30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
berbohong lagi


__ADS_3

"Kenapa Elsa selalu menghina Nadira seperti itu? Padahal Nadira adalah wanita yang paling spesial dari wanita lain, tak ada yang bisa menandingi kecantikan hatinya, bahkan Elsa pun belum tentu bisa seperti Nadira, aku jadi benar benar tau sekarang, Nadira lah wanita yang terbaik yang Allah titipkan sebagai pendamping hidupku" batin Bayu


"Mas, kok kamu malah ngelamun sih?" Tanya Elsa mengagetkan Bayu yang sedang melamun


"Ii iiyaaa" ujar Bayu menoleh ke arah Elsa


"Mas, kapan sih kita fitting baju pengantin? Acara pernikahan kita kan tinggal menghitung hari, kamu kok malah tenang tenang saja" tanya Elsa kepada bayu


"Pakai baju seadanya saja lah, kamu sendiri kan tau akhir akhir ini mas sibuk" jawab Bayu yang sedikit cuek


"Kamu kok kaya gitu si mas? Jangan bilang kalau kamu gak jadi nikahi aku" tanya Elsa yang sedikit cemberut


"Jadi, jadi" jawab Bayu yang masih belum yakin


"Awas aja kamu mas, kalau kamu sampai ngebatalin acara pernikahan kita, aku tidak akan segan segan untuk datang ke rumah kamu dan nemuin kedua anak kamu" ujar Elsa mengancam


"Kok kamu jadi gitu sih?" Tanya Bayu merasa sedikit kesal dengan ancaman Elsa


"Harusnya aku yang ngomong gitu ke kamu mas? Kenapa kamu berubah, jangan bilang kamu baper sama si Nadira, kamu sendiri kan yang bilang sama aku kalau kamu sudah tidak mencintainya lagi, tapi kenapa sekarang kamu jadi seperti ini? Sekarang kamu dingin mas" jawab Elsa 


"Benar yang dikatakan Elsa, sekarang aku jadi kepikiran terus sama Nadira, aku juga sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Elsa, aku mengikuti semua keinginan Elsa karena dia selalu mengancamku, aku sudah lelah dengan semua sandiwara ini, aku harus segera mengakhiri hubungan ini" batin bayu


"Mungkin cuma perasaan kamu saja Elsa, aku akan tetap menikahi kamu" ujar Bayu tersenyum


"Semoga saja mas, terimakasih ya mas, aku gak bisa hidup tanpa kamu" ujar Elsa bermanja bersandar di bahu Bayu


Karena makanan yang ada di hadapan mereka sudah habis, Elsa mengajak Bayu untuk pergi membeli baju dan kosmetik di sebuah butik di mall itu, Elsa masih saja bermanja, sedangkan Bayu tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya bisa menuruti semua keinginan Elsa karena dia takut Elsa nekat menemui kedua anaknya dan memberitahu mereka kalau dia dan Elsa ada hubungan terlarang.


Elsa dan Bayu berjalan masuk ke dalam sebuah butik yang berada di lantai 1 mall itu.


"Loh, itu kan mas Bayu sama Elsa, aduuuh, aku harus bawa anak anak pulang sebelum mereka melihat ayahnya jalan bersama perempuan lain" batin Nadira


"Sayang, bunda cape nih, kita pulang yuk, lagian kan belanja sama main gamenya udah" ujar Nadira mengajak kedua anaknya untuk pulang

__ADS_1


"Ayo bunda, Sifa juga udah gak sabar pengen cepat cepat warnai buku baru Sifa" ujar Sifa yang terlihat sangat lelah


"Ayok bunda" ujar Ilham


Dengan terpaksa Nadira dan kedua anaknya pun pergi dari mall itu, sebenarnya Nadira ingin sekali lebih lama lagi jalan jalan bersama kedua anaknya, tapi karena ada Bayu dan Elsa, Nadira jadi takut, Nadira takut Sifa dan Ilham melihat ayahnya, dia tidak mau mereka kecewa hingga akhirnya mereka membenci ayahnya sendiri.


"Tega sekali kamu mas, kamu berani membohongi kedua anak kamu, kamu bilang kamu akan bertemu dengan klien, taunya kamu malah jalan bersama Elsa, di waktu libur seperti ini dia malah menghabiskan waktu bersama Elsa, padahal di hari hari biasa aja di selalu bersama, segitu cintanya kamu sama dia mas, sehingga kamu tega membohongi kami seperti ini" batin Nadira merintih


Nadira membantu Sifa dan Ilham masuk ke dalam taksi, sedangkan barang belanjaan, supir taksi yang memasukkannya ke dalam bagasi.


"Kemana lagi kita buk?" Tanya supir taksi yang setia menunggu mereka sedari tadi


"Kita pulang saja pak" jawab Nadira tersenyum


"Baik buk" ujar supir taksi itu Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Nadira.


"Maafin bunda ya nak, bunda gak bisa nemenin kalian lama lama di mall tadi" ujar Nadira dengan mata yang berkaca-kaca


"Iya bunda, kepala Sifa juga udah pusing banget" jawab Sifa


"Kebanyakan makan eskrim tuuuh, jadi kepalanya pusing kaya gitu" ujar Nadira tersenyum


"Iya bunda" ujar Sifa nyengir


"Kan tadi bunda sudah bilang, jangan kebanyakan makan es krim, tapi kalian gak mau denger omongan bunda" ujar Nadira


"Maaf bunda" ujar Sifa cemberut


"Jangan diulangi lagi ya!" 


"Iya bunda"


Nadira memeluk kedua anaknya dengan penuh kasih sayang, dia tidak mau mereka sampai sakit gara gara di bawa jalan jalan hari ini.

__ADS_1


Perjalanan dari mall menuju rumah Nadira lumayan jauh, tapi karena supir taksi itu Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mereka hanya memerlukan waktu 30 menit saja untuk bisa sampai di rumah.


"Sudah sampai Bu" ujar supir taksi itu


"Iya pak, terimakasih ya" ujar Nadira menyodorkan sedikit uang ke supir taksi itu


Mereka Pun keluar dari dalam taksi itu dengan wajah yang sudah terlihat kelelahan, kedua anak pintar itu langsung berlari masuk ke dalam rumah, sedangkan Nadira, dia mengeluarkan dulu belanjaan nya yang masih berada di bagasi mobil.


"Barangnya sudah diambil semua bu?" Tanya supir taksi itu


"Sudah pak" jawab Nadira tersenyum


"Kalau begitu saya permisi dulu ya bu" ujar supir taksi itu


"Iya pak" 


Taksi itu pun pergi meninggalkan halaman rumah Nadira melaju dengan kecepatan tinggi.


Dengan tubuh yang sudah terasa gemetar, Nadira membawa semua belanjaan itu masuk ke dalam rumahnya.


"Anak anak, tolongin bunda dong!" Teriak Nadira memanggil kedua anaknya karena memang dia sangat kerepotan sekali


"Baik bunda" teriak Ilham berlari menghampiri Nadira


"Sayang, kamu bawa belanjaan kamu ya! Beresin semua buku bukunya di lemari" 


"Iya bunda" ujar Ilham 


"Anak pintar" ujar Nadira tersenyum sembari memperhatikan Ilham yang sudah berjalan membawa belanjaan itu ke kamarnya.


"Mas, apa kamu tidak lihat kedua anak kamu yang pintar pintar ini? aku saja ingin sekali hidup lebih lama lagi agar aku bisa terus bersama mereka, tapi kenapa kamu yang berkesempatan hidup lebih lama lagi malah menyia nyiakan mereka, bahkan tega membohongi mereka seperti ini" batin Nadira merintih


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2