
"Apa maksud kamu mas?" Tanya Elsa. Elsa kaget ketika melihat barang barangnya sudah rapi di dalam koper. "Kamu ingat ya mas, sampai kapanpun aku gak akan pernah pergi dari rumah ini" ujar Elsa.
"Kamu kenapa sih Bayu? Kenapa kamu ngelakuin ini sama Elsa?" Tanya Bu Lidia yang begitu sangat kesal kepada mantunya itu.
"Maaf ma, aku tetap akan menceraikan Elsa secepatnya, dan lambat lain Elsa juga pasti akan terusir dari rumah ini" dengan santainya Bayu menjawab pertanyaan Bu Lidia.
"Tapi kenapa kamu ngelakuin ini? Apa salah Elsa? Dulu kamu yang minta sama mama buat nikahin Elsa tapi kenapa tiba tiba kamu ingin menceraikan dia, gak bisa Bayu, mama gak terima anak mama satu satunya kamu permainkan seperti ini" ujar bu lidia. Bu Lidia mengepalkan tangannya dengan wajah merah menyala.
"Iya, tapi itu dulu, beda dengan sekarang, mama gak akan pernah tau apa yang aku rasakan ketika hidup berumah tangga dengan anak mama ini, mama jangan marah sama aku dong, tanya anak mama, apa selama ini dia sudah bisa menjadi istri yang baik buat aku? Apa dia pernah mengurus semua kebutuhan aku? Sudahlah mah! Aku sudah malas liat wajah dia" ujar Bayu. Karena tidak ingin membuang tenaga berdebat dengan Elsa dan mamanya, Bayu pun berjalan menuju taman untuk melihat lihat burung peliharaan yang tadi dia taruh di sana.
"Ma, gimana ini? Mas Bayu benar benar mau menceraikan aku" ujar Elsa. Elsa terlihat panik sekali, dia memeluk mamanya dengan erat sembari mengelus kepala dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ini semua gara gara perempuan penyakitan itu Elsa, dia pasti sudah menghasut Bayu, ini gak bisa dibiarin, kita harus cepat cepat mengambil tindakan" ujar Bu Lidia. "Sekarang kamu ambil berkas berkas penting rumah ini, setelah itu kita pulang ke rumah mama dulu, Mumpung Bayu di belakang, mama mau ajak dia ngobrol sebentar, cepat!" Bu Lidia menyuruh Elsa untuk mengambil surat kepemilikan rumah itu untuk jaminan ketika nanti Bayu mengusir anaknya Elsa. Dia tidak akan membiarkan Bayu bersikap seenaknya kepada Elsa.
"Baik mah"
Mereka pun menjalankan aksinya itu, Bu Lidia berpura pura mengajak ngobrol Bayu di taman belakang, sedangkan Elsa, dia dengan cepat berjalan menuju kamar untuk mencari berkas penting rumah itu.
"Mama benar benar pintar, kenapa ya gue gak kepikiran ini dari kemarin, coba kalau gue udah dapetin surat surat rumah ini apalagi kalau gue berhasil memindahkan hak kepemilikan rumah ini dengan nama gue pasti gue mendadak kaya raya" batin Elsa mengandai andai.
__ADS_1
Ketika Elsa dan mamanya menjalankan rencana jahat mereka, Nadira dan dokter Raisa yang sedari tadi otw menuju rumah Agus, mereka pun sampai di sana dengan sambutan yang sangat meriah, kenapa bisa seperti itu? Jawabannya Bisa. Mereka datang ketika di rumah Agus sedang diadakan acara syukuran mingguan jadi Nadira dan dokter Raisa disambut hangat oleh keluarga Agus dan orang orang sekitar. tapi waktu ibu Agus tidak nampak karena pekerjaannya. yang hadir hanya keluarga Agus, ibu Agus dan Clara.
"Assalamualaikum" Nadira mengucapkan salam kepada orang orang yang sedang duduk di kursi tepatnya depan rumah Agus.
