
...๐พBila wanita disakiti lalu dia menangis artinya dia masih berpikir untuk bertahan baginya. Tapi bila wanita sudah pasrah dan tersenyum bahagia ketika dia terzalimi maka bersiap siaplah ada saatnya dia akan melambaikan tangannya tanpa sepatah kata๐พ...
...Happy reading...
...๐๐๐๐๐๐๐...
ย Hari semakin siang, jam sudah menunjukkan pukul 08.00, dokter Raisa yang sejak tadi mengerjakan pekerjaan nya sekarang sudah keluar dari dalam kamarnya yang sangat luas itu, mungkin dia sudah selesai mengisi semua berkas berkas penting itu, dia tinggal menyuruh pak Karyo untuk mengantarkan berkas itu ke rumah sakit, dan setelah itu dia bisa mengurus Ilham dan Sifa, mengantarkan mereka ke sekolah sekalian dokter Raisa ingin bertemu dengan wali kelas mereka.
Dokter Raisa keluar dari kamarnya dengan membawa map di tangannya, dia berjalan menuju depan halaman untuk menemui pak Karyo.
"Sayang!?" Ujar pak Bram memanggil dokter Raisa
"Iya mas" ujar dokter Raisa menghentikan langkahnya
Dokter raisa menoleh ke arah belakang sembari tersenyum manis.
"Mau kemana? Kok belum siap siap? Ini sudah jam 8, Pasien kamu pasti sudah nunggu kamu di rumah sakit" tanya pak Bram
"Hari ini aku libur mas, mas gak usah khawatir ya, aku mempercayakan semua pasienku kepada dokter Ilham, ini aku mau nyuruh pak Karyo buat ngasih berkas berkas penting ini ke dokter Ilham" jawab dokter Raisa tersenyum
"Oh ya sudah! Kalau gitu mas berangkat ke kantor dulu ya!" Ujar pak bram
"Loh, kok tumben banget mas, aku kira hari ini mas mau nemenin aku ke sekolah Sifa dan Ilham" ujar dokter Raisa tersenyum
__ADS_1
"Maaf ya sayang, mas gak bisa nganterin kamu soalnya hari ini mas harus periksa keuangan kantor, kamu tau sendiri kan kalau mas jarang sekali datang ke kantor" ujar pak Bram merasa tidak enak
"Iya gak pp mas, aku ngerti kok, ya sudah! Sekarang kamu berangkat, hati hati ya!" Ujar dokter Raisa menepuk pundak suaminya itu sembari tersenyum manis
"Mas berangkat dulu ya! Assalamualaikum" ujar pak Bram tersenyum
Pak Bram mencium kening dokter Raisa lalu dia pergi meninggalkan istrinya itu menuju kantor.ย
Dokter Raisa tidak menyadari kalau ada dua orang yang memperhatikan mereka sedari tadi, tak lain adalah Ilham dan Sifa, kedua anak pintar itu menjatuhkan air matanya melihat keharmonisan rumah tangga pak Bram dan dokter cantik yang sangat baik hati itu, melihat keharmonisan itu mereka jadi teringat dengan sang ayah dan bunda yang telah jauh meninggalkan mereka.
"Ka, Sifa mau pulang, Sifa mau ketemu bunda sama ayah" ujar Sifa menjatuhkan air matanya
"Ssssstttt, jangan berisik dek, kamu jangan nangis, sebentar lagi bunda jemput kita kok, kita tunggu bunda di kamar yuk!" Ujar Ilham menarik tangan adiknya berjalan menuju kamar
Rumah dokter Raisa yang cukup luas, membuat mereka harus berjalan cukup jauh, mereka harus melewati ruang keluarga dan ruang tamu untuk sampai di kamar mereka, Ilham yang merasa tidak enak dengan dokter cantik itu dia berusaha menarik tangan adiknya, dia melangkahkan kakinya dengan perlahan sembari terus merayu adiknya agar tidak menangis.
