
🌾 Pernikahan itu tak sederhana seperti yang tergambar di sosial media, menjadi orang yang bersedia untuk selalu bersabar, merendahkan ego, setia dalam suka dan duka tentu saja tak gampang, ada kalanya kita berkorban perasaan, dan pasangan tak menghargai perasaan kita, ada rasa letih yang memuncak, yang tidak bisa kita buka di hadapan semua orang 🌾
...happy reading...
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
''Yah, kok malah bengong? ayo kita masuk, aku udah gak sabar pengen liat bunda, aku pengen ngobrol sama bunda'' ujar Sifa menarik tubuh Bayu masuk ke dalam ruangan.
''Iya nak ayok'' ujar Bayu tersenyum
Bayu pun masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah yang penuh dengan kesedihan, Bayu melihat tubuh istrinya terbaring tak sadarkan diri dengan selang dan kabel yang terpasang di tubuhnya, sungguh sangat mengkhawatirkan.
''Yah, bunda kok gak bangun?'' tanya Sifa dengan matanya yang berkaca kaca
''Bunda lagi istirahat sayang, Sifa jangan berisik ya! nanti bundanya bangun'' jawab Bayu menjatuhkan air matanya
''Bunda lagi istirahat dek, jadi kamu jangan berisik ya!'' ujar Ilham kepada adiknya itu
''Iya kak''
''Ayah, ayah kan belum telpon Bu guru, Bu guru pasti nyariin kita'' ujar Ilham mencoba mengingatkan ayahnya.
''Oh iya, maafin ayah sayang, ayah lupa, ayah telepon Bu gurunya sekarang ya, sekarang kalian duduk di sofa, doakan bunda semoga bunda bisa bangun dan ngobrol lagi bersama kita'' ujar Bayu
" Iya ayah, kita selalu mendoakan bunda kok" ujar Ilham
Bayu pun tersenyum berjalan meninggalkan kedua anaknya di ruangan, dia keluar ruangan untuk menelepon wali kelas Ilham dan Sifa untuk meminta izin kalau hari ini mereka tidak bisa masuk sekolah.
"Ka, sebenarnya bunda kenapa sih? Kok badan bunda di pasang selang sama kabel gitu?" Tanya Sifa yang masih tidak mengerti dengan apa yang dia lihat
"Bunda lagi sakit dek, makanya bunda dipasang selang, kita jangan berhenti mendoakan bunda'' jawab Ilham menjatuhkan air matanya
''Kamu tunggu disini ya dek, kk mau ke ayah dulu sebentar'' ujar Ilham bangkit dari duduk nya.
''Iya nak'' ujar Sifa tersenyum
Ilham pun berjalan menghampiri ayahnya yang sedang menelpon di luar, dia terpaksa meninggalkan Sifa sendirian karena dia masih penasaran dengan penyakit yang diderita bundanya sehingga bundanya terlihat sangat mengkhawatirkan, Ilham merasa tidak tega melihat bundanya yang penuh dengan selang seperti itu.
__ADS_1
''Teriamakasih atas pengertiannya Bu'' ujar Bayu yang terdengar jelas di telinga Ilham
''Ayah'' ujar Ilham memanggil ayahnya
''Iya nak, loh, kamu kok disini? mana adik kamu?'' tanya Bayu yang terlihat cemas
''Sifa di dalam ayah, Ilham kesini karena Ilham mau tanya sama ayah, sebenarnya bunda sakit apa sih? bunda kok sampai di pasang selang?'' tanya Ilham dengan matanya yang berkaca kaca
''Bunda gak papa kok nak, bunda cuma kecapean'' jawab Bayu tersenyum menyembunyikan kekhawatiran nya
''Ayah jangan bohong sama Ilham, ilham bukan anak kecil lagi yah, Ilham tau kalau bunda sakit, Ilham denger tadi kata dokter kalau penyakit bunda sangat parah, Ilham juga denger kalau bunda kritis'' ujar Ilham menjatuhkan air matanya
''Iya sayang, bunda sakit kanker nak, sekarang kamu doakan bunda ya sayang, doa dari anak yang Sholeh seperti kamu pasti akan diijabah oleh allah'' jawab Bayu memeluk Ilham sembari terus menjatuhkan air matanya.
