
Bayu pun menghidupkan mobilnya, melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan Elsa di pinggir jalan, Bayu sangat kesal kepada Elsa, dia sudah capek mengantar Elsa fitting baju hingga menemani elsa makan di cafe agar Elsa tidak menemui kedua anaknya, Bayu tidak mau sampai kedua anaknya tau kalau dia punya hubungan dengan Elsa, tapi apa? Elsa malah menghubungi kedua anaknya lewat hp, Bayu benar benar merasa sangat gedek kepada Elsa, sekarang dia hanya bisa pasrah, dia siap menerima apapun yang terjadi walaupun itu sebuah kebencian dari kedua anaknya.
"Arrrrgggggghhh, sia sia aku temenin dia seharian, aku kira dia tidak akan menghubungi kedua anakku kalau aku turuti semua keinginan dia, ternyata enggak, dia benar benar wanita yang gak bisa di percaya" ujar Bayu yang terlihat sangat emosi, bayu memukul mukul setir mobilnya sembari mengepalkan tangan.
Perjalanan dari butik Lidia menuju rumah sakit cukuplah jauh, Bayu memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk sampai disana, butuh ekstra yang sabar, apalagi dengan kondisinya yang sedang emosional bercampur khawatir seperti itu.
Selama di perjalanan, Bayu terus berdoa, sebisa mungkin dia membaca surah surah pendek yang dia hafal dan mengkhususkan doa itu untuk kesembuhan Nadira, Bayu terlihat begitu sangat cemas, dia takut kehilangan wanita yang benar benar berhati baik dan kuat seperti Nadira.
...🌹Di rumah sakit 🌹...
"Ok pak, kita berangkat" ujar dokter Raisa yang terlihat begitu bersemangat
"Sebentar dok, saya mau bicara sama dokter" ujar Nadira
"Iya Bu, bicara apa lagi? Apa ada yang ketinggalan?" Tanya dokter Raisa sembari memeriksa barang barang yang harus Nadira bawa.
"Bukan itu dok, sebenarnya saya ingin bertanya, apa dokter sudah memberi tahu para staf dokter untuk merahasiakan keberangkatan saya dan keberadaan anak saya?'' jawab Nadira yang terlihat begitu sangat khawatir
"Sudah Bu, ibu tidak perlu memikirkan soal itu, semuanya aman, tidak akan ada orang yang tau keberadaan ibu dan anak anak, sekarang kita berangkat ya Bu, karena lebih cepat lebih baik" ujar dokter Raisa menepuk pundak Nadira sembari tersenyum manis
"Terimakasih dokter, tapi sebelum saya berangkat, saya mau titipkan ini untuk suami saya, tolong suster kasih ya!" Ujar Nadira menyodorkan sebuah amplop berisi surat untuk Bayu kepada suster cantik yang berada di luar mobil.
"Baik buk" suster itu mengambil amplop dari tangan Nadira.
__ADS_1
"Sudah ya Bu, Karena semuanya sudah siap kita berangkat sekarang ya!, ayo kita berangkat pak" teriak dokter Raisa kepada sopir ambulans yang akan membawa mereka ke bandara.
"Selamat tinggal Ilham, Sifa, doakan bunda ya sayang, bunda akan berjuang melawan penyakit ini demi kalian, semoga Allah selalu melindungi kalian disana" batin Nadira.
Ketika mobil yang membawa Ilham dan Sifa melaju, mobil ambulans yang ditumpangi nadira pun melaju ke arah yang berlawanan, Nadira hanya bisa memperhatikan mobil itu sembari menjatuhkan air matanya, dia hanya bisa berdoa semoga Allah selalu melindungi kedua buah hatinya selama dia tidak berada disamping mereka.
