
Hari semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, ini saatnya untuk para kaum muslimin melakukan sholat Maghrib berjamaah, begitu pula keluarga Agus, mereka bersiap melaksanakan sholat Maghrib berjamaah tepatnya di masjid yang terletak di depan rumahnya bersama nadira, Clara dan ibunda tercintanya sedangkan dokter Raisa dan anak anak belum sampai di rumah itu, mereka masih dalam perjalanan karena terjebak macet parah.
"Bunda cantik, sebenarnya kita mau kemana sih?" Tanya si cantik Sifa menatap dokter Raisa dengan polosnya.
"Kita mau ke rumah om Agus, Sifa ingat om Agus kan? Sifa sama bunda kan dulu sering main ke rumah om Agus, masa Sifa gak ingat, Malam ini kita menginap disana ya! Nanti bunda ajakin Sifa naik ayunan" Jawab dokter Raisa tersenyum. Dokter Raisa mencoba memberitahu Sifa tentang Agus, tapi Sifa tidak mengetahuinya karena mungkin dulu Sifa masih bayi.
"Ilham ingat bunda" ujar ilham dari belakang. Ternyata anak yang satu ini masih ingat karena mungkin dialah yang sering diajak berkunjung ke rumah itu, bahkan dulu Ilham selalu di sayang, di gendong oleh ibu Agus sewaktu dia baru di lahirkan.
"Alhamdulillah kalau Ilham masih ingat" ujar dokter Raisa tersenyum.
Sepanjang perjalanan Ilham menceritakan kenangan apa saja yang dia ingat bersama keluarga Agus, bahkan Ilham masih ingat bagaimana rasa kasih sayang mereka terhadapnya.
..
1 jam berlalu setelah mereka terjebak macet, mereka pun sampai di rumah Agus. Ilham dan Sifa pun langsung berlarian masuk ke dalam rumah kecil itu tanpa rasa ragu sedikitpun.
__ADS_1
"Assalamualaikum bunda, om Agus" teriak Sifa. Sifa terlihat senang sekali bisa menginap di rumah itu, dia langsung mencium tangan Nadira, Agus, Clara dan ibu Agus yang sedang duduk di ruangan itu. disusul Ilham, Ilham juga mencium tangan semuanya dengan sopan lalu dia duduk di samping bundanya yang sedang mengobrol bersama Agus.
"Ya Allah, ilham, Sifa kalian sudah besar nak, sini duduk di pangkuan ibu!" Ujar ibu Agus dengan mata yang berkaca-kaca. Ibu Agus sangat sedih sekali ketika melihat kedua anak yang tak berdosa itu. Dia tidak tega melihat anak sebesar itu harus disakiti oleh ayahnya yang selama ini sangat mereka kagumi.
"Alhamdulillah Bu" ujar Ilham.
Mereka langsung menghampiri ibu Agus lalu memeluknya dengan erat.
Singkat cerita.
"Bunda mau kemana?" Tanya Ilham ingin tahu. Ilham yang melihat bundanya dengan seragam rapi merasa penasaran sekali kemana bundanya akan pergi.
"Kamu sama adik tunggu dulu disini ya, bunda ada urusan sebentar, doakan bunda ya sayang" jawab Nadira
"Iya bunda" ilham menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Melihat Ilham yang terlihat sudah setuju, Nadira pun mulai beranjak dari rumah itu, dia masuk ke dalam mobil disusul Agus dan Clara dari belakang.
"Bismillahirrahmanirrahim, kita berangkat ya! Semoga urusan kita hari ini lancar" ujar dokter Raisa tersenyum. Dokter Raisa menancap gas lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor Bayu.
Jarak antara rumah Agus ke kantor Bayu tidaklah memerlukan waktu yang lama, mereka hanya memerlukan waktu 20 menit saja untuk sampai disana jadi mereka terus berunding di dalam mobil itu tentang rencana mereka selanjutnya.
"Kamu sama Clara keluar lebih dulu ya Gus, nanti saya sama Bu dokter nyusul kalian dari belakang" ujar Nadira
"Baik Bu" ujar Agus menganggukkan kepalanya. Agus sudah tau sekali apa yang harus dia kerjakan begitu pula Clara, jadi mereka terlihat santai santai saja tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Coba apa rencana kamu Gus?" Tanya dokter Raisa penasaran. Dokter Raisa ingin tau langkah apa saja yang akan Agus lakukan, dia harus tau secara detail agar nanti semuanya berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan tanpa ada seorang pun yang curiga kepada mereka.
"Nanti saya akan masuk lebih dulu sambil bawa kain pel, saya mau pura pura bersihin ruangan cctv nah baru setelah itu Clara yang masuk ke ruangan pak Bayu" jawab Agus.
"Loh! Bukannya kamu yang mau ambil berkas penting itu Gus?" Tanya Nadira.
__ADS_1
"Bukan bu, Clara yang nanti akan mengambil berkas berkas itu, kalau saya yang masuk ruangan pak Bayu nanti karyawan yang lain akan curiga sama saya soalnya tadi saya sudah beresin ruangan itu, kalau Clara kan asistennya pak Bayu jadi dia tidak akan dicurigai, menurut ibu sendiri gimana?" tanya Agus