30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
kangen ayah


__ADS_3

Hari terus berganti, tapi Nadira masih saja merasakan sepinya sendiri, bersama sunyinya malam yang selalu setia menemani.


Nadira membuka jendela kamarnya menikmati hembusan angin malam yang begitu menusuk hati sanubari.


Gelapnya malam ini menggambarkan hatinya yang sedang dilanda kegalauan.


Rasa kehilangan begitu sangat menyakitkan, tapi dibalik itu dia merasakan kedamaian, ketentraman hati karena si biang masalah sedang pergi tanpa ada kabar sama sekali.


"Mas Bayu pasti sedang bersenang-senang bersama Elsa, dia sampai lupa kasih kabar ke anak anak, keterlaluan" ujar Nadira mengepalkan tangannya, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipi.


Angin malam yang berhembus begitu kencang membuat Nadira merasa kedinginan, dia menutup kembali jendela kamarnya lalu duduk di sofa tempat Bayu biasa tertidur lelap.


Tangan Nadira yang putih mulus itu mengambil foto Bayu yang terpajang rapi di meja samping.


"Secepat ini kamu berubah mas, dulu kamu tidak pernah membentak aku apalagi sampai menyakiti aku seperti ini, tapi kenapa setelah kamu mengenal Elsa kamu jadi berubah" ujar nadira menjatuhkan air matanya.


Tooook


Tookkk


Tookkk


Bundaaaaa


Teriak Ilham dan Sifa memanggil Nadira dari luar kamar.


"Iya sebentar nak" teriak Nadira dari rumah dalam kamar.


Nadira langsung menghapus air matanya sembari berjalan untuk membuka pintu kamar.


"Ada apa sayang?" Tanya Nadira membuka pintu kamar sembari tersenyum manis


"Bunda, ini sudah jam 8 malam, memangnya bunda tidak mau bantu kita ngerjain tugas?" Jawab Ilham.


Ilham cemberut Ketika bundanya lupa untuk membantu mereka mengerjakan PR.


"Ya Allah sayang, bunda lupa nak, maafinn bunda ya!" Ujar Nadira mengelus pundak anaknya itu.


"Tumben bunda sampai lupa, biasanya juga bunda yang selalu ingatkan kita" ujar ilham menggerutu


"Maaf ya nak, bunda bner bner lupa, ya sudah, sekarang kita belajar ya, ayo kita ke bawah"


Nadira menggandeng tangan kedua anaknya berjalan menuju ruang bawah.


"Bunda, ayah ko gak ngabarin kita ya? Apa ayah lupa sama kita?" Tanya Ilham menoleh ke arah bundanya.


Sudah 2 hari Bayu pergi meninggalkan kedua anaknya, Bayu sama sekali belum memberikan kabar kepada mereka sehingga mereka mengira bahwa ayahnya lupa.

__ADS_1


"Ko Ilham nanyanya gitu? Ayah gak mungkin lupa sama kita sayang" jawab Nadira tersenyum.


"Kalau ayah gak lupa sama kita, kenapa ayah gak hubungi kita bunda?"


Ilham bertanya lagi kepada bundanya.


"Sini kalian duduk disamping bunda, Ilham dengerin bunda ya nak, ayah itu tidak mungkin lupa sama kita, ayah gak kasih kabar sama kita karena mungkin ayah lagi sibuk, atau mungkin saja disana susah sinyal sayang, ayah itu kerja di luar kota karena ayah mau cari uang buat kita, buat biaya sekolah Ilham sama Sifa" jawab Nadira sembari mengelus kepala kedua anaknya.


"Oh jadi gitu ya bunda? Maafin kita ya bunda, habisnya kita kangen sama ayah, sudah dua hari ayah tidak ada bersama kita" ujar Ilham yang sangat merindukan ayahnya.


"Bunda mengerti perasaan kalian nak, bunda juga kangen banget sama ayah"


"Ya sudah, sekarang kita mulai belajarnya ya!, Habis belajar, kita telpon ayah, gimana? Apa kalian setuju?" Tanya Nadira tersenyum


"Iya bunda, setuju" jawab kedua anak pintar itu begitu semringah


Merekapun memulai mengerjakan soal mereka masing masing, sedangkan Nadira, dia memperhatikan kedua anaknya sembari melamun, memikirkan nasib kedua anaknya setelah dia pergi.


