30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
bayu meminta harta Gono gini


__ADS_3

Lagi ngapain kalian disini?" Tanya Bayu yang melihat Nadira, dokter Raisa, Agus dan Clara di ruangannya. Bayu membuka pintu ruangan itu pas mereka lagi tertawa terbahak-bahak, dia jadi heran + kesal melihat tingkah laku mereka yang seenaknya di ruangan kerjanya itu.


"Kamu liat kan kita lagi apa?" Nadira malah balik bertanya kepada Bayu sembari tersenyum sinis.


"Clara kamu lagi ngapain sama mereka disini? Mana berkas berkas yang saya kasih ke kamu? Kembalikan!" Bayu menyodorkan tangannya meminta berkas itu kepada Clara.


"Maaf pak, berkasnya sudah saya serahkan kepada orang yang berhak menerimanya" jawab Clara.


"Maksud kamu?" Tanya Bayu. Bayu benar benar tidak mengerti dengan apa yang Clara bicarakan barusan, dia merasa ada yang tidak beres dengan mereka terlihat sekali dari cara mereka memandang wajahnya, Bayu merasa mereka seperti menertawakan (menyepelekan).


"Berkas berkas penting itu sudah Clara serahkan sama aku mas, kenapa? Apa Kamu keberatan?" Tanya Nadira sembari tersenyum. Nadira bangkit dari duduknya menghampiri Bayu yang masih berdiri di depan pintu, Nadira melihat penampilan mantan suaminya itu dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tangan yang dilipat di dadanya.


"Syukurlah kalau berkas itu sudah ada di tangan kamu" ujar Bayu tersenyum. "Kita selesaikan masalah ini sama sama, mas percaya sama kamu, kamu pasti bisa membereskan semuanya" ujar Bayu kepada Nadira. Sejauh ini Bayu tidak berprasangka buruk kepada nadira karena tadi nadira sempat berkata kalau dia bisa saja kembali kepadanya asalkan dia mau menyingkirkan Elsa, dan sekarang Bayu sudah menyingkirkan Elsa yang itu Artinya Nadira pasti akan kembali kepelukannya.


"Kita mas?" Tanya Nadira sinis.


"Iya aku dan kamu, kita urus perusahaan ini sama sama lagi, anak anak pasti senang sekali" jawab Bayu tersenyum. Bayu sangat berharap bisa berkumpul lagi bersama Nadira dan kedua anaknya, tapi tidak dengan Nadira, Nadira sudah tidak mungkin bisa kembali bersama Bayu karena dokter Reza sudah menunggu untuk menikahinya.

__ADS_1


"Maaf mas, sepertinya aku udah gak mungkin bisa kembali lagi sama kamu, dan mulai saat ini biar aku yang urus semua pekerjaan di kantor ini, aku akan mengambil alih perusahaan lagi dan kamu bisa pergi jauh jauh dari sini" ujar Nadira. Nadira duduk kembali di sofa dengan posisi duduk yang elegan, dia menoleh ke arah dokter Raisa sembari mengedipkan matanya. Begitupun dokter Raisa dia hanya bisa menahan ketawa tak kala melihat wajah Bayu yang sudah mulai membiru karena menahan malu dan emosinya.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu Nadira? Bukannya tadi kamu sendiri yang ngomong kalau kamu dan anak anak akan kembali ke rumah" tanya Bayu. Bayu mencoba menahan emosinya padahal sebenarnya dia sudah sangat kesal kepada Nadira. 


"Aku dan anak anak akan kembali kalau kamu sudah menceraikan Elsa" ujar Nadira.


"Aku sudah menceraikan Elsa malah aku sudah mengusir dia dari rumah, apa lagi? Sekarang kamu pulang! Kita urus anak kita sama sama" ujar Bayu lagi. Bayu benar benar sangat berharap bisa kembali dengan Nadira. 


"Maaf aku tidak bisa, aku sengaja bilang seperti itu agar kamu mengusir Elsa dari rumah, jadi kan aku gak repot lagi usir dia" ujar Nadira. Dia menoleh ke arah dokter Raisa sembari tersenyum, begitupun dokter Raisa, dia membalas senyuman Nadira sembari mengangkat jempolnya, rupanya mereka benar benar sangat senang sekali hari ini karena semua rencananya benar benar berjalan dengan lancar.


"Keterlaluan ya kamu, berani beraninya kamu mempermainkan aku dan Elsa" ujar Bayu. Bayu mengepalkan kedua tangannya karena sangat kesal kepada Nadira.


Prok


Prok


Prok

__ADS_1


"Kenapa mas? Kamu marah? Menurut kamu aku wajar gak sih ngelakuin ini sama kamu? Kamu ingat gak dulu apa yang kamu lakuin sama aku dan anak anak?" Nadira merapikan baju kemeja Bayu yang terlihat kusut sembari berbisik di telinganya "Sebenarnya sih ini belum seberapa, aku akan melakukan yang lebih buruk dari ini, aku akan menghancurkan kamu dan Elsa" bisik Nadira.


Mendengar perkataan Nadira Bayu tidak berkata apa apa dia hanya diam sembari mengepalkan tangannya, dia sangat kesal kepada Nadira tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kenapa diam mas? ayo ngomong, mumpung masih ada disini, apa yang ingin kamu bicarakan?" Nadira terus bertanya kepada Bayu.


"Oke, kalau itu mau kamu, tapi aku mau minta harta Gono gini, apa kamu sanggup?" Bayu balik bertanya kepada Nadira.


"Baik, Apa yang kamu inginkan?"


"Aku hanya ingin rumah yang aku tinggali, itu saja! aku tidak meminta apapun lagi dari kamu, perusahaan dan aset aset yang lain itu semua milik kamu" jawab Bayu


"Oke".


Urusan mereka di kantor pun sudah selsai, begitu pula perceraian mereka, sekarang Bayu sudah menyetujui apa yang Nadira inginkan, Bayu bersedia menandatangani surat talak itu, Bayu juga berjanji kepada Nadira kalau dia tidak akan mengungkit ngungkit apapun lagi termasuk hak asuh Ilham dan Sifa, dia sangat menyadari kesalahannya, sekarang mereka tinggal menunggu sidang pertama dan seterusnya sampai mereka sah menjadi duda dan janda.


...

__ADS_1


singkat cerita pagi pun tiba, setelah Bayu mendapatkan rumah itu, Bayu menjalani hari harinya seperti biasa hanya saja hari ini dia tidak bekerja. hari ini dia duduk bersantai di depan rumahnya menunggu kedatangan Sifa dan Ilham yang akan berkunjung ke rumahnya itu.


"Kenapa mereka belum datang juga ya?" ujar Bayu sembari duduk bersantai menikmati segelas kopi. perubahan dalam diri bayu sangat Drastis, Bayu yang biasanya kasar dan keras kepala sekarang dia terlihat diam. dalam hatinya dia masih menyimpan rasa yang sangat luar biasa kepada Nadira tapi rasa itu bertepuk sebelah tangan, sekarang Bayu hanya bisa menyesali semua perbuatannya, tapi dia akan berusaha menjadi orang yang lebih baik agar dia bisa mendapatkan hati Nadira kembali.


__ADS_2