"Mobil bunda sudah berangkat juga, sekarang aku sama bunda sudah benar benar jauh, ya Allah lindungilah bunda, berikanlah kesembuhan untuk bunda agar bunda bisa berkumpul lagi bersama kami" batin Ilham merintih
"Kakak kenapa nangis? Kakak pasti mau ikut sama bunda ya?" Tanya Sifa yang melihat kakaknya menjatuhkan air mata
"Kakak gak nangis kok, kakak cuma kelilipan, buat apa kakak ikut sama bunda, bunda kan cuma pergi sebentar, besok juga bunda pasti jemput kita kok, bawa mainin dan buku gambar untuk kita" jawab Ilham tersenyum
Anak pintar itu mencoba terlihat tenang di hadapan Sifa, dia berkata seperti itu untuk menyenangkan adiknya, Ilham tau adiknya masih sangat membutuhkan bunda disampingnya, Ilham terlihat sangat berbeda, dia bisa bersikap dewasa di umurnya yang masih sangat kecil, didikan dari bundanya lah yang membuat dia menjadi anak yang hebat dan mandiri seperti sekarang ini.
"Wah, beneran kak? Kakak gak bohong kan sama aku?" Tanya puji tersenyum sembari menggoda kakaknya
"Iya ya ka, asiiiikkkk" ujar Sifa tersenyum.
Anak yang masih polos itu terlihat tenang dengan perkataan kakaknya, dia bertepuk tangan sembari tersenyum manis membuat Ilham dan bi Minah terhibur di buatnya.
...🌹Di dalam mobil Bayu🌹...
"Alhamdulillah, akhirnya aku sampai juga, semoga saja anak anak tidak keluar dari ruangan itu, kasian mereka, mereka pasti lapar, aku harus ke kantin dulu beli makanan untuk mereka, sekalian beli bubur buat Nadira, semoga saja dia sudah siuman" ujar Bayu tersenyum
__ADS_1
Bayu pun keluar dari mobilnya, dia mengunci mobilnya lalu berjalan menuju kantin di belakang rumah sakit itu untuk membeli makanan dan cemilan.
"Kasian ya pasien yang barusan, dia ditinggalkan oleh suaminya padahal dia mengidap kanker rahim stadium 3, tega banget suaminya" ujar suster yang sedang makan malam di kantin.
Saat itu semua petugas kesehatan sangat prihatin dengan kondisi Nadira, mereka merasa kasihan, hingga hari itu Nadira menjadi trending topik di rumah sakit yang sangat besar itu, mereka mengecap Nadira sebagai wanita yang paling kuat dan tangguh Karena dalam kondisinya yang memprihatinkan dia masih kuat melawat kesakitan nya demi orang yang sangat dia cinta yaitu kedua anaknya tanpa dukungan dari kerabat atau keluarganya.
Bayu hanya diam, dia terus mendengarkan obrolan suster itu sembari merasakan hatinya yang ikut teriris, dia tidak menyadari kalau dialah yang sedang dibicarakan suster itu.
"Iya ya sus, aku juga kasihan banget liatnya, apalagi ketika anaknya di bawa sama Bi Mega Minah, ya Allah, aku Ampe nangis liatnya, baru kali ini aku liat wanita setabah ibu itu"
"Iya sus, aku kagum sama ibu itu, dia cantik, baik, kuat lagi, apa yang kurang sama ibu itu coba sehingga suaminya berpaling ke wanita lain"
"Suaminya aja yang bego sus, dia kelewat bego jadi gak bisa lihat kebaikan istrinya sendiri"
"Benar benar"
Para suster itu terus berbincang di belakang Bayu, para suster itu tidak mengetahui kalau laki laki yang sedang mereka bicarakan ada di dekat mereka.
"Suster suster itu lagi ngomongin siapa ya? Kasian banget perempuan itu, Nadira juga sedang mengidap kanker rahim sama seperti yang suster suster itu bicarakan, aku gak boleh ninggalin dia lagi, aku harus memberikan dia kekuatan agar dia bisa cepat sembuh dan tidak bernasib sama seperti yang mereka bicarakan, iya! Aku harus buru Buru ke ruangan dia, dia dan anak anak pasti sudah menungguku" batin Bayu
...bersambung...
...jangan lupa like, comen n votenya ya😘...
__ADS_1
...kasih hadiah juga ya ka syg😘...
...terimakasih atas dukungannya 😘🙏...