"Iya dokter, barusan kita dari belakang, kita mau ke kamar tapi kita gak sengaja lihat Bu dokter disini" jawab Ilham merasa tidak enak
"Kalian kok kaya gitu? Kenapa nak? Jangan merasa tidak enak kaya gitu, anggap saja rumah ini rumah kalian sendiri,ini si cantik juga kenapa nangis? gak betah ya tinggal di rumah ibu dokter yang jelek ini? maaf ya! Rumah Bu dokter memang kaya gini, gak bagus seperti rumah kalian" ujar dokter Raisa dengan wajahnya yang terlihat sedih
"Enggak kok dok, rumah Bu dokter bagus banget kok, kita berdua senang banget bisa tinggal disini" ujar Ilham dengan matanya yang berkaca-kaca
Ilham berusaha menyembunyikan kesedihannya, tangannya terus menggenggam tangan adiknya yang terus merengek ingin bertemu bundanya.
__ADS_1
Mendengar rengekan Sifa, hati dokter Raisa merasa sangat hancur, dia tidak tega melihat gadis kecil itu bersedih seperti ini, disaat dia butuh sekali kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu, anak malang itu malah harus ditinggal jauh oleh bundanya untuk berjuang melawan penyakitnya, sedangkan ayahnya dia malah pergi dengan wanita lain tanpa memikirkan perasaan mereka, dokter Raisa merasa sangat kasihan, dia jadi tidak tega meninggalkan kedua anak pintar itu, dia jadi ingin sekali berdiam diri di rumah dan mengurus mereka seperti seorang ibu mengurus anaknya.
"Bu dokter berharap kalian betah tinggal disini, kalian jangan sedih ya! Anggap saja Bu dokter ini bunda kalian, untuk Sifa, Sifa jangan nangis ya sayang! Sifa jangan khawatir, Sebentar lagi bunda pasti jemput Sifa kok, sekarang Sifa hapus air matanya, Sifa bersiap, dandan yang cantik karena sebentar lagi Bu dokter mau ajak Sifa ke sekolah, dan habis dari sekolah, Bu dokter mau ajak kalian jalan jalan, kalian mau kan?" Tanya dokter Raisa tersenyum
Dokter cantik itu berusaha menenangkan Sifa, selain cantik dokter itu juga sangat baik, membuat Sifa dan Ilham merasa nyaman ketika bersamanya.
"Mau dok" jawab mereka dengan serentak
"Ayo ganti bajunya! Bu dokter tunggu disini ya!" Ujar dokter cantik itu
"Iya dokter" ujar Sifa dan Ilham
ย mereka langsung berlari menuju kamar mereka.
Melihat Sifa dan Ilham yang terlihat bersemangat, dokter Raisa tersenyum menganggukkan kepalanya, dia terus memperhatikan kedua anak pintar itu yang berlari ke kamar mereka, melihat mereka yang tersenyum gembira seperti ini, dokter Raisa setidaknya bisa lebih tenang, dia jadi tidak terlalu khawatir kepada kedua anak itu, dia akan berusaha membuat mereka nyaman dan betah tinggal di rumahnya karena memang Nadira pasti memerlukan waktu yang lama untuk proses penyembuhan penyakitnya yang begitu sangat mematikan.
"Pagi Bu Raisa? apa ibu sudah selesai mengerjakan pekerjaan ibu? Kalau sudah, saya akan panggilkan Ilham dan sifa di belakang, tadi mereka minta izin pergi ke belakang, katanya mereka penasaran mau lihat lihat burung peliharaan bapak" tanya bi Minah yang mengira kedua anak itu masih di belakang.
"Pekerjaan saya sudah beres semua kok, Ilham sama Sifa juga lagi siap siap di kamarnya, hari ini saya mau nganterin mereka ke sekolah, saya titip rumah ya bi, kalau ada orang yang nanyain saya atau nanyain Ilham dan Sifa, bilang aja bibi gak tau" ujar dokter Raisaย
"Baik Bu" ujar bi Minah menganggukkan kepalanya
BI minah yang mengerti dengan semua perintah dokter Raisa, dia kembali ke dapur untuk membereskan semua pekerjaan nya, dia akan bersiap menunggu karena dia sudah yakin akan ada seseorang yang datang ke rumah itu untuk menanyakan kedua anak itu, dia akan berusaha melindungi Sifa dan Ilham karena dia merasa kasihan kepada kedua anak itu.
__ADS_1
...bersambung...
...jangan lupa like comen n votenya ya ๐...