Nadira begitu cemas, dia takut kematiannya datang lebih awal ditimbang perkiraan dokter, dia tidak tau lagi harus berbuat apa untuk merebut kembali perhatian Bayu kepada kedua anaknya.


"Bunda, punya Sifa udah nih, bunda periksa ya!" Ujar Sifa menyodorkan bukunya ke hadapan Nadira


"Iya nak"


Setelah di periksa


"Punya Sifa sudah benar semua, sekarang giliran ka Ilham, mana punya ka Ilham? Coba bunda lihat" ujar Nadira tersenyum


Setelah di periksa.


"Anak anak bunda memang pintar pintar ya, semua jawaban kk juga benar, gak ada yang salah, bundaa bangaa punya anak seperti kalian nak" ujar Nadira merasa terharu.


Nadira memeluk kedua anaknya dengan penuh kasih sayang sembari menjatuhkan air matanya.


"Andai saja bunda punya waktu lebih lama lagi, bunda pasti akan sangat bahagia, bunda ingin sekali melihat kalian Tumbuh dewasa menjadi anak anak yang sukses, bunda sayang banget sama kalian nak" batin nadira


Loh ko bunda nangis?" Tanya Ilham ketika melihat bundanya menjatuhkan air mata.


"Iya sayang, bunda terharu" jawab Nadira


Dia menghapus air matanya sembari tersenyum manis.


"Ayo kita telpon ayah"


"Asiiiiikkkkk, ayo bunda"


Nadira mengambil ponselnya dari saku celana, lalu dia mencoba menghubungi Bayu lewat video call.

__ADS_1


...Tuuuuuutt...


...Tuuuuuutt...


...Tuuuuuutt...


...Suara panggilan yang belum di angkat...


"Mas, itu siapa sih yang telpon" tanya Elsa yang sedang bermanja bersandar di bahunya.


"Nadira, paling jg anak anak kangen sama aku" jawab Bayu menoleh ke arah Elsa


Elsa langsung bangkit, dia terlihat cemberut ketika mengetahui Nadira menelpon Bayu.


📱Hallo sayang" Bayu mengangkat telpon


Dia tersenyum melambaikan tangannya kepada Ilham dan Sifa.


📱Hallo sayang, gimana kabarnya?" Tanya nadira tersenyum.


📱 Alhamdulillah aku baik sayang, gimana kabar anak anak ayah? Ayah kangen banget sama kalian" ujar Bayu tersenyum


📱 Alhamdulillah kita baik baik saja ayah, ayah kenapa gak kabarin kita? Kita kangen banget sama ayah" tanya Sifa tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca


📱Maaf, ayah gak sempat hubungi kalian karena ayah sibuk banget nak, ini juga ayah lagi di luar bersama teman kerja ayah, Sifa sama Ilham bisa lihat kan tempatnya rame kaya gini?" tanya Bayu yang pintar mencari alasan.


"Kamu bilang kepada anak anak kalau kamu sibuk bersama klien, aku harap kamu tidak bohong mas" batin Nadira


📱Maaf ayah, kita sudah menganggu ayah, ayah baik baik ya disana, ayah jangan lama lama, kita berdua kangen banget sama ayah" jawab Ilham kepada ayahnya.


📱Iya sayang, besok lusa ayah pulang ko, Ilham tunggu ayah ya!" ujar Bayu


ponsel itupun Ilham berikan kepada bundanya karena dia tidak mau mengganggu ayahnya yang sedang sibuk.


"Bunda ini ponselnya" ujar Ilham menyodorkan ponsel itu ke hadapan Nadira.


"Sini, bunda juga mau bicara sama ayah" ujar Nadira mengambil ponsel itu dari anaknya.


Nadira berpindah tempat, dia berjaga jaga menjauh dari kedua anaknya karena takut ada pertengkaran diantara mereka.


📱Hallo mas, kamu lagi ngapain?" tanya Nadira kepada suaminya.


meskipun mereka selalu berantem Nadira tetap saja merasa kangen kepada suaminya.


📱Aku sedang makan di cafe" jawab Bayu.


"udah belum sayang?" tanya Elsa memeluk tubuh Bayu dengan mesra.

__ADS_1


📱Aku sedang makan malam bersama Elsa, iya kan sayang?" tanya Bayu menoleh ke arah Elsa


Nadira yang melihat kemesraan mereka berdua pun langsung mematikan teleponnya.


__ADS_2