''Ya allah, di umurnya yang masih kecil seperti ini dia sudah mengerti semuanya, dia sudah tumbuh seperti orang dewasa, aku tau ini semua tak lepas dari didikan seorang ibu yang bijaksana seperti Nadira, ya Allah, sembuhkan lah dia, kami masih sangat membutuhkannya'' batin Bayu merintih
...Kriiing...
...Kriliiiing...
...Kriiing...
Bayu mencoba mengambil ponselnya di saku celana, setelah dilihat, nampak nomor Elsa muncul di layar ponselnya.
"Elsa!?" Batin Bayu
"Ilham, sekarang ayah harus pergi ke kantor, kamu jaga bunda sama Sifa ya!" Ujar Bayu kepada anaknya itu
"Memangnya ayah gak bisa ijin dulu? Ilham takut ayah, gimana kalau bunda…." Perkataan Ilham terhenti
"Kamu jangan berfikir yang macam macam ya! Nanti bunda pasti sembuh ko, ayah pergi gak lama, paling 1 atau 2 jam, Ilham duduk sama Sifa ya! Ingat, Ilham gak boleh keluar dari ruangan ini sebelum ayah datang!" Ujar Bayu dengan tegas
"Tapi ayah, gimana kalau kita lapar?" Tanya Ilham
"Ayah beliin kalian makanan, tapi ingat ya, kalian gak boleh keluar dari ruangan ini" jawab Bayu
"Iya ayah" ujar Ilham
__ADS_1
Bayu pun keluar dari ruangan itu berjalan menuju kantin, dia terlihat sangat buru buru karena dia mengejar waktu, dia hanya punya waktu 30 menit saja untuk sampai di kantor karena klien penting itu sudah menunggunya begitu lama.
Sesampainya di kantin.
"Permisi Bu" ujar Bayu kepada pemilik kantin
"Iya pak, mau pesan apa?" Tanya ibu kantin itu
"Tolong buatkan bubur 2 porsi ya bu, minumnya teh manis saja, sekalian Snack nya untuk anak anak saya, saya minta tolong ibu antarkan ke ruangan melati no 2 ya buk, ini uangnya, maaf saya sangat buru buru" jawab Bayu menyodorkan uang kepada ibu kantin itu
"Baik pak" ujar ibu kantin menundukkan kepalanya sembari tersenyum
Setelah memesan makanan, Bayu langsung bergegas pergi dari kantin itu menuju mobil, dia harus segera sampai di kantor agar dia bisa dengan cepat memulai meeting itu lalu kembali lagi ke rumah sakit.
"Itu kan mas Bayu, bagus, sekarang dia sudah berangkat ke kantor, ini saatnya untuk aku masuk ke dalam rumah sakit itu" ujar Elsa yang sejak tadi menunggu di dalam mobil.
Truuuungg
Suara ponsel Bayu berbunyi.
Setelah dia lihat ternyata pesan masuk dari Elsa
Isi pesan itu.
_mas aku minta izin keluar dulu sebentar ya! aku mau cari sarapan dulu, kalau kamu sudah sampai kantor, kamu langsung mulai saja meetingnya, kasin klien sudah menunggu kamu dari tadi_
Balasan chat dari Bayu.
_Iya_
Tanpa berfikir Bayu pun menghidupkan mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi menuju kantor, sedangkan Elsa, dia keluar dari mobilnya berjalan masuk ke dalam rumah sakit itu untuk mencari tau kondisi Nadira, Elsa mengira Nadira hanya berpura pura sakit agar Bayu tidak jalan dengannya hari ini, itu sebabnya dia ingin masuk menemui Nadira untuk berbicara dengannya, Elsa tidak akan tinggal diam ketika dia melihat Bayu bersama Nadira, dia akan berusaha menyingkirkan Nadira bagaimana pun caranya.
''Nadira, Nadira, gue tau loe hanya pura pura sakit hanya untuk mendapatkan perhatian dari mas Bayu, kasihan, loe mungkin bisa bohongi mas Bayu, tapi loe gak akan pernah bisa bohongi gue, gue tidak akan pernah membiarkan loe Deket sama mas Bayu'' batin Elsa
Dengan wajah yang penuh dengan kekesalan Elsa menghampiri bagian administrasi untuk menanyakan ruangan Nadira, dia terlihat sangat buru buru karena dia harus cepat cepat bertemu dengan Nadira, dia tidak punya banyak waktu karena dia harus segera menyusul Bayu agar dia tidak curiga terhadap nya.
...bersambung...
__ADS_1