"Waalaikumsalam, Bu Nadira….!?" Teriak ibu Agus. Ibu kagus kaget sekali ketika melihat Nadira datang ke rumahnya, dia langsung berlari memeluk Nadira dengan erat sembari menangis sesegukan.
"Ibu, gimana kabarnya? Maaf ya Bu aku sudah lama gak nengok ibu, kemarin aku sibuk sekali" ujar Nadira menjatuhkan air matanya. Nadira juga memeluk ibu Agus dengan erat.
"Gak papa Bu, ini siapa Bu, cantik sekali, pasti adik ibu ya?" tanya ibu Agus yang melihat dokter Raisa berdiri di samping Nadira.
"Iya Bu, ini adik saya" jawab Nadira tersenyum.
"Bu Nadira kemana saja? Agus sampai putus asa loh Bu nyariin ibu" ujar ibu Agus tersenyum. "Kemarin juga saya nyuruh Agus sama temannya nyariin ibu lagi tapi alhamdulillahnya ibu keburu kesini, saya seneng Bu"
"Maaf Bu, kemarin saya sibuk jadi saya jarang datang ke kantor" jawab Nadira.
"Pasti Bu, saya sudah mengira ibu pasti sibuk sekali, yang sabar ya Bu, semoga Allah dengan cepat membereskan semua masalah ibu" ujar ibu Agus. Ibu Agus sangat sedih ketika mengingat peristiwa itu, dia ikut merasakan apa yang Nadira rasakan apalagi sekarang Nadira berada di hadapannya. Waktu itu dia sangat hancur, bahkan dia juga sempat mengalami sakit beberapa hari ketika mendengar Nadira terusir dari rumahnya.
"Amiiiinnn terimakasih doanya"
__ADS_1
"Sama sama Bu Dira" ujar ibu Agus tersenyum.
Ibu Agus sangat senang sekali dengan kehadiran Nadira dan dokter Raisa, begitu juga Nadira, Nadira bersyukur sekali karena Allah masih memberikan dia kesempatan untuk berkunjung ke rumah ibu angkatnya itu, dia jadi bisa cerita semua permasalahan yang sedang dia hadapi.
"Agusnya kemana ya bu kok dari tadi saya gak liat?" tanya Nadira ingin tahu. sebenarnya Nadira datang ke rumah itu untuk bertemu Agus tapi dia tidak menemukan keberadaan Agus disana.
"Agus Lagi kerja Bu, tapi sebentar lagi pulang kok, kebetulan hari ini dia masuk pagi jadi pasti pulangnya agak siangan" jawab Clara tersenyum.
"Oh iya" ujar Nadira menganggukkan kepalanya. Nadira sedikit kecewa ketika mendengar jawaban dari Clara, tapi dia berusaha untuk sabar, mungkin sudah seharusnya seperti ini, Nadira percaya apa yang sudah ditakdirkan menjadi miliknya walau bagaimanapun perjalanannya akan tetap jadi miliknya. begitupun sebaliknya.
"tunggu saja ya Bu!" ujar Clara dengan mata yang berkaca-kaca. Clara sedih begitu mengetahui orang yang ada dihadapannya itu adalah Nadira, dia merasa bersalah karena kemarin dia sudah memihak Elsa. sekarang Clara tau mana orang yang benar dan mana orang yang salah, jadi dia akan berusaha membantu Nadira, dia akan mengembalikan kebahagiaan Nadira yang dulu sempat direbut oleh Elsa.
"Ini siapa Bu? istri Agus?" tanya Nadira tersenyum.
"Oh iya, Ini calon istri Agus, sebentar lagi mereka akan segera menikah" jawab ibu Agus menoleh ke arah Clara sembari tersenyum manis.
"Alhamdulillah, saya ikut senang Bu, setelah sekian lama saya tidak bertemu Agus akhirnya Agus menemukan jodohnya" ujar Nadira.
Ternyata setelah pertemuan itu Agus dan Clara terpikat satu sama lain dan sebentar lagi mereka akan menikah, ini adalah kabar yang sangat bagus karena jika mereka resmi menikah, Nadira akan lebih mudah mendapatkan perusahaannya kembali.
__ADS_1