik" ujar Nadira melawan perkataan Bayu


"Aku gak butuh Pelayanan dari kamu, ingat ya! Kalau saja kamu tidak memberi aku persyaratan, mungkin sekarang kamu sudah bukan istriku lagi" ujar Bayu dengan tegas.


...Oheeekk...


...Oheekk...


...Nadira muntah di hadapan Bayu yang sedang emosi....


"Kamu ini kenapa sih? Pake muntah disini lagi, kamu bilang mau kasih pelayanan yang baik!? jadi ini pelayanan baik dari kamu? Dasar perempuan jorok" ujar Bayu dengan mata melotot nya.


"Maaf mas, aku lagi sakit, aku gak bisa nahan mual aku" ujar Nadira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Alesan aja kamu, kalo emang biasanya jorok ya jorok" ujar Bayu.


Bayu berjalan meninggalkan Nadira dengan penuh kekesalan.


"Ya Allah, kenapa mas Bayu jadi seperti ini? Beri aku petunjuk ya Allah, Bagaimana caranya aku bisa merebut hatinya kembali?'' Ujar Nadira menjatuhkan air matanya.


Karena efek kemoterapi yang baru saja dia jalani, Nadira merasakan pusing dan mual yang sangat luar biasa hingga dia tak bisa menahannya.

__ADS_1


"Ya Allah, bunda kenapa?" Tanya Ilham yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Bunda gak pp nak, bunda cuma pusing sedikit, bunda gak sengaja muntah disini, maaf ya sayang, bunda sudah bikin kamu jijik" ujar Nadira merasa tidak enak.


"Engga ko bunda, Ilham gak ngerasa jijik sama sekali, bunda kenapa? Bunda sakit? Ilham liat muka bunda pucat sekali?" Tanya Ilham yang sangat mengkhawatirkan bundanya.


"Bunda cuma pusing sedikit nak, mungkin cuma masuk angin biasa" jawab Nadira tersenyum.


"Sekarang bunda istirahat ya!, Ilham gak mau bunda sakit, ayo Ilham anterin bunda ke kamar" ujar Ilham


Ilham menarik tangan Nadira hingga Nadira bangkit, lalu Ilham menggandeng tangan bundanya berjalan menuju ruang atas.


"Ya Allah, terimakasih engkau telah memberikan ku anak yang baik seperti Ilhaam dan Sifa, mereka begitu sangat perhatian dan menyayangiku dengan tulus" batin Nadira.


Ilham dan Nadira sudah sampai di kamar.


"Sekarang bunda istirahat ya" ujar Ilham.


Ilham membantu Nadira merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Terimakasih ya nak, kamu memang anak yang baik" ujar Dinda mengelus pundak Ilham


"Sama sama bunda, ini memang sudah menjadi tugas Ilham, Ilhaam janji, Ilham akan selalu menjaga bunda" ujar Ilham


Sembari menahan rasa sakit, Nadira tersenyum bahagia, dia sangat bangga memiliki anak seperti Ilham, di umurnya yang masih sangat kecil, ilham sudah mengerti, dia seakan memiliki pikiran anak dewasa beda Dengan pikiran anak anak pada umumnya.


"Ilham begitu sangat menyayangi bundanya, lalu gimana jika nanti aku berpisah dengan Nadira, aku jadi gak tega memisahkan mereka" batin bayu


Ayah, ayah lagi apa? Ayo kita makan!'' tanya Ilham yang melihat ayahnya sedang berdiri di depan kaca.


"Ayo sayang" ujar Bayu tersenyum berjalan menghampiri Ilham yang sedang duduk di samping Nadira yang sedang berbaring.


"Ilham makan sama ayah gyh, ayoo cepat kasian Sifa, dia sudah nunggu dari tadi" ujar Nadira menyuruh Bayu dan Ilham untuk segera turun ke meja makan.


"Iya bunda" ujar ilham bangkit dari duduknya


"Ayo ayah" anak pintar itu mengandeng tangan ayahnya berjalan menuju meja makan.


"Ayah, Ilham lihat akhir akhir ini bunda seperti kesakitan, wajah bunda pucat, kemarin bunda juga sempat jatuh di ruang tengah, bunda kenapa ya ayah?" Tanya Ilham.


Ilham bertanya kepada ayahnya sembari berjalan menuju dapur.


"Oya? Mungkin bunda kecapean sayang" jawab Bayu mengelus kepala Ilham


"Ilham takut bunda sakit ayah, kalau bunda sakit, siapa yang akan mengurus kita?, Bunda itu sangat luar biasa ayah, meskipun aku dan Sifa nakal, bunda gak pernah marah sama kita" ujar Ilham dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


''Bunda itu memang baik sayang, makanya, Ilham sama Sifa gak boleh nakal, Ilham sama Sifa harus nurut sama bunda'' ujar Bayu tersenyum.


''Iya ayah'' jawab kedua anak baik itu dengan serentak.


''Anak pintar, ayo di makan makanannya'' ujar Bayu.


kedua anak pintar itupun mulai mencicipi masakan bundanya.


"kenapa aku ngerasa nyaman kalau dekat dengan mereka, aku seneng banget lihat mereka makan lahap seperti itu, mereka terlihat sangat lucu lucu sekali, mereka begitu sangat menyukai masakan Nadira, aku akui, masakan dia memang enak, lebih enak dari masakan Elsa" batin bayu


''loh, kenapa sih aku jadi mikirin Nadira, padahal jelas jelas sekarang aku sudah punya Elsa yang lebih muda dan cantik, masalah anak anak, nanti juga kalau mereka sudah mengenal Elsa lambat laun mereka akan menerimanya" batin Bayu berkonflik


"Ayah, ayah ko bengong!?" Tanya Sifa.


"Ayo dimakan ayamnya" ujar Ilham.


Ilham mengambilkan ayam goreng ke atas piring ayahnya.


"Iya nak, terimakasih ya!" Ujar Bayu tersenyum mengelus kepala anak anaknya.


"Sama sama ayah"


"Oh iya, ayah lupa, hari ini ayah mau pergi ke luar kota, Ilham sama Sifa tunggu di rumah ya!" ujar Bayu.


"Loh, kok mendadak? ayah berapa lama di luar kota?" Tanya Ilham penasaran


Ilham berharap ayahnya pergi tak akan lama.


"Iya sayang, ayah ada urusan mendadak nak, ayah cuma 3 hari kok" jawab Bayu.


"Oh iya ayah, ayah hati hati ya, Ilham sama Sifa pasti akan mendoakan ayah" ujar Ilham tersenyum


"Terimakasih nak, ayah bangga memiliki anak anak pintar sekali kalian"


"kalau ayah pergi, siapa dong yang antar kita ke sekolah?" tanya Sifa


"Kan ada bunda de, bunda yang antar kita" Ilham menjawab pertanyaan adiknya yang masih sangat polos.


"Iya Sifa, bunda pasti akan mengantar kalian ko" Bayu tersenyum mengelus pundak Sifa


"Oh iya ya" Sifa tersenyum.


dia baru geuh kalau dia memiliki bunda yang seperti wonder woman, bidadari tak bersayap yang Allah kirim untuk mereka.


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2