
Pagi telah tiba, suara kicauan burung terdengar saling bersahutan dari rumah besar yang tak jauh dari rumah Nadira, Nadira mencoba membuka jendela kamarnya menikmati sejuknya udara pagi dengan pemandangan kota Jakarta yang penuh dengan gedung yang menjulang tinggi.
Nadira tersenyum menatap langit, memuji kebesaran sang ilahi yang begitu baik yang masih memberikan kesempatan untuk dia menghabiskan waktu dengan orang orang yang dia cintai yaitu keluarga nya.
Hari ini Nadira merasakan keadaan yang jauh lebih baik dari hari kemarin, karena mungkin proses kemoterapinya yang berjalan dengan lancar.
Nadira menoleh ke arah belakang melihat jam ternyata sudah menunjukkan pukul 06.20, tapi suaminya masih belum terlihat masuk ke dalam kamarnya.
"Kemana mas Bayu? Kenapa dia belum bersiap? Apa dia tidak mau bertemu dengan ku, tapi kenapa seperti itu?" Ujar Nadira mengerutkan dahinya
"Hari ini aku harus dandan yang cantik, aku harus buat mas Bayu suka dengan penampilanku hari ini, aku gak boleh kalah sama Elsa" batin Nadira
Nadira menutup jendela kamarnya, lalu berjalan menghampiri meja rias untuk mempercantik dirinya agar Bayu bisa kembali mencintainya lagi, Nadira juga memakai baju kesukaan bayu yang dulu sempat dia pakai sewaktu mereka masih pacaran agar Bayu mengingat kembali kenangan indah yang dulu pernah mereka jalani bersama.
Nadira tersenyum ketika melihat pantulan wajahnya di cermin, dia tampak terlihat beda, sekarang dia terlihat cantik dan mempesona seperti anak berumur 25an.
"Tumben banget Nadira memakai baju seperti itu, aku lihat ko aku kaya kenal sama baju itu, dia terlihat lebih cantik dari biasanya" batin Bayu
Nadira tersenyum melihat pantulan wajah suaminya di cermin, dia melihat Bayu senyum senyum sendiri sembari memperhatikannya yang sedang berdandan. akhirnya Nadira berhasil membuat Bayu terpesona dengan penampilan nya, dia berharap ini adalah awal dari perubahan Bayu terhadap nya.
"Kamu mau kemana? Kok pake baju itu?" Tanya Bayu yang melihat Nadira tampil cantik
"Aku gak mau kemana mana mas, tadi pas aku mau ganti baju aku liat baju ini, ya aku pke saja, sayang kan kalau gak di pake" jawab Nadira menoleh ke arah suaminya
"Kayanya aku pernah liat baju itu, tapi dimana ya, aku lupa!?" Ujar Bayu menggaruk kepalanya bingung
"Ya Allah mas, ini baju aku yang dulu, ini baju kesukaan kamu, dulu waktu kita baru menikah, kamu suka banget lihat aku pake baju ini, masa kamu lupa sih?" Tanya Nadira tersenyum
"Oh iya aku ingat, kamu masih simpen aja baju itu" ujar Bayu tersenyum menggelengkn kepalanya
"Iya dong mas, bajunya kan masih bagus, sayang kalau di buang" ujar Nadira tersenyum
__ADS_1
"Ya sudah, ayo naik! Anak anak pasti sudah menunggu kita" ujar Bayu menyuruh Nadira naik ke atas punggungnya
"Iya mas, maaf ya, aku sudah merepotkan kamu, kamu pasti berat ya?" Tanya Nadira bermanja merapikan rambut Bayu yang terlihat basah
"Sudah biasa" ujar Bayu tersenyum
Bayu pun berjalan menggendong Nadira ke ruang bawah menuju dapur untuk sarapan bersama kedua anaknya.
Sekarang Bayu terlihat jauh berbeda, Bayu yang biasanya terlihat cuek dan emosional, sekarang berubah menjadi ramah, dia juga sudah berani tersenyum di hadapan Nadira membuat Nadira menjadi lebih bersemangat untuk merebut kembali hatinya.
