30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
fitting baju


__ADS_3

...๐ŸŒพjika sudah terlalu banyak yang menyakitimu berarti kamu adalah orang yang baik, ingat..!!!!! hanya pohon yang berbuah manis yang selalu dilempari sandal, kayu bahkan batu๐ŸŒพ...


...happy reading...


...๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚...


"Dokter cantik itu baik banget ya bunda, nanti kalau sudah besar Sifa juga mau jadi dokter ah, Sifa pengen seperti dokter cantik itu " ujar Sifa tersenyum


"Iya sayang, bunda akan selalu mendoakan anak bunda yang cantik ini" ujar Nadira tersenyum


Nadira membelai rambut Sifa sembari tersenyum manis, dia terus mempertimbangkan tawaran dokter Raisa, dokter Raisa ada benarnya, kalau dia sampai terbang ke Singapura, Sifa dan Ilham pasti akan sangat kehilangan, Bayu pasti tidak akan bisa mengurus mereka karena dia pasti sibuk bekerja, dia benar benar sangat kebingungan, dia bingung entah pergi atau tetap disini.


"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan, aku bingung, kalau aku harus terbang ke Singapura, lalu bagaimana dengan Ilham dan Sifa? Aku takut mas Bayu tidak mengurus mereka dengan baik, aku benar benar sudah tidak percaya lagi sama dia, berikanlah aku petunjukmu ya Allah" batin Nadira merintih


"Bunda, Ilham mau ikut sama bunda" ujar Ilham yang tiba tiba memeluk Nadira dengan erat


"Pergi kemana sayang? Bunda gak akan pergi kemana mana kok" tanya Nadira mengelus kepala anak lelakinya itu


"Tadi kata dokter bunda harus pergi ke Singapura, Singapura itu dimana sih bunda? Jauh ya?" Tanya Ilham ingin tau


"Iya sayang, Singapura itu jauuuhhh sekali, dokter nyuruh bunda pergi kesana untuk pengobatan sayang, doakan bunda ya nak, semoga saja penyakit bunda ini masih bisa disembuhkan, bunda udah gak sabar ingin segera pulang ke rumah dan belajar menggambar lagi bersama kalian" jawab Nadira menjatuhkan air matanya


"Iya bunda, kita pasti akan selalu mendoakan bunda" ujar ilham dengan matanya yang berkaca-kaca


Cleeeekk


Pintu ruangan Nadira terbuka, ternyata seorang suster cantik datang membawakan segelas air putih dan obat obatan di tangannya.


"Selamat siang Bu Nadira, ini saya bawakan obat untuk ibu, ibu minum obat ini sekarang juga ya! Sini saya bantu" Ujar suster cantik itu


Suster cantik itu mencoba membangunkan Nadira, dan setelah Nadira duduk, suster itu menyodorkan satu persatu satu butiran obat itu ke hadapan Nadira, suster itu berharap Nadira mau meminum obat obatan itu agar dia bisa cepat sembuh.


"Terimakasih suster" ujar Nadira tersenyum

__ADS_1


"Sama sama Bu, ibu yang semangat ya! Saya doakan Semoga penyakit ibu cepat sembuh" ujar suster cantik itu


"Aminnn"


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu, ibu istirahat ya!" Ujar suster cantik itu pamitย 


"Bunda, mereka baik baik banget ya sama bunda, Sifa seneng deh lihatnya, Sifa jadi betah diem disini, gak kaya di rumah, di rumah gak ada yang merhatiin bunda kaya gini" ujar Sifa tersenyum


"Iya sayang, itu memang sudah menjadi kewajiban mereka melayani pasien nya dengan baik" ujar Nadira tersenyum


"Oh gitu ya bunda?"ย 


"Iya sayang, sekarang kalian istirahat ya, Sifa sama Ilham bisa tidur di sofa" ujar Nadira menyuruh kedua anaknya untuk beristirahat


"Baik bunda" ujar mereka dengan serentak


Sifa dan Ilham pun berjalan menuju Sofa untuk beristirahat, Nadira melihat mereka tampak lebih dewasa, dia merasa sangat sedih, hatinya benar benar hancur, disaat kondisinya yang hampir saja mati, Bayu masih saja tidak memperdulikannya, Bayu malah memilih pergi ke kantor dari pada menunggu dia di rumah sakit, dia begitu tega meninggalkan kedua anaknya di rumah sakit tanpa mengkhawatirkan mereka sedikitpun, Nadira benar benar sangat kecewa.


Sembari menangis Nadira menoleh ke arah Sofa, ternyata Ilham dan Sifa sudah tertidur pulas, nadira pun mencoba merebahkan tubuhnya, dia berusaha mengistirahatkan tubuhnya yang terasa remuk, jika tidak dibantu dengan obat, mungkin saja dia tidak bisa menahan sakit yang dia rasakan, pengaruh obat itu juga membantu Nadira agar dia bisa tidur nyenyak tanpa merasakan sakit sedikitpun.


...๐ŸŒนDi butik๐ŸŒน...


"Selamat siang mom" ujar Elsa ketika dia masuk ke dalam butik yang sangat megah itu


Elsa mencium pipi kiri dan kanan pemilik butik itu, pemilik butik itu pun menyambut kedatangan Elsa, mereka terlihat begitu sangat gembira, bercanda, tertawa seperti tidak memiliki beban sama sekali, tidak dengan apa yang Bayu rasakan.


"Elsa, gimana kabar kamu sayang? sekarang kamu terlihat beda deh, sekarang kamu terlihat cantik banget, gemes deh aku" ujar Lidia tersenyum


Di mencubit pipi Elsa karena dia begitu gereget melihat penampilan Elsa yang begitu sexy dan cantik.ย 


"Kabarku baik mom, aku kangen banget sama mom, iiihh, udah lama ya kita gak ketemu, sekarang mom lebih gedean ya!'' ujar Elsa mencubit pinggang lidia


''Iya nih, apa sih rahasianya punya badan langsing kaya kamu?'' tanya Lidia penasan

__ADS_1


''Olah raga dong mom'' jawab Elsa tersenyum


''Ini kapan mau fitting bajunya ya? soalnya saya buru buru'' tanya Bayu yang sedikit kesal


''Oh iya, saking senengnya saya jadi lupa waktu, ayo cantik, sebelah sini'' ujar Lidia mempersilahkan Elsa untuk masuk ke ruangan butiknya


Bayu dan Elsa pun mengikuti Lidia hingga ke dalam, Elsa melihat banyak sekali gaun pengantin yang sangat bagus dan mewah, membuat Elsa kebingungan dibuatnya.


''Mas, menurut kamu mana gaun yang bagus buat aku?'' tanya Elsa


''Semuanya juga bagus, coba deh kamu cobain yang ini'' jawab Bayu, Bayu mengambilkan gaun berwarna merah yang tampak indah dengan Payet payetnya


''Waaah, calon suami kamu ini memang pintar pilihkan gaun, ayo dicoba dulu cantik, pasti kamu cocok deh pakai gaun itu" ujar Lidia tersenyum


Elsa pun masuk ke dalam ruangan ganti untuk mencoba gaun itu, dan setelah di pakai, ternyata gaun itu pas dan cocok di tubuhnya yang langsing.


"Tuuuuh kan, gaunnya pas di tubuh kamu, coba deh kamu ngaca" ujar Lidia


"Kayanya aku pernah liat gaun itu, tapi dimana ya?" Batin Bayu


"Iya ya mom,gaun ini memang terlihat bagus dan mewah, aku pilih baju ini saja mom, mas aku ambil yang ini ya?" Ujar Elsa menoleh ke arah Bayu yang sedang sibuk melihat lihat


"Iya" ujar Bayu singkat


Setelah di coba, Elsa pun balik lagi ke ruangan ganti untuk melepas baju itu.


"Ini saatnya aku foto gaun ini, aku harus cepat cepat kirim foto ini, Nadira pasti kaget lihat suaminya fitting baju pengantin" batin Elsa


Elsa melepas gaun itu lalu memfoto gaun itu untuk dia kirim ke Nadira.


"Rasain kamu nadira, sayangnya aku gak bisa lihat ekspresi mukanya, pingsan atau mati ya? Hahahaha" ujar Elsa tertawa


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2