"Selamat pagi anak anak kesayangan ayah sama bunda" ujar Bayu tersenyum
"Selamat pagi ayah, bunda"
"Waaaahhh, ayah sama bunda sosweet banget sih, kita jadi seneng lihatnya" ujar Ilham tersenyum
"Iya dong, ayah itu kan suami yang baik, ayah sayang bngt sama bunda, makanya ayah gendong bunda setiap pagi, kaliaaannn cemburuuu yaaaa?" Tanya Nadira kepada kedua anaknya
"Kita gak cemburu ko bunda, kita malah seneng liat ayah sama bunda mesra kaya gitu, iya kan de?" Tanya Ilhaam menoleh ke arah adiknya
"Ternyata mereka bahagia sekali melihat aku dan Nadira seperti ini, aku gak mungkin menghilangkan senyuman di wajah polos mereka, ayah akan berusaha membuat kalian bahagia" batin Bayu terketuk
"Ayo ayah, ayah duduk di samping anak anak pintar ini" ujar Nadira mempersilahkan Bayu duduk di sebelah Ilhaam dan Sifa
"Siap komandan" ujar Bayu tersenyum
Ketika Bayu sudah duduk di meja makan, Nadira menyiapkan makanan untuk semua anggota keluarga nya sembari bercerita lucu hingga membuat Kedua anak pintar itu tertawa melihat kelucuan kedua orang tuanya, mereka sangat beruntung memiliki kedua orang tua yang baik dan selalu perhatian kepada mereka.
"Nadira memang wanita yang hebat, dia pintar sekali mengurus rumah dan kedua anaku, jadi untuk apa aku mencari wanita lain, tooh istriku saja sudah sesempurna seperti ini'' batin Bayu terketuk
Bayu senyum senyum sendiri sembari memperhatikan Nadira yang sedang memasak, kini Bayu menyadari kalau istrinya sangatlah sempurna bagi dirinya dan kedua anaknya.
__ADS_1
''Ayah kenapa senyum senyum seperti itu, cieeeee" ujar Ilham menggoda ayahnya.
''Ayah lagi seneng aja sayang, ayah bahagia memiliki anak yang pintar seperti kalian'' ujar Bayu tersenyum sembari mencolek hidung Ilham
''Makanannya sudah siap" teriak Nadira berjalan menghampiri meja makan dengan membawa nasi dan ikan di tangannya.
''horeeee" ujar kedua anak pintar itu.
pagi ini Nadira membuatkan sarapan ikan goreng dan sayur SOP, Nadira ingin sekali keluarga nya selalu sehat dengan memakan makanan yang bergizi seperti itu, ikan goreng juga termasuk makanan kesukaan Bayu sehingga dia selalu menghidangkan makanan itu di rumahnya.
Nadira mengambilkan nasi keatas piring Ilham, Sifa dan Bayu beserta lauk pauknya.
''Ayooo, anak anak kesayangan bunda harus makan yang lahap, biar cepat gede'' ujar Nadira tersenyum bercanda
''Loh, ko bunda gak makan?'' tanya Ilham
''Bunda belum lapar sayang, bunda makannya nanti saja kalau Ilham sama Sifa sudah berangkat sekolah'' jawab Nadira sembari mengupas apel
karena kondisi Nadira yang sangat buruk, Nadira sudah tidak merasakan nafsu makan seperti biasanya. semua makanan terasa pahit di lidahnya, bahkan untuk memasakpun dia rasanya tidak sanggup Karena rasa mual yang selalu datang mengganggu hari harinya.
nadira sudah tidak merasakan kenikmatan hidup Karena rasa sakitnya yang bisa datang kapan saja, dia ingin sekali mengistirahatkan tubuhnya berbaring sepanjang hari, tapi demi kedua anak dan suaminya Nadira memaksakan diri untuk kuat karena dia ingin disisa waktu hidupnya dia bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk kedua anaknya.
Nadira ingin menjadi kenangan yang indah, yang namanya selalu dikenang karena sifat baiknya menjadi contoh ibu yang baik untuk Ilham dan Sifa.
🌾apa yang akan kita lakukan kalau kita ada di posisi Nadira saat ini🥺?
...jawab ya😘...
...**bersambung...
...jangan lupa like n comenya...
__ADS_1
...vote n ratenya🙏...
...yang suka cerita ini jangan lupa hadiah sama votenya ya🙏, biar autornya jadi semangat nulis